
"Jadi dimana Sandra berada?" tanya Sarah sambil memeluk erat tubuh Sam dengan keadaan yang masih tanpa sehelai benang.
"Dia seperti nya kerja di butik yang ada di jalan xxxx." jawab Sam sambil memainkan kedua bukit milik Sarah.
"Itu kan butik ternama, kalau ngga salah nama butik nya itu Lins Fashion." ucap Sarah sambil sedikit menggelinjang karena kedua bukit nya terus di mainkan Sam.
"Iya itu sayang, soalnya tadi aku sempat membaca nama butik itu."
"Baiklah kalau begitu, aku akan menghubungi kak Bobi." ucap Sarah sambil mengambil ponsel nya.
Sarah pun menghubungi Bobi dan memberitahu posisi Sandra saat ini.
"Baiklah, kalau begitu serahkan semua nya pada kakak." Bobi pun memutuskan panggilan nya.
"Sudah kan kasih tahu kak Bobi nya." ucap Sam sambil kembali posisi nya berada di atas tubuh Sarah.
"Kamu itu ngga ada puas nya."
"Aku kalau belum dua kali belum puas." ucap Sam dan kembali mereka melakukan nya sampai mereka berdua benar-benar saling merasa puas.
*
*
"Sayang ada tugas untuk kamu." ucap Bobi.
"Tugas apa?" tanya Miranda sambil duduk di atas pangkuan Bobi.
"Kita ke butik Lins Fashion, kamu masuk kedalam sambil lihat-lihat baju di sana tapi ingat, target kita Sandra, kamu cari informasi tentang dia, setelah kamu mendapat semua informasi nya, kita jalankan rencana selanjut nya." ucap Bobi lalu mengecup bibir Miranda.
"Baiklah, tapi aku beli baju ya? Masa cuma tanya-tanya doang beli ngga." ucap Miranda setelah melepaskan pagutan nya.
"Tentu saja sayang, ini kamu beli baju yang kamu mau." Bobi pun memberikan kartu ATM nya.
"Kamu memang yang terbaik, makasih sayang."
"Pin nya tanggal dimana kita bertemu."
"Ah kamu memang yang terbaik." Miranda pun kembali melahap bibir Bobi dengan sangat rakus.
Miranda dan Sarah sama-sama penggila kenikmatan, mereka tidak memikirkan apapun kecuali kehangatan dan kenikmatan dalam diri mereka.
Di setiap kesempatan mereka selalu memanfaatkan nya hanya untuk bercinta dan bercinta, mereka tidak perduli mau cuaca hujan atau pun panas sekalian, dalam prinsip mereka, hidup tanpa kenikmatan bukan hidup namanya.
*
*
__ADS_1
Dan sekarang, Miranda sedang melancarkan aksi nya, Miranda masuk ke dalam butik memang sendirian, tapi di luar sudah menunggu Lexy dan Bobi kekasih nya sedang memantau keadaan sekitar.
Lisna dan Reni tidak tahu kalau ponsel Miranda sengaja di nyalakan dan menghubungi Bobi, jadi Bobi dan Lexy bisa mendengar pembicaraan mereka.
"Berarti kalian pada tidur di sini dong." ucap Miranda sambil memilih gaun.
"Iya kita tidur bertiga di sini."
"Wah gaun ini bagus sekali, bisa carikan size M?"
"Oh sebentar ya mbak, Ren tolong carikan gaun seperti ini yang size M."
"Oks." Reni pun mengambil gaun yang di inginkan Miranda.
""Kalian bertiga ngga takut tidur bertiga di sini, mana kalian ini perempuan semua lo." Miranda terus mencari informasi.
"Ngga kok mbak, Reni kan pulang ke kontrakan, sedangkan yang tidur di sini aku, Sandra dan abang nya Sandra."
"Oh, ternyata ada pria nya ya? Tapi kok ngga kelihatan?"
"Dia lagi kerja mbak, paling nanti pulang nya sekitar jam tujuh malam."
"Mbak ini gaun nya." teriak Reni sambil memberikan gaun nya.
"Makasih Ren, ini mbak bisa di coba dulu, itu ruang pas nya." ucap Lisna.
"Oh kalau begitu saya coba dulu ya." Miranda pun masuk ke kamar pas lalu mencoba gaun nya.
"Jadi gimana bos, mau kita lanjutkan sekarang atau kita cari waktu lagi?" tanya Lexy.
"Kita lanjutkan saja, kita pantau terus di sini sampai salah satu karyawan nya pulang, baru kita bergerak."
"Baik bos."
Miranda pun keluar kamar pas, "Bagaimana menurut kalian?" tanya Miranda sambil lenggak lenggok.
"Wah, cocok banget mbak, cantik." puji Lisna.
"Baiklah kalau begitu saya ambil gaun yang ini."
"Baik mbak, baju nya mau langsung di pakai atau kita bungkus?"
"Langsung di pakai saja, dan baju saya yang tadi tolong di bungkus ya?"
"Baik mbak," Lisna pun membungkus baju yang tadi di pakai Miranda.
"Oh iya, butik ini tutup nya jam berapa? Soalnya takut nanti suatu saat pas saya lewat jalan sini ingin sekalian mampir."
__ADS_1
"Kalau sudah benar-benar ngga ada pelanggan kami tutup jam lima sore, tapi kalau misal masih ada pelanggan kita tutup setelah pelanggan pulang."
"Oh baiklah kalau begitu."
Setelah melakukan pembayaran, Miranda pun keluar dari butik dengan bibir tersenyum penuh kemenangan, bukan hanya informasi yang dia dapatkan, tapi dia juga mendapatkan baju dari Lins Fashion yang harga nya fantastis.
Miranda masuk ke dalam mobil yang sudah ada Bobi dan Lexy di dalam nya.
"Bagaimana dengan gaunku?" tanya Miranda setelah masuk ke dalam mobil.
"Bagus, dan kerja kamu juga memuaskan sayang." ucap Bobi.
"Terus selanjut nya bagaimana?" tanya Miranda.
"Kita tunggu butik nya tutup dulu lalu kita beraksi."
Lexy pun terus menatap butik tanpa berkedip, sedangkan Miranda dan Bobi jangan di tanya mereka sedang apa, mereka sedang bercumbu ria di jok belakang.
"Ren, kita tutup saja sudah jam lima, pelanggan juga seperti nya sudah tidak akan ada yang datang lagi." ucap Lisna.
"Baiklah kalau gitu aku pulang ya Lis." ucap Reni lalu pergi keluar butik dan meninggalkan butik.
"Bos, lihat pegawai satu nya keluar, seperti nya dia mau pulang." teriak Lexy mengagetkan Bobi dan Miranda yang sedang asik bercumbu.
"Pelan-pelan bicara nya bodoh," ucap Bobi sambil mengusap bibir nya yang basah karena habis bertukar saliva dengan Miranda.
"Sory bos, aku tadi spontan."
"Ya sudah kalau gitu kita berdua beraksi, sayang kamu yang bawa mobil nya."
"Oke, hati-hati hunny."
Lexy dan Bobi pun keluar mobil langsung masuk ke dalam butik.
Lisna yang belum sempat mengunci pintu pun kaget ketika mendengar pintu terbuka lalu membalikan tubuh nya.
"Belum sempat Lisna mengucapkan sesuatu, mulut nya langsung di bekap oleh Lexy dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius.
Lisna langsung tidak sadarkan diri, Lexy pun langsung membawa Lisna ke dalam mobil dengan pintu mobil yang sudah terbuka.
Bobi naik keatas dan mencari Sandra, posisi Sandra sedang menutupkan pintu kamar nya dengan bermaksud dirinya akan ke bawah menemui Lisna dan Reni.
"Ini pasti Sandra." gumam bathin Bobi lalu membekap mulut nya dari belakang.
Sandra sempat memberontak sebelum akhirnya tidak sadarkan diri.
Bobi menggendong Sandra ala bridal style menuju ruang bawah dan membawa masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Cepat jalan sayang, sebelum kakak nya pulang dan melihat kita." ucap Bobi.
Miranda pun melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.