
"Oke Na, akan aku ceritakan semua nya dari awal sampai saat ini kita berada di sini." ucap Ralin.
"Kalau begitu aku permisi, karena seperti nya saya ngga berhak ada diantara semua nya." ucap Sandra.
"Tidak nak, kamu sudah menjadi bagian keluarga ayah dan mamah, jadi kamu berhak mendengar semuanya." ucap Baron.
"Iya nak, kamu jangan kemana-mana duduk saja di sini bersama mamah." ucap Ralin sambil tersenyum.
"Baiklah kalau itu permintaan ayah dan juga mamah." ucap Sandra yang kembali duduk di samping nya Ralin.
Semenjak datang Ken terus menatap Sandra, sebenar nya Ken sudah ngga sabar ingin segera mengajak nya berbincang, tapi karena mamah angkat nya yang sperti nya ada sedikit masalah Ken pun menahan nya.
"Ya sudah Lin ayo ceritakan, Tapi jangan sampai ada yang terlewatkan ya Lin." ucap Adriana.
Ralin pun mengangguk lalu mulai bercerita dimana sepulang dari pertemuan nya malam itu dengan Adriana dirinya bertemu dengan Baron dan di bawa ke rumah nya hingga dia di pertemukan dengan Sandra.
Adriana dan Ken kaget lalu mereka saling menatap tidak percaya, tapi Adriana dan Ken tetap setia menunggu cerita selanjut nya hingga mereka menahan segala pertanyaan yang ada di benak nya.
"Begitulah Na cerita nya, hingga kita berada di sini semua nya, jadi Lisna itu bukan anak kita, tapi dia akan menjadi menantu kita." ucap Ralin menyelesaikan cerita nya.
"Bukan nya Sandra ini sudah ngga punya orang tua? terus kenapa bisa menjadi anak nya mas Baron? apa Sandra ini anak nya dari istri baru mas Baron?" tanya Adriana.
"Sandra dan Jev adalah anak angkat saya, semenjak kejadian itu saya terus mencari Ralin, dan saya sadar dengan apa yang sudah saya lakukan, saya datang kesini lalu merintis usaha dari nol dengan harapan suatu saat bisa sukses dan bertemu lagi dengan Ralin, dan ternyata do*a saya dikabul kan," ucap Baron sambil menghela nafas nya lalu kembali mealnjutkan cerita nya.
"Beberapa hari yang lalu selagi saya dalam perjalanan saya melihat ada anak perempuan yang usia nya tidak jauh beda dengan anak saya sedang di hajar habis-habisan sampai pingsan oleh dua orang pria, dari situ saya menolong dan membawa nya ke rumah lalu saya mengangkat nya menjadi anak saya, karena saya tinggal di rumah hanya sendirian, dan keberuntungan memihak kepada saya sehingga Sandra mau menerima saya sebagai ayah angkat nya, dan jauh lebih beruntung bagi saya adalah dipertemukan nya kembali dengan istri yang saya cintai dari dulu hingga detik ini." ucap Baron sambil menggenngam erat tangan nya Ralin.
__ADS_1
"Terus selama ini memang nya mas Baron tidak menikah lagi dengan perempuan lain?" tanya Adriana yang tidak mau nanti nya Ralin mendapat masalah.
"Saya berani bersumpah, semenjak Ralin pergi hasrat pada perempuan seakan mati, tapi setelah sekarang bertemu lagi rasa yang telah mati itu tumbuh lagi dan bahkan lebih dari awal kita bersatu dulu." jawaban Baron membuat hati Ralin melayang tinggi.
"Apa kalian sudah tidur bareng?" tanya Adriana sedikit ragu dengan pertanyaan nya.
"Tidak semenjak bertemu kita tidur terpisah, karena kita terpisah sudah sangat lama sekali jadi kita mungkin akan menikah kembali minggu depan." jawab Baron.
"Bagus lah kalau begitu, jadi kalian mau menikah lagi minggu depan? terus kamu mau tinggal dimana Lin?" tanya Adriana yang merasa bahagia mendengar sahabat nya kumpul kembali dengan orang yang di cintai nya.
"Untuk sementara aku tinggal dulu di sini bareng Sandra, kalau sudah menikah lagi nanti gimana mas Baron saja." jawab Ralin sambil tersenyum.
Sungguh Adriana merasa sangat bahagia karena melihat sahabat nya kembali tersenyum tanpa beban, tidak seperti beberapa tahun kebelakang yang selalu melihat Ralin tersenyum yang di paksakan.
Ralin memang selalu menyimpan luka di balik senyuman nya, dia selalu berusaha tegar dan selalu berusaha bahagia di depan semua orang, tapi Adriana yang sebagai sahabat nya dari dulu, dia tahu kalau Ralin menyimpan luka dan kerinduan di balik senyuman nya itu.
Ralin pun ikut berdiri dan masuk kedalam pelukan Adriana.
Mereka pun berpelukan sangat erat sekali dengan deraian air mata kebahagiaan.
"Selamat ya Lin, penantian kamu selama ini ternyata tidak sia-sia, dan aku berdo*a semoga suatu saat kamu juga di pertemukan dengan anak kamu." ucap Adriana.
"Makasih ya Na, ini semua juga berkat dukungan dari kamu, kamu selalu ada di saat aku terpuruk, kamu juga yang selalu memberi semangat untuk aku, pokok nya sampai kapan pun aku tidak akan melupakn nya, kamu sudah seperti saudara bagi aku." jawab Ralin yang masih memeluk Adrana.
"Kita berdua akan terus saling berpegangan satu sama lain nya." ucap Adriana sambil melepaskan pelukan nya.
__ADS_1
Mereka berdua pun tersenyum sambil mengusap air mata mereka masing-masing.
"Oh ya nak, apa kamu akan masuk kembali kerja sebagai asisten nya Ken?" tanya Adriana yang kini sudah duduk kembali.
"Sebenar nya saya sudah melarang Sandra untuk kembali bekerja." jawab Baron.
Ken dan Adriana pun kaget, dan terlihat wajah Ken yang sudah menampakan senyuman nya tadi kini kembali ke wajah datar dan dingin nya.
Adriana menatap Ken dengan tatapan kasihan, dan Adriana pun akan terus berusaha mendekatkan Ken dengan Sandrra bagaimana pun cara nya.
"Tapi kenapa dilarang?" tanya Adriana.
"Ya awal nya saya melarang karena buat apa lagi dia bekerja, apalagi tugas seorang asisten itu berat, dia harus selalu ada di samping nya setiap hari, tapi dia punya trik yang membuat saya mengizinkan untuk kembali menjadi asisten anak kamu." jawab Baron.
Ken yang mendengar ucapan dari Baron pun sedikit merasa lega, dan wajah nya pun terlihat berseri kembali.
"Alhamdulilah, syukur lah kalau Sandra mau kembali bekerja, soal nya Ken selama di tinggal Sandra selalu gelisah dan selalu mengurung diri." ucap Adriana.
"Mah, bisa ngga jangan buka kartu." bisik Ken.
"Yang bener Na? wah rupanya Ken sedang kangen berat ya sama Sandra." goda Ralin.
"Apa sih mah, udah ah aku mau nyusul abang dulu ke depan." ucap Sandra dengan wajah sedikit merah karena malu.,
Sandra yang terkenal garang oleh musuh-musuh nya, tapi setelah dirinya diangkat anak oleh Baron dan apalagi sekarang ada sosok seorang ibu dari Ralin, dirinya berubah seratus delapan puluh persen menjadi anak yang sangat manja.
__ADS_1
Bukan karena Sandra ngelunjak, tapi memang dirinya sangat ingin merasakan dimanja karena sejak bayi dirinya belum pernah merasakan kasih sayang dari seorang ayah, dulu dia sempat mendapatkan kasih sayang seorang ibu dari ibu angkat nya yaitu ibu Jev tapi cuma beberapa tahun saja.