Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Tuan


__ADS_3

Tanpa membuang kesempatan, Ralin pun langsung ngambil ponsel dan memvideokan mereka berdua.


"Adriana harus melihat nya, aku akan mengirim video ini kepada nya." gumam bathin Ralin.


Mereka berdua terus saling menatap, terdapat sengatan listrik yang maha dahsyat hingga membuat jantung mereka berdua berdegup kencang, bahkan lebih kencang dari biasa nya.


Dengan perlahan Ken membelai lembut rambut panjang Sandra sambil berbisik, "Mau kah kamu menjadi calon istriku?" Bisikan Ken terasa lembut di telinga Sandra, hingga tanpa sadar Sandra mengangguk kan kepala nya, "Iya mau."


Betapa bahagia nya Ken ketika dirinya mendengar apa yang sudah di ucapkan oleh Sandra.


"Really? Apa benar kamu mau menjadi calon istriku?" sekali lagi Ken bertanya dan ingin memastikan nya.


"Eh, em, apa tadi?" Sandra pun merasa malu dengan jawaban spontan nya dan dia berpura-pura tidak mendengar pertanyaan dari Ken.


Ken pun kembali bersimpuh di hadapan Sandra dengan sebuah kotak yang berisikan kalung berlian yang sudah dia siapkan sebelum nya.


"Aku memintamu untuk menjadi pasangan ku, kekasih ku, calon istriku bukan hanya karena aku tahu bahwa kita di ciptakan untuk satu sama lain, tetapi yang lebih penting karena aku tahu bahwa aku tidak dapat menjalani satu hari pun dalam hidupku tanpa kamu berada di sisiku, lupakan rasa amarah dan kecewamu, lupakan semua kenangan pahit yang pernah kamu alami, aku tidak bisa berjanji untuk menghapus kenangan pahit, tapi aku berjanji untuk tidak pernah menjadi alasan kerutan di wajah mu, selamanya, so, mau kah kamu jadi pasangan hidup ku?" begitu jelas semua yang diucapkan oleh Ken yang membuat hati seorang Sandra menjadi luluh seketika.


Sandra merasa terharu dengan apa yang sudah Ken lakukan dan yang Ken ucapkan, Ken lah lelaki pertama yang membuat jantung nya selalu berdebar, Ken lah yang pertama mengambil ciuman pertama nya, Ken lah yang pertama yang memberi nya sebuket bunga, dan Ken lah yang pertama yang meminta dirinya untuk menjadi pasangan nya.


"Terima nak, mamah mohon terima Ken untuk menjadi pasangan kamu." gumam bathin Ralin sambil terus ngambil video mereka berdua.


"Sandra, aku ngga bisa bohong sama kamu, semenjak kehadiran kamu, aku sudah menaruh rasa sama kamu, aku tidak bisa hidup tanpa kamu ada di sisiku, Sandra Angelie Aku mencintaimu, apa kamu bersedia menjadi pasangan hidupku?" kembali Ken mengatakan nya.


Setelah beberapa menit Sandra berpikir dan berperang dengan hati nya, akhir nya Sandra pun menjawab pertanyaan Ken.

__ADS_1


"Iya, aku mau." ucap Sandra dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan muka yang sudah berubah warna menjadi merah, karena ini adalah hal yang baru pertama kali buat dirinya di perlakukan seromantis ini oleh seorang pria.


"Really? Jadi kamu mau menerima kau?" ucap Ken dengan wajah yang berbinar.


Sandra hanya mengangguk dan tersenyum manis, dia sudah ngga bisa berkata-kata lagi saking bahagia nya.


"Akhirnya, terima kasih nak, terima kasih kamu sudah mau menerima Ken untuk menjadi pasangan kamu." Ralin ingin sekali menghampiri Sandra dan memeluk nya, tapi dia masih sadar kalau dirinya lagi sembunyi.


Ralin sangat bahagia sekali melihat Sandra menerima Ken, karena Ralin tahu Ken anak yang baik dan bertanggung jawab.


Ken pun berdiri dari bersimpuh nya lalu membuka kotak yang ada di tangan nya.


"Wah bagus sekali tuan." ucap Sandra sambil menatap kalung berlian dengan harga fantastis itu.


"Em, te, terus aku harus panggil apa? Kan biasa nya juga aku memanggil anda dengan panggilan tuan." sungguh Sandra dibuat bingung dan belum berani untuk memanggil Ken dengan panggilan lain nya kecuali dengan panggilan tuan.


"Sekarang kamu sudah menjadi kekasih ku sekaligus calon istri dan calon ibu dari anak-anak ku, jadi tolong rubah panggilan kamu itu." ucap Ken sambil menatap tajam ke arah Sandra.


Sandra yang di tatap tajam oleh Ken menjadi salah tingkah.


"Terus mau nya tuan aku manggil nya apa?"


"Panggil aku dengan panggilan sayang, kamu ingat waktu aku ngajak kamu ke club waktu itu, kita berdua berbuat mesra dihadapan teman-temanku dan aku memanggil kamu dengan panggilan sayang, jujur itu bukan rekayasa atau pun sandiwara, tapi panggilan sayang itu murni dari hati ku yang paling dalam, jadi aku mohon panggil aku dengan mesra."


"Baiklah tu, eh em," sungguh Sandra merasa berat dan malu untuk memanggil Ken dengan panggilan yang mesra.

__ADS_1


Ken dengan sabar sambil menatap wajah cantik Sandra menunggu panggilan sayang dari Sandra.


"Ayolah sayang, masa cuma mengucapkan kata sayang saja kamu susah." Ken merasa gemas dengan Sandra yang seperti nya sangat sulit hanya untuk memanggil nya dengan panggilan sayang.


"Ya sudah kalung nya mau dipasangin ke aku atau mau di bawa pulang lagi?' ini sudah malam, aku mau istirahat, besok kan hari ijab kobul nya mamah." Sandra pun mengalihkan perdebatan masalah panggilan.


"Ya tentu ini buat kamu dong sayang, ini tanda kamu sudah menjadi milik aku, jadi jangan pernah kamu lepas kalung ini." ucap Ken sambil memakai kan nya ke leher Sandra.


Ken menahan hasrat nya untuk tidak mencium leher putih milik Sandra, Ken masih ingat dengan kecerobohan nya kemarin yang membuat pipi nya di tampar oleh Sandra.


"Cantik, kamu terlihat sangat cantik memakai kalung ini." ucap Ken sambil membalikan tubuh Sandra hingga mereka kini berhadapan kembali.


Sandra tersenyum sambil menyentuh kalung berlian pemberian Ken, "Terima kasih sayang." Sandra pun tanpa sadar memanggil Ken dengan panggilan sayang.


"Apa? Coba ulangi lagi kalimat barusan." ucap Ken yang ingin mendengar kata sayang lagi dari bibir Sandra.


"Mampus, kenapa bibir ku ini ngga bisa menahan nya sih untuk memanggil dia sayang." gumam bathin Sandra.


"Yang mana? Aku ngga bilang apa-apa, aku cuma bilang makasih doang." Sandra pun pura-pura ngga paham.


"Oh ngga bilang ya? Ngaku ngga? Ayo ngaku." ucap Ken sambil menggelitik pinggang Sandra.


"Ha, ha, ha, sudah cukup sayang, please, aku geli." Sandra pun tertawa dan mencoba untuk menjauh dari Ken, tapi Ken tidak membiarkan Sandra menjauh dari nya, dengan sigap Ken menarik tangan Sandra dan akhir nya Sandra pun kini berada di dalam pelukan nya.


Kembali mata mereka beradu, tampak kilauan cahaya rasa cinta yang besar di kedua mata mereka, dengan perlahan Ken mendekatkan wajah nya, Sandra yang merasa terbawa suasana pun memejamkan kedua mata nya.

__ADS_1


__ADS_2