
"Kok butik nya belum di buka? apa bu Ralin belum bangun ya?" gumam Lastri.
"Las, belum buka?" tanya Reni yang baru datang.
"Belum Ren, ya sudah kita buka saja kunci nya ada di aku kok, mungkin bu Ralin kesiangan." jawab Lastri.
Begitu Lastri mau membuka butik nya suara ponsel Lastri pun berdering.
"Ren tolong kamu buka butik nya ya, aku mau terima panggilan dulu." ucap Lastri sambil memberikan kunci nya.
"Oke Las." ucap Reni sambil mengambil kunci nya dari tangan Lastri.
"Bu Ralin?" gumam Lastri sambil menerima telepon dari Ralin.
"Halo bu, kenapa butik nya belum buka? apa ibu kesiangan?" tanya Lastri.
"Iya ibu kesiangan, oh ya Las, untuk hari ini ada janji sama konsumen ngga?" tanya Ralin.
"Untuk hari ini seperti nya ngga ada deh bu, kalau minggu depan full hampir setiap hari ada janji sama konsumen." jawab Lastri.
"Baiklah kalau gitu butik nya ngga usah buka dulu, kalian hari ini libur saja, soalnya saya hari ini ada di suatu tempat." ucap Ralin.
"Jadi di tutup saja bu?" tanya Ralin sekali lagi sambil melihat ke arah Reni.
Reni yang sudah sempat membuka butik pun terdiam dan menatap Lisna ketika mendengar kata tutup.
"Iya tutup saja sekalian bilang sama Reni." ucap Raln.
"Baik bu." jawab Lisna.
"Oh ya Lis, kamu bisa bawakan baju saya ngga sekalian dalaman nya? baju biasa saja baju santai." ucap Ralin.
"Bisa bu, tapi antar ya kemana?" Lisna.
"Nanti saya share lock lokasi nya, oh iya kamu naik taxi saja biar nanti saya yang bayar ongkos taxi nya." ucap Ralin.
"Baik bu." jawab Lisna lalu mereka pun memutuskan panggilan nya.
"Ren, hari ini kita libur, kata ibu butik nya di tutup saja karena ibu nya lagi ngga ada di sini." ucap Lisna.
"Beneran, kalau gitu seharian ini aku mau tidur saja." ucap Reni.
"Dasar kamu Ren, ya sudah antar aku ambil baju ibu yuk ke atas, aku takut ada yang hilang nanti aku lagi yang di salahkan kalau ada kamu kan ada saksi nya." ucap Lastri.
"Kamu ini Las, bilang aja takut setan, kan ada cctv yang jadi saksi." ucap Reni.
"Udah lah ngga usah di bahas, sekarang ikut aku." ucap Lastri sambil menarik tangan Reni.
__ADS_1
*
*
"Sudah baikan bos?" tanya Lexy.
"Sudah Lex lumayan lah." jawab Black sambil sedikit menggerakan tubuh nya.
"Kamu sudah mendapat kan alamat perempuan itu belum?" tanya Black.
"Belum bos, dan juga semenjak dia di tolong oleh pria itu, dia ngga pernah datang ke jembatan itu lagi." jawab Lexy.
"Kamu cari saja terus, dan pasti nya perempuan itu ada hubungan nya dengan Baron." ucap Black alias Bobi.
"Saya usahakan bos, andai saya sudah mendapatkan alamat nya pasti saya akan langsung melapor sama bos. memang nya bos kenal dengan pria yang sudah menyerang bos itu" ucap Lexy.
"Ya, dia adalah Baron seorang mantan Mafia, dia adalah seorang Mafia yang ditakuti sama semua orang, dan saya punya sedikit dendam pada nya." jawab Blazk alias Bobi.
"Memang apa yang sudah di lakukan nya hingga bos punya dendam pada dia?" tanya Lexy.
"Dulu sewaktu dia jadi ketua mafia dia telah membunuh sahabat saya, sudah lama saya mencari dia, dan baru kemarin saya melihat nya." jawab Black.
"Sayang, ternyata kamu ada di sini, aku cari kemana-mana." ucap Miranda lalu mencium bibir nya Black.
"Kamu dari mana saja?" tanya Black.
"Kalau begitu saya permisi bos." ucap Lexy karena merasa ngga enak melihat mereka bermesraan.
"Ya, dan jangan lupa kamu cari terus perempuan itu sampai dapat." ucap Black.
"Baik bos." jawab Lexy lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
"Memang nya Lexy belum menemukan perempuan itu?" tanya Miranda dengan kedua tangan nya dia lingkar kan di leher Black.
"Belum, Lexy masih mencari nya.: jawab Black sambil menatap wajah Miranda.
"Kamu kok cantik sekali hari ini." ucap Black lalu meraup bibir Miranda dan bermain-main di sana.
Miranda pun ngga mau kalah, dia membalas ciuman dari Black sang kekasih dengan begitu liar nya.
"Yang, kita pindah ke kamar yuk." ucap Black setelah melepaskan ciuman maut nya.
"Ini masih siang sayang, aku tahu apa yang ada di pikiran kamu." ucap Miranda.
"Tapi kan aku sudah lama ngga melakukan nya." ucap Black dengan wajah memelas nya.
"Ya sabar nanti malam saja, nanti aku kasih yang spesial." ucap Miranda.
__ADS_1
"Coba kamu rasakan ini." ucap Black sambil menarik tangan Miranda lalu dia simpan tangan Miranda diatas rudal nya.
"Udah tegang Yang." ucap Miranda sambil sedikit mengelus nya.
"Makanya, kita pindah ke kamar sekarang saja ya? kasihan dia sudah bangun, kan nidurin nya susah lagi kalau belum bertemu sama apem nya milik kamu yang kenyal itu." ucap Black sambil menahan rasa yang sudah bergejolak di tubuh nya.
"Ya sudah aku tidurin ayo." ucap Miranda sambil turun dari pangkuan Black.
Black yang mendapat sinyal pun langsung membawa Miranda ke kamar nya dengan cara menggendong nya ala bridal style.
*
*
"Rumah nya yang mana ya?" gumam Lisna sambil terus melihat ke arah rumah yang ia lewati.
"Eh itu kan mobil nya ibu, apa itu ya rumah nya, pak berhenti, seperti nya yang itu deh rumah nya." ucap Lisna sambil menunjuk sebuah rumah.
"Yakin neng yang itu rumah nya?" tanya sopir taxi.
"Sebentar pak saya telepon dulu." ucap Lisna sambil mencari kontak Ralin di ponsel nya.
Sementara di kamar Sandra, Ralin masih menunggu Lisna mengantarkan baju nya sambil cek jadwal janji dia ke konsumen.
"Mah aku sudah selesai, mamah mau mandi sekarang ngga?" tanya Sandra yang baru keluar dari kamar mandi.
"Mamah masih nunggu Lisna sayang, mungkin sebentar lagi dia sampai." jawab Ralin sambil menatap Sandra.
"Ya sudah mamah mandi saja, nanti kalau mbak Lisna datang aku yang antarin ke mamah baju nya." ucap Sandra.
Suara ponsel Ralin pun berdering, Ralin langsung melihat layar ponsel nya.
"Nah ini dia yang di tunggu-tunggu sudah nelepon, sebentar nak mamah terima telepon dulu dari Lisna." ucap Ralin sambil menerima panggilan dari Lisna.
"Iya Lis kenapa?"tanya Ralin.
"Bu saya sudah di depan, apa ibu ada di rumah no 82? soalnya saya melihat mobil ibu di depan rumah ini." ucap Lisna.
"Iya betul Lis, kamu tunggu sebentar di situ." ucap Ralin lalu memutuskan panggilan nya.
"Mamah ke depan dulu ya nak, Lisna udah ada di depan." ucap Ralin.
"Mamah mandi saja, biar aku yang ke depan." ucap Sandra.
"Ya sudah kalau gitu kamu kasih ongkos taxi nya ya nak." ucap Ralin sambil memberikan uang dua lembar yang berwarna merah.
"Oke mah."jawab Sandra lalu pergi keluar dengan uang dua lembar di tangan nhya.
__ADS_1