Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Perempuan Baik-Baik


__ADS_3

"Iya kak Jev, ada apa?" tanya Lisna.


"Kamu sudah minum obat lagi belum? gimana keadaan kamu sekarang?" tanya Jev.


"Sudah kak, sudah mendingan alhamdulilah." jawab Lisna sambil tersenyum, entahlah dia merasa sangat senang dapat perhatian dari Jev.


"Jangan keluar rumah dulu, kalau kamu belum sehat benar." ucap Jev.


"Iya kak, kakak lagi apa? kenapa kakak menghubungi aku? nanti istri kakak marah, aku ngga mau di bilang pelakor." tanya Lisna.


"Istri?" gumam Jev sambil mengerutkan kening nya.


"Iya kan yang kakak telepon siang tadi istri kakak kan?" tanya Lisna.


"Oh rupanya dia menyangka kalau Sandra adalah istriku, aku kerjain lah." gumam bathin Jev dengan bibir tersungging sebuah senyuman.


"Kalau emang yang kakak hubungi tadi istri kakak memang nya kenapa? kan ngga ada larangan juga, banyak kok yang pada punya istri lebih dari satu." ucap Jev sambil tersenyum.


"Ngga, aku ngga mau jadi pelakor, kalau memang kakak sudah punya istri, mulai sekarang kakak jangan menghubungi aku." ucap Lisna sambil memutuskan telepon nya.


"Lo, kok malah di matiin." gumam Jev sambil menatap layar ponsel nya.


"kenapa Bos?Β  di matiin ya telepon nya?" tanya Frank sambil menatap ke arah Jev.


"Iya di matiin, padahal gue ngga ngomong apa-apa lo." jawab Jev.


"Memang nya tadi dia ngomong apa bos?" tanya Frank.


"Dia cuman nyangka kalau Sandra itu istriku." jawab Jev.


"Berarti itu perempuan, perempuan baik-baik bos, dia ngga mau menjadi orang ketiga buat orang lain." jawab Frank.


"Terus sekarang gue harus bagaimana?" tanya Jev, Jev ini melawan tiga pria untuk berantem jago nya, tapi kalau melawan perempuan satu aja dia tidak ada apa-apa nya.


"Ampun dah si bos ini, ya tinggal pepet terus aja, perempuan seperti itu jarang lo, kalau bos bisa mendapatkan dia, itu suatu keberuntungan buat bos, percaya deh." jawab Frank.


"Tapi bagaimana cara nya gue bisa mendapatkan dia?" tanya Jev sambil berpikir.


"Ya bos sering-sering temui dia, terus kasih perhatian kalau sudah merasa nyaman dan yakin kalau perempuan itu layak buat bos, baru bos tembak dia untuk jadi kekasih bos atau lamar langsung jadi istri bos." jawab Frank.

__ADS_1


"Apa gue bisa ya Frank?" ucap Jev yang merasa tidak yakin dengan dirinya.


"Gue yakin kalau bos pasti bisa meluluhkan hati wanita itu." ucap Frank.


"Tadi pagi pas bangun gue mencium nya, dan dia seperti nya baru pertama kali melakukan nya." ucap Jev sambil membayangkan ciuman nya dengan Lisna.


"What! jadi bos sudah mencium nya? terus reaksi dia gimana sama bos, apa dia marah atau bahkan menampar bos?" tanya Frank dengan semangat.


Frank merasa ikut bahagia mendengar Jev bersentuhan dengan wanita, karena Jev selalu bersikap dingin kepada para wanita kecuali kepada Sandra adik nya.


"Enak aja lo bilang, pas gue cium dia diam saja, ketika gue mau melanjutkan ciuman itu ponsel nya berdering, jadi akhir nya terhenti sampai di situ saja." ucap Jev


"Itu tanda nya wanita itu juga menyukai bos." ucap Frank.


"Elo yakin Frank kalau dia juga menyukai gue?" tanya Jev.


"Yakin seratus persen, jadi mulai sekarang bos harus terus mengunjungi nya, dan dapatkan hati nya." jawab Frank.


Jev pun diam dan berpikir harus mulai dari mana, dia akan mencoba melakukan apa yang di sarankan oleh Frank.


*


*


"Maaf bos, ternyata wanita itu jago bela diri terus dibantu lagi sama teman pria nya." jawab salah satu anak buah Sandra.


"Jangan bohong kamu, mana ada wanita itu bisa beladiri." teriak Sarah.


"Pokok nya saya tidak mau tahu, kalian harus dapatkan wanita itu." ucap Sarah.


"Baik bos, nanti kita usahakan membawa nya ke depan bos." jawab nya.


"Ya sudah sekarang kalian kembali sana, cari cara untuk membawanya kehadapan saya." ucap Sarah.


"Baik bos, kalau gitu kami permisi." ucap mereka lalu pergi meninggalkan Sarah yang sedang emosi.


"Brengsek, apa benar dia jago beladiri?" gumam Sarah sambil lengan nya memukul meja yang ada di hadapan nya.


"Seperti nya aku harus meminta bantuan nya, sekuat apa pun kamu Sandra kamu akan kalah di tangan nya." gumam Sarah sambil tersenyum smirk.

__ADS_1


Sarah pun langsung pergi dari markas nya untuk menemui seseorang yang dia yakini bisa membawa Sandra kehadapan nya.


*


*


Pagi hari Sandra melihat Jev sudah rapih dan wangi sedang menikmati sarapan nya.


"Wah ada angin apa abang jam segini sudah rapih dan wangi? bau-bau nya ada yang lagi jatuh cinta ni." goda Sandra sambil ikut duduk dan sarapan bareng Jev.


"Kamu itu dek, bukan nya di dukung abang nya pagi-pagi udah rapih dan wangi, malah di buly." ucap Jev.


"Ya lagian kan abang ngga pernah seperti ini selama adek hidup sama abang, nah hari ini itu seperti pemecah rekor buat abang." ucap Sandra sambil tersenyum.


Jev pun terdiam sambil menghabiskan sarapan nya.


"Memang nya wanita mana yang bisa meluluhkan hati abang?" tanya Sandra, karena Sandra tahu betul dengan karakter abang angkat nya ini.


"Wanita yang malam kemarin abang tolong, pas waktu abang ngga pulang ke rumah." jawab Jev.


"Oh jadi abang ngga pulang karena tidur sama tuh perempuan? jangan macam-macam ya bang, ingat adek juga seorang perempuan." ucap Sandra.


"Ngga, abang ngga macam-macam, itu juga karena dia pingsan dan teriak-teriak ketakutan jadi abang terpaksa nginap di kontrakan nya." jawab Jev.


"Sampai pingsan gitu gimana cerita ya?" tanya Sandra penasaran.


"Malam-malam dia jalan sendiri terus di gangguin orang mabok sampai mau dilecehkan nya bahkan baju nya sudah di sobek, untung abang lewat jalan situ lalu menolong nya." jawab Jev.


"Alhamdulilah kalau mbak nya ngga kenapa-napa." ucap Sandra.


"Sebentar, terus apa hubungan nya dengan abang yang sudah rapih di pagi hari ini?' tanya Sandra.


"Seperti nya abang menyukai nya dek, tapi abang masih ragu, apa dia mau sama abang atau tidak." ucap Jev sambil menunduk lesu.


"Abang harus yakin, kalau wanita itu bisa meluluhkan hati abang, adek ngga mau tunggu lama-lama lagi, abang harus langsung menikahi nya, karena adek sudah ngga sabar ingin segera mempunyai kakak ipar." ucap Sandra sambil tersenyum.


"Tapi abang belum mau menikah sebelum kamu yang nikah duluan, karena abang takut ngga bisa menjaga kamu lagi kalau sudah menikah nanti." ucap Jev.


"Abang ngga usah takut, dan abang jangan mengorbankan masa depan abang hanya karena adek, sudah lama abang selalu berkorban demi adek, jadi sekarang waktu nya abang memperlihat kan kebahagiaan sesungguh nya kepada dunia." ucap Sandra

__ADS_1


__ADS_2