Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Hari Bahagia


__ADS_3

Tiba saat nya yang di tunggu-tunggu oleh Ken dan Sandra, keluarga Ken sudah sampai di tempat acara, sedangkan Sandra masih di kamar hotel karena masih di rias.


Jay dan Bu Murni di percaya untuk menerima tamu mereka di bantu oleh Jev.


Para undangan sudah nampak hadir dari berbagai kalangan, sungguh ini pesta yang sangat mewah yang mereka adakan.


Dari mulai karyawan dan klien dari Baron dan Anthoni sudah memenuhi gedung pernikahan, di tambah lagi oleh para pelanggan dari butik Ralin, ruangan itu sudah cukup ramai oleh mereka yang ingin menyaksikan sepasang pengantin mengucapkan ijab kobul.


Karena di rasa sudah siap semua nya, Sandra pun di bawa ke tempat acara diapit oleh Ralin dan Lisna.


.


ketiga wanita berbeda usia itu terlihat cantik, tapi tetap yang lebih cantik adalah sang ratu, sang pengantin yaitu Sandra.


Acara demi acara telah di lalui, kini saat nya mereka mengadakan pesta yang sesungguh nya.


Satu persatu para tamu undangan memberikan selamat kepada kedua mempelai dan kepada orang tua nya mempelai, tampak raut wajah bahagia dari dua keluarga.


"Lin, persahabatan kita akan semakin erat dengan bersatu nya anak-anak kita." ucap Adriana sambil menatap anak dan menantu nya di atas pelaminan.


"Iya Na, takdir memang ngga bisa di halangi oleh siapa pun, begitu banyak kisah dan cerita hidup kita untuk menuju saat ini, banyak pengorbanan dan air mata sampai kita tersenyum bahagia seperti ini." jawab Ralin sambil tersenyum.


Adriana dan Ralin dua sahabat yang selalu ada dalam kondisi apapun, mereka selalu saling mengisi dan berusaha untuk selalu ada satu sama lain nya, hingga saat ini persahabatan mereka menjadi sebuah keluarga yang sesungguh nya.


"Selamat ya San, semoga kalian bahagia sampai tua nanti." ucap Reni sambil mencium pipi kiri dan pipi kanan Sandra.


Reni ikut andil dalam acara ini, dan tidak lupa sang kekasih dokter Andrew juga sudah hadir dan sedikit membantu Reni.


"Makasih Ren, makasih dokter, kalian berdua kapan nyusul?" ucap Sandra.


"Seperti nya dalam waktu dekat ini mereka juga akan menikah dek." ucap Sandra yang sudah berdiri di belakang Reni.


"Do*a kan saja kita secepat nya nyusul kalian." ucap dokter Andrew.

__ADS_1


"Wah kalau misal nya kalian nanti menikah, berarti Reni ngga di butik lagi dong?" tanya Lisna.


"Aku sih gimana mas Andrew saja, kan seorang istri harus nurut sama suami nya."


"Jadi gimana dok, apa nanti Lisna akan terus bekerja di butik atau ngga?" tanya Lisna.


"Kita lihat nanti saja." jawab Andrew sambil tersenyum.


"Tuh dengar sayang, kalau istri itu harus nurut sma suami nya, jadi kamu ngga boleh nolak kalau suami nya mau sesuatu." ucap Jev yang dari tadi hanya diam saja.


"Apa sih mas, kita lagi bahas Reni dan dokter Andrew lo, jangan mengalihkan ke yang lain nya." ucap Lisan sambil menepuk tangan Jev pelan, sedangkan Jev hanya tersenyum.


*


*


Kini gedung yang tadi nya ramai oleh para tamu undangan, kini kembali ke semula menjadi sepi dan menyisakan hiasan dan kursi.


Mereka duduk dan menghadap meja besar yang sudah penuh dengan berbagai makanan di atas meja.


Tawa canda mereka menyiratkan kalau mereka sangat bahagia malam itu.


"Sayang, ini kado dari ayah dan mamah untuk kamu." ucap Ralin sambil memberikan dua tiket bulan madu ke paris dan ke Bali.


"Dan ini dari papah dan mamah." ucap Adriana ngga mau kalah dan memberikan dua tiket bulan madu ke Turki.


"Kok tiket semua nya gimana kita pergi nya kalau begini?" tanya Sandra dengan wajah polos.


"Sayang di situ kan ada tanggal keberangkatan nya, kamu hanya satu minggu di Bali, satu minggu di Paris, dan terakhir di Turki, dan ini plus uang khusus buat kamu." ucap Adriana sambil memberikan Sandra satu buah ATM yang berwarna hitam.


Sandra menerima semua nya sambil menitik kan air mata nya, dia sungguh tidak menyangka hidup nya akan berubah seperti ini, dulu ia hanya memimpikan ingin bersama kedua orang tua nya, dan sekarang dia sudah bersama kedua orang tua nya, dan dirinya tidak menyangka akan di kelilingi orang yang sangat menyayangi nya.


Dulu Sandra dan Jev yang mau makan saja harus mencari sendiri, bahkan mengumpulkan botol bekas pun pernah mereka lakukan, tapi sekarang hidup nya sudah lebih dari cukup.

__ADS_1


"Terima kasih mah, terima kasih pah." ucap Sandra lalu mencium telapak tangan Antoni dan Adriana, Adriana pun mengecup pipi dan kening Sandra sebagai menerima ucapan terima kasih dan rasa sayang nya kepada Sandra.


Sandra menatap Jev yang sedang menatap nya, lalu menghampiri dan memeluk kakak angkat nya itu.


"Terima kasih bang, pengorbanan abang ngga akan pernah adek lupakan, abang sudah menjaga adek sejak bayi sampai sekarang, aku sayang abang." pecah sudah tangisan Sandra dalam pelukan Jev.


Jev hanya mengangguk sambil memeluk Sandra, Jev sudah tidak bisa bicara apa-apa lagi, dirinya pun ikut meneteskan air matanya.


Jev merasa bahagia sudah bisa menjaga Sandra hingga detik ini, walaupun sekarang sudah ada yang menjaga nya, tapi Jev tetap akan menjaga Sandra sampai kapan pun.


Merelka yang melihat kasih sayang antara Jev dan Sandra pun ikut menitik kan air mata nya.


"Sudah jangan menangis, ini hari bahagia kamu." ucap Jev sambil mengusap air mata Sandra lalu mencium kening nya dengan lembut tanda sayang seorang kakak kepada adik nya.


Sandra pun tersenyum, "Abang juga jangan menangis dog, masa cowok nangis." ucap Sandra sambil menghapus air mata Jev.


Sandra melepaskan pelukan dari Jev lalu memeluk Lisna.


"Kak, terima kasih sudah menyadarlan aku tentang arti orang tua, berkat kakak sekarang aku berkumpul lagi dengan mereka."


"Itu bukan karena kakak, tapi karena kita semua yang saling menyayangi." Sandra pun melepaskan pelukan dari Lisna lalu menghampiri Ralin.


"Mah terimakasih untuk semua nya, aku sayang mamah."


"Mamah juga sayang kamu nak, sekarang kamu sudah menjadi seorang istri, jadi kamu harus nurut sama suami kamu." Ralin ,mencium seluruh wajah Sandra.


Baron pun langsung memeluk Sandra dengan tubuh gemetar, dia menangis dalam pelukan anak nya itu.


"Maafkan ayah nak, ayah masih di hantui rasa bersalah sama kamu, terima kasih sudah mau menerima ayah yang sudah berbuat dosa sama kamu." ucap Baron sambil mencium seluruh wajah Sandra.


"Sudahlah ayah, lupakan semua nya, sekarang kita tatap masa depan yang bahagia." ucap Sandra sambil tersenyum.


"Terus kapan meluk aku nya?" ucap Ken dengan wajah kesal nya.

__ADS_1


__ADS_2