Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Sekali Ngga Tetap Ngga.


__ADS_3

Di rumah Ken, kini sudah ramai untuk mempersiapkan acara lamaran nya nanti malam, memang tidak ada sanak saudara yang datang, karena Adriana dan Anthoni memang sudah tidak punya siapa-siapa, hanya para pelayan dan tetangga nya yang membantu mempersiapkan semua nya.


"Akhirnya, apa yang mamah impikan akan terlaksana juga." ucap Adriana di sela-sela sarapan nya.


"Bahagia mah?" tanya pak Anthoni sambil tersenyum.


"Bahagia banget, pantas saja ya pah mamah pertama bertemu dengan Sandra berasa dekat banget, ternyata dulu Sandra pernah meminum asi mamah walaupun cuma sehari."


"Berarti mamah dan Sandra ada ikatan bathin nya karena memang ada air susu mamah yang mengalir ke tubuh Sandra."


"Iya kali ya pah, ah mamah sudah ngga sabar ingin segera punya cucu."


"Sabar dong mah, baru juga mau lamaran." ucap Ken yang baru masuk ke ruang makan.


"Ya begitulah mamah kamu nak, kemarin ngga sabar ingin menyatukan kalian berdua, sekarang dia ngga sabar ingin segera punya cucu." ucap pak Anthoni.


"Ya sudah kalau gitu Ken berangkat dulu, biar kerjaan cepat selesai dan cepat pulang." Ken pun pergi setelah berpamitan kepada Adriana dan Anthoni.


*


*


Jev keluar kamar mandi dengan bibir tersenyum lalu menghampiri Lisna yang sedang merias wajah nya.


"Sayang kenapa di sini? Kalau yang lain melihat nya gimana? Apalagi kalau di lihat Sandra, pasti aku habis di ledekin." ucap Lisna sambil melihat beberapa tanda merah di leher nya.


"Pura-pura ngga dengar saja." dengan santai nya Jev bicara sambil memakai baju santai nya.


"Enak sekali ya jadi laki-laki, dia yang berbuat tapi dia yang santai." Jev hanya tersenyum mendengar ocehan dari Lisna.


"Sudah jangan ngoceh terus, ayo kita sarapan yang kesiangan." Jev menarik tangan Lisna dan membawa nya ke ruang makan.


"Wah enak ya jadi pengantin, tidur saja sampai lupa waktu." teriak Sandra sambil menatap Lisna dan Jev.


"Makanya buruan nikah, biar kamu juga merasakan nya." ucap Jev dengan cuek.

__ADS_1


"Ya sudah kalian cepat makan sana, kalian pasti sudah lapar, sudah dek jangan di ganggu dulu, biar kakak kamu makan dulu." ucap Ralin.


Sandra hanya diam di samping Baron, mereka bertiga memang lagi duduk santai sebelum mempersiapkan buat nanti malam, memang mereka hanya mempersiapkan diri meraka saja, karena semua sudah ada yang mengerjakan, yang akan ada acara keluarga Baron tapi yang sibuk bu Murni sama Jay.


Kini mereka kumpul di ruang keluarga, Lisna dan Jev sudah selesai dengan sarapan yang kesiangan nya, tangan Jev tidak lepas dari tangan Lisna.


"Kalian ikut ke butik ya? Kita cari baju buat nanti malam." ucap Ralin.


"Kapan mah?" tanya Jev sambil melihat ke arah Ralin.


"Sekarang abang, kan acara nya nanti malam, harus nya kita dari tadi sudah ke butik, tapi nunggu pengantin baru ngga nongol-nongol." ucap Sandra sambil bangun dari sandaran nya.


"Maaf ya dek, kita telat bangun." ucap Lisna.


"Bentar-bentar, aku tahu sekarang kenapa kalian telat bangun dan telat sarapan?"


Jev dan Lisna saling menatap, sedangkan Baron dan Ralin hanya tersenyum, karena semenjak Lisna turun Ralin dan Baron sudah melihat tanda merah di leher Lisna.


"Ternyata abang titisan drakula." ucap Sandra sambil menyentuh leher Lisna.


"Udah jangan di tutupi, kita semua sudah melihat nya kok." ucap Ralin sambil tersenyum.


Sungguh Lisna sangat malu di buat nya, "Ini semua gara-gara kamu mas, awas kamu." gumam bathin Lisna sambil menatap tajam Jev, sedangkan Jev yang di tatap hanya mesem.


"Sudah-sudah jangan di goda terus, ayo kita ke butik nanti keburu sore lagi." ucap Baron sambil melihat jam yang melingkar di tangan nya.


*


*


Waktu terus bergulir, semenjak dari acara lamaran Sandra, waktu sungguh begitu cepat bagi mereka, seminggu sudah terlewati dari hari lamaran, hingga tidak terasa besok saat nya hari pernikahan Sandra dan Ken.


Mereka memilih di salah satu hotel mewah yang ada di kota tersebut, dua hari sebelum hari pernikahan, ponsel Sandra sudah di ambil Ralin, mereka di larang untuk bertemu atau pun saling kasih kabar,


"Mah, telepon Sandra dong, aku kangen ini." ucap Ken yang sedang gelisah untuk menghadapi besok dimana besok adalah hari ijab nya dengan Sandra.

__ADS_1


"Ngga, sabar lah nak, besok juga kalian pasti bertemu." jawab Adriana sambil menyiapkan buat besok ke acara pernikahan anak nya.


"Pelit banget sih mah, cuma nelepon doang, ngga tahu apa kalau aku ini kangen." gumam Ken.


"Apa kamu bilang? Coba sekali lagi bilang mamah pelit, kalau mamah pelit ngga bakal mamah nikahkan kamu sama Sandra."


"Ngga, aku ngga bilang apa-apa, sudahlah aku lebih baik tidur saja lah biar cepat pagi." Ken pun masuk ke dalam kamar nya dengan wajah kesal nya, Adriana hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ken yang seperti itu.


Sedangkan di sebuah hotel mewah tempat pernikahan Sandra dan Ken sudah terlihat hiasan yang indah dan cantik untuk pesta pernikahan besok.


Keluarga Baron termasuk bu Murni dan Jay semuanya menginap di hotel tersebut, mereka tidak mau ribet dengan bolak balik dari rumah ke hotel.


Untuk pernikahan Sandra ini, Ralin menggunakan jasa MUA terkenal dan kadang suka merias para pejabat dan artis.


Sandra yang tidur di temani Lisna dan Ralin sedang duduk santai di sofa yang ada di kamar tersebut, selagi Ralin pergi keluar untuk melihat ruang buat acara besok Sandra mendekati Lisna.


"Kak, telepon mas Ken dong." bisik Sandra kepada Lisna.


"Tidak adek, mamah kan sudah melarang nya, jadi jangan harap kakak akan membantu kamu." ucap Lisna.


"Kakak ini, sebentar saja ;lah kak, kakak baik dan cantik deh." Sandra terus merayu Lisna.


"Sekali ngga tetap ngga adek."


"Kenapa kalian bisik-bisik?" tanya Jev sambil menatap curiga kepada kedua nya.


"Ngga, kita ngga bisik-bisik, abang saja yang salah lihat." jawab Sandra.


"Dia bilang apa Yang?" tanya Jev sambil memeluk Lisna.


"Ngga, adek cuma bilang kalau dia deg-deg gan buat menghadapi besok." Lisna ngga mau kalau suami nya nanti ceramah dan berdebat dengan Sandra gara-gara hal yang sepele.


"Yang, kita tidur di kamar sebelah yuk." bisik Jev.


"Mas, please jangan begini, malu tahu." ucap Lisna sambil menepis tangan Jev.

__ADS_1


"Bang, untuk malam ini biarkan kak Lisna bebas dulu kenapa, masa setiap malam harus ngelonin abang terus."


__ADS_2