Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Keinginan Ken


__ADS_3

"Maafkan anak saya, anak saya lagi kangen sama ibu nya soal nya." ucap Anthoni.


"Ngga apa-apa pak, biarkan saja, memang nya ibu nya kemana?" tanya Adriana.


"Ibu nya sudah tenang di syurga." jawab Anthoni.


"Yang sabar ya pak, saya juga beberapa bulan yang lalu di tinggal sama anak dan suami saya." jawab Adriana.


"Mamah cepat sembuh ya? mamah makan belum? ini Ken belikan makan tadi." ucap Ken yang langsung memberikan paket nasi yang dia beli.


Adriana tersenyum, dia seperti mempunyai semangat hidup lagi, ketika Ken memanggil nya dengan panggilan mamah.


"Terimakasih tuhan, engkau telah mempertemukan mereka, sekarang aku melihat senyuman sahabatku lagi, yang beberapa bulan ini tidak nampak." gumam bathin Ralin sambil tersenyum.


"Terima kasih nak." jawab Adriana sambil mengambil makanan yang di berikan Ken.


"Eh, ngga, mamah lagi sakit, jadi mamah harus di suapin, mamah ngga boleh makan sendiri." ucap Ken sambil kembali mengambil nasi dari tangan Adriana.


"Mamah bisa kok makan sendiri." ucap Adriana yang merasa ngga enak.


"Pah, ayo suapin mamah, jangan diam saja." ucap Ken sambil menarik tangan Anthoni.


Ralin dan Adriana pun saling menatap heran dengan tingkah anak yang ada di hadapan nya.


"Ngga nak, biarin mamah mamah makan sendiri aja." ucap Adriana.


"Ngga, pokok nya mamah makan nya harus di suapin sama papah." teriak Ken.


Adriana pun pasrah dengan keinginan Ken, karena Adriana takut kalau Ken ngamuk.


"Tante, ayo kita makan di sana, temani aku." ucap Ken sambil menarik tangan Ralin, Ralin hanya mengikuti keinginan Ken.


"Biar saya sendiri saja." ucap Adriana sambil menunduk.


"Ngga apa-apa, saya yang saupin saja, nanti takut nya Ken ngamuk kalau keinginan nya tidak di penuhi." jawab Anthoni sambil membuka bungkus makanan nya.


"Ya ampun Ken, kamu ini ada-ada saja." gumam bathin Anthoni.


Akhirnya mau tidak mau Adriana menerima suapan dari Anthoni.


"Ya ampun, anak ini, kenapa juga aku harus di suapin sama papah nya, bikin salah tingkah aja." gumam Adriana.


*

__ADS_1


*


"Nak, kita pulang sudah malam, besok kita kesini lagi." ajak Anthoni.


"Ngga, Ken mau sama mamah di sini, papah pulang saja sendiri." jawab Ken sambil memeluk tubuh Adriana.


"Kan besok Ken harus sekolah nak, besok siang kita kesini lagi." ucap Anthoni.


"Ken mau sama mamah terus ngga?" tanya Adriana sambil mengelus lembut punggung Ken yang sedang berada di atas tubuh nya.


"Mau mah, Ken ngga mau jauh dari mamah." jawab Ken sambil menatap ke arah Adriana.


"Kalau Ken mau sama mamah terus, Ken harus dengarkan kata-kata papah, kalau Ken ngga mau mendengar kata-kata papah Ken, mamah ngga mau bertemu sama Ken lagi." ucap Adriana.


"Ya sudah kalau gitu Ken pulang, tapi besok Ken kesini lagi ya mah." ucap Ken.


"Kenapa Ken sangat nurut sama perempuan ini ya? padahal mereka baru bertemu." gumam bathin Anthoni.


"Iya sayang, Ken yang rajin ya sekolah nya, terus jangan suka ngamuk, mamah ngga suka kalau Ken suka ngamuk." ucap Adriana sambil tersenyum.


"Mbak, kita pulang dulu ya? kalau ada apa-apa hubungi saya saja, ini no ponsel saya." ucap Anthoni sambil memberikan kartu nama kepada Adriana.


Adriana pun hanya mengangguk sambil mengambil kartu yang di berikan Anthoni.


"Mah, Ken pulang dulu ya? besok Ken kesini lagi, mamah mau dibawakan apa?" tanya Ken.


"Ya sudah ayo Ken kita pulang." ajak Anthoni.


Anthoni dan Ken pun akhirnya pulang setelah drama Ken yang ngga mau pulang.


"Sepertinya anak itu menyukai kamu deh Na." ucap Ralin setelah kepergian Anthoni dan Ken.


"Nama nya juga anak-anak LIn, apalagi dia lagi kangen sosok seorang ibu." jawab Adriana.


"Dan sosok itu ada pada diri kamu Na." ucap Ralin sambil tersenyum.


"Kenapa kamu tersenyum?" tanya Adriana.


"Ngga, tapi aku yakin deh Na, suatu saat kamu pasti akan menjadi ibu sambung nya Ken." jawab Ralin.


"Apa sih kamu ini Lin, lagian aku masih teringat sama mas Radit dan Putri." ucap Adriana.


"Na, kalau menurut aku, kalau Ken meminta kamu sebagai ibu sambung nya, kamu mau aja, aku yakin mas Radit juga akan bahagia di sana bila melihat kamu bahagia." ucap Ralin.

__ADS_1


"Tapi Lin, kamu dengar sendiri kan tadi dokter bilang apa? jadi mana mungkin ada seorang pria yang mau sama aku, apalagi aku ngga bakalan mempunyai keturunan." jawab Adriana dengan mata ysang sudah berkaca-kaca.


"Aku yakin akan ada seseorang yang mau menerima kamu." ucap Ralin sambil memeluk erat Adriana.


*


*


Hari terus berlalu, Adriana sudah pulih dan sudah di perbolehkan pulang ke rumah.


Ken dan Antoni pun semakin dekat dengan Adriana dan Ralin, hingga suatu saat Ken meminta pada Anthoni untuk menjadikan Adriana sebagai ibu sambung nya.


"Pah, aku mau papah menikahi mamah Adriana, Ken sudah nyaman dengan mamah Adriana." ucap Ken.


"Tapi Ken, gimana kalau mamah Adriana nya menolak? kamu jangan ngamuk ya? soalnya kalau masalah hati ngga bisa di paksakan." ucap Anthoni.


"Iya pah, tapi Ken yakin mamah Adriana akan menerima nya." jawab Ken meyakin kan.


"Gimana kalau sekarang kita ke rumah mamah Adriana." ajak Anthoni.


Anthoni sebenar nya memang sudah ada rasa sama Adriana, tapi dia ngga berani mengungkapkan nya, apalagi dia belum mendapat izin dari Ken anak nya, walau bagaimana pun Anthoni ingin yang menjadi istri nya nanti adalah orang yang sangat menyayangi Ken anak nya.


"Ayo pah." jawab Ken dengan penuh semangat.


Akhirnya Anthoni dan Ken pun pergi mengunjungi rumah Adriana.


Sore itu Adriana dan Ralin sedang duduk di teras rumah sambil berbincang, tiba-tiba ada sebuah mobil yang mereka kenal masuk ke halaman rumah nya.


Rumah Adriana memang tidak besar, tapi halaman nya sedikit luas dan cukup untuk menyimpan mobil.


"Tuh Na, mereka datang lagi, seperti nya mereka memang sudah ngga bisa jauh-jauh dari kamu ya." ucap Ralin menggoda Adriana.


"Apa sih Lin, mulai deh menggoda aku." jawab Adriana.


"Mamah." teriak Ken sambil berlari menghampiri Adriana, dan di ikuti Anthoni dari belakang.


"Jangan lari sayang, nanti jatuh." ucap Adriana.


"Selamat sore, maaf mengganggu waktu santai kalian." ucap Anthoni basa basi.


"Sore mas, ayo silahkan duduk." ucap Ralin dan Adriana, mereka kini memanggil Anthoni dengan panggilan mas, karena itu permintaan Anthoni sendiri.


"Tumben mas sore-sore begini kesini?" tanya Adriana.

__ADS_1


"Mas datang kesini ingin meminta kamu jadi ibu nya Ken, apa kamu bersedia menikah dengan saya?" tanya Anthoni to the point.


Adriana dan Ralin saling menatap kaget, mereka ngga nyangka kalau secepat ini Anthoni akan meminta dirinya untuk menjadi ibu sambung Ken.


__ADS_2