Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Pengganti Baron


__ADS_3

Sandra pun kini sudah selesai membereskan rumah Baron, dia duduk santai lalu membuka ponsel yang di berikan Baron.


"Ya Allah ponsel ini harga nya kan sangat mahal, baru kali aku punya ponsel sebagus dan semahal ini, makasih ayah, walaupun ayah bukan ayah kandung ku tapi entah kenapa aku merasakan kalau ayah Baron adalah ayah ku sendiri." gumam Sandra sambil menyalakan ponsel nya.


Sandra pun mencoba mempelajari ponsel baru nya hingga mengirimkan pesan buat Jev kakak angkat nya.


Selagi bermain ponsel baru nya, tiba-tiba ponsel nya berdering.


"Ini kan no baru? kok sudah ada yang menghubungiku ya?" gumam Sandra sambil menggulir icon berwarna hijau di ponsel nya.


"Halo nak?" sapa Baron.


"Ayah, kirain aku siapa, pantesan ada yang menghubungiku padahal kan ini no baru." jawab Sandra.


"Sudah kamu aktifkan rupanya nak, save no ayah ya nak?" ucap Baron.


"Iya yah."Β 


"Jangan terlalu capek, hati-hati di rumah kalau ada yang mengetuk pintu jangan di buka, atau langsung hubungi ayah." ucap Baron yang begitu mengkhawatirkan Sandra.


"iya ayah." jawab Sandra sambil tersenyum, bahagia sekali rasanya, dari sejak kecil dia tidak pernah merasakan perhatian dari seorang ayah, dan kini dia mendapat kan nya.


"Ya sudah kalau gitu ayah kerja lagi, hati-hati di rumah ya nak." ucap Baron.


"Iya yah." jawab Sandra lalu memutuskan panggilan nya.


*


*


"Kenalkan ini Jevrack, dia akan menggantikan posisi saya di Barlin Textile ini, jadi sekarang apapun yang berhubungan dengan Barlin Textile langsung saja menghadap Jev." Baron pun mengenalkan Jev ke semua karyawan nya.


"Wah makin betah saja aku kerja di sini kalau bos nya masih muda dan tampan begini, bos Baron yang sudah berumur pun kelihatan segar dan tampan apalagi yang masih muda." bisik Wini pada Sani.


"Kamu itu ya setiap ada yang tampan sedikit aja mata mu langsung melotot otak mu melayang." jawab Sani pelan.


"Ye, biarin aja, ini tuh obat kita dikala capek dan stres." ucap Wini.


"Tapi kalau laki nya sudah memiliki pasangan akan membuat kita capek dan stres." jawab Sani yang membuat Wini terdiam seketika.


"Tampan juga bos Jev, tapi aku tidak mau banyak berharap, takut nya dia sudah punya tunangan atau istri, mending aku mengagumi dari hati saja lah daripada nanti nya sakit tak berdarah." gumam bathin Sani.


"Ya sudah sekarang kalian kembali bekerja." ucap Baron.


"Baik pak." jawab para karyawan nya serempak lalu kembali bekerja ke bagian masing-masing.

__ADS_1


"Nah sekarang ini jadi ruangan kamu." ucap Baron sambil membuka pintu dan masuk ke ruangan nya.


"Lalu ruangan ayah dimana?" tanya Jev yang merasa ngga enak dengan Baron.


"Ayah kan ada cabang lain, jadi ayah mau ngurusin Barlin Textile yang ada di daerah xxxx." jawab Baron.


"Tapi saya belum paham cara kerja nya ayah." ucap Jev.


"Jay yang akan membantu kamu sampai kamu benar-benar paham."


"Baiklah kalau begitu."


"Ya sudah kalau gitu ayah pergi ke cabang dulu, kamu di sini di bantu sama Jay, Jay kamu ajari Jev sampai benar-benar menguasai nya." ucap Baron.


"Baik bos." jawab Jay.


Baron pun keluar ruangan sambil menghubungi no Sandra yang baru.


Sementara Ken kini sidah menyelesaikan semua kerjaan nya.


"Mah, dimana?" Ken pun menghubungi mamah nya.


"Mamah ini sudah sama tante Ralin nak, sednag menunggu kamu."


"Ya sudah kalau gitu Ken langsung kesana, tunggu sebentar."


Ken pun sudah ngga sabar ingin bertemu dengan Sandra asisten cantik nya yang kini sudah mengisi hati dan pikiran nya.


Selama perjalanan menuju tempat yang sudah di janjikan dengan ibu sambung nya bibir Ken pun tidak lepas dari senyuman nya.


"Apa aku sudah benar-benar menyukai nya? kenapa sebahagia ini aku mau bertemu Sandra, perasaan apa ini hingga jantungku berdetak tidak seperti biasa nya." gumam Ken sambil terus tersenyum.


Tanpa terasa Ken sudah sampai ke tempat yang telah di janjikan nya.


"Tuan sudah sampai, itu nyonya besar sudah menunggu di sana." ucap sopir Ken sambil menunjuk ke arah Adriana dan Ralin yang sedang duduk manis menunggu Ken.


"Mah, ayo kita langsung berangkat saja." teriak Ken.


"Semangat benar yang mau bertemu sama asisten nya." gurau Ralin.


"Ah tante ini, ngga lah tan aku hanya senang saja akan mengetahui rumah nya, kan kalau sudah tahu rumah nya enak." jawab Ken.


"Ya enak pasti nya, jadi bisa main terus ke rumah nya dan meminta restu dari keluarga nya." jawab Ralin sambil tersenyum.


"Ah, tante sudah dong jangan goda aku terus, mau berangkat ngga nih?" ucap Ken sedikit kesal karena Ralin terus menggoda nya.

__ADS_1


"Sudah lah Lin, kamu ini seneng banget kalau sudah menggoda Ken." ucap Adriana.


"Kan dari dulu Ken lucu kalau sudah di goda, muka nya gemesin." ucap Ralin.


"Kamu ini, oh ya nak, kita kesana nya pakai mobil siapa? atau pakai dua mobil saja." tanya Adriana.


"Pakai mobil aku saja mah, biar ngga ribet, sopir mamah suruh pulang saja." jawab Ken.


Adriana pun menyuruh sopir nya pulang lalu Adriana dan Ralin naik ke mobil Ken.


"Ke jalan xxxx ini ya pak." ucap Adriana.


"Baik nyonya." jawab sopir Ken.


"Kerjaan kamu gimana nak?" tanya Adriana.


"Sudah selesai kok mah tenang saja." jawab Ken sambil terus menatap ke depan.


"Ken, tante kan ingin bertemu dengan Sandra karena tante kangen, terus kamu ingin bertemu Sandra karena apa?" tanya Ralin yang mulai menggoda nya.


"Ya Ken sih cuma ingin tahu saja tan, kan kalau ada perlu apa-apa nanti gampang, Ken bisa nyuruh pak sopir untuk menjemput nya." jawab Ken.


"Selain itu kamu kangen juga kan?" tanya Ralin sambil tersenyum.


"Ya bisa di bilang gitu sih tan."


Adriana dan Ralin pun saling menatap sambil tersenyum.


"Nah yang itu rumah nya pak." ucap Adriana sambil menunjuk sebuah rumah yang kemarin mereka singgahi.


Pak sopir pun langsung menepikan dan memberhentikan mobil nya tepat di depan rumah Sandra.


Ken bersama Adriana dan Ralin pun turun dan menghampiri rumah Sandra lalu mengetuk pintu dan memberi salam.


"Seperti nya ngga ada siapa-siapa deh." ucap Ralin.


Adriana pun terus-terus san mengetuk dan memanggil-manggil Sandra hingga membuat seorang ibu-ibu yang melihat nya pun langsung menghampiri mereka bertiga.


"Maaf bu, pak, sedang mencari siapa ya?" tanya seorang ibu yang berpenampilan sederhana.


Mereka bertiga pun serempak membalikan tubuh nya dan menatap si ibu yang menyapa mereka.


"Kami sedang mencari Sandra bu, apa Sandra nya ada?"


"Sandra nya sudah pindah semalam bu."

__ADS_1


"Apa! pindah." teriak mereka bertiga serempak sambil saling menatap.


__ADS_2