Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Ngadem


__ADS_3

"Kamu bertemu dimana dengan Sandra bro, sumpah ya tuh cewek paling cantik yang pernah gue temui." ucap Agam


"Gue kenal dari nyokap gue, dan kita sama-sama saling suka, dan akhir nya kami memutuskan untuk bertunangan dulu." jawab Ken.


Bukan tanpa alasan Ken berbohong pada para sahabat nya, tapi dia tidak mau Sandra jatuh ke tangan mereka.


"Bisa pesan satu lagi ngga cewek yang kayak Sandra satu buat gue." ucap Dafin.


"Brengsek lo, enak saja calon istri gue di samain sama barang." jawab Ken sambil melempar Dafin dengan tisu.


"Santai dong bro, baru kali ini gue lihat lo begitu sangat menjaga seorang perempuan, seperti nya lo memang sangat mencintai Sandra.


"Ya iya lah gue sangat mencintai Sandra, kalau ngga buat apa gue jadikan dia sebagai calon istri gue." jawab Ken.


"Kenapa dia selalu mendapat yang lebih dari gue, ah bajingan." gumam bathin Sam.


"Terus pasangan kalian yang kalian bawa sekarang, hanya sebatas pesta atau untuk selama nya?" tanya Ken.


"Entahlah, kita belum benar-benar nemu yang pas, jadi ya main-main saja dulu lah." jawab Dafin.


"Terus lo serius ngga sama Sarah Sam?" tanya Ken sambil menatap Sam.


"Seperti nya gue serius, maaf ya bro sebenar nya gue suka Sarah semenjak lo dan Sarah belum saling mengenal." ucap Sam.


"What! jadi lo menyukai dia udah lama dong?" tanya Ken dengan wajah kaget nya.


"Jadi lo menyukai Sarah dari dulu Sam?" tanya Dafin dan Agam.


Sam hanya mengangguK kan kepala nya tanda mengiyakan.


*


*


Sarah begitu emosi karena ternyata Sandra ngga selemah yang dia bayangkan.


"Kamu tinggalkan Ken sekarang juga, kalau tidak aku akan membuat kamu menderita." ucap Sarah sambil mencengkeram erat tangan Sandra.


Sandra yang merasa dirinya di serang pun dengan gesit balik mencengkeram tangan Sarah.


"Sampai kapan pun aku tidak akan meninggalkan mas Ken, ingat itu." jawab Sandra sambil sedikit memelintir tangan Sarah.

__ADS_1


"Lepaskan tangan ku wanita murahan, kamu tidak tahu sudah berurusan dengan siapa." teriak Sarah sambil berusaha melepaskan tangan nya dari cengkeraman Sandra.


pertengkaran antara kedua nya ngga ada yang mengetahui, karena pas masuk ke toilet Sarah menempelkan tulisan toilet sedang rusak ditambah suara musik yang sangat kencang.


"Kamu juga belum tahu siapa saya, jadi jangan berusaha mengancam saya, paham." jawab Sandra sambil mendorong tubuh Sarah hingga mengenai dinding toilet.


"Brengsek, awas kamu." teriak Sarah sambil menunjuk wajah Sandra lalu pergi dengan amarah yang membuncah.


"Dasar wanita murahan, tak akan kubiarkan kamu merebut mas Ken dariku." gumam Sandra.


Sambil menatap diri nya di depan cermin toilet, Sandra pun berpikir.


"Aku memang ngga terlalu menyukai tuan Ken, dan aku juga hanya asisten nya saja, tapi kenapa aku merasa ngga rela kalau tuan Ken ada yang mendekati, apalagi wanita macam itu." gumam Sandra sambil menatap dirinya lewat pantulan kaca.


"Lo Sar, Sandra nya mana?" tanya Ken dengan wajah khawatir nya.


"Masih di dalam toilet soalnya tadi antri." jawab Sarah berbohong, lalu duduk di samping Sam.


"Kenapa kamu tinggalkan Sar? dia itu belum mengenal tempat ini?" tanya Ken sambil berdiri.


"Santuy aja lah bro, lagian cuma ke toilet saja, sampai segitu nya." ucap Dafin.


"Dia itu gadis baik-baik dan juga tunangan gue, jadi gue berhak khawatir." teriak Ken.


"Sayang syukurlah kamu sudah balik, aku khawatir tadi." ucap Ken yang langsung memeluk erat Sandra.


Sarah yang melihat perlakuan Ken kepada Sandra pun merasa terbakar hatinya.


"Lihat saja nanti, apa kamu masih bisa mempertahankan Ken, aku akan buat kamu menderita dan menjauhi Ken." gumam bathin Sarah sambil menatap tajam kearah Ken dan Sandra yang sedang berpelukan.


"Kenapa Sayang? muka mu kelihatan bete gitu?" tanya Sam sambil memeluk Sarah.


"Aku gerah di sini, kita cari tempat yang adem yuk?" ajak Sarah sambil mengelus dada Sam.


"Gimana kalau kita ke hotel saja, kita bisa melupakan segala nya di sana." ajak Sam.


"Ya sudah ayo, tapi hotel yang mewah ya?" ucap Sarah.


"Apapun yang kamu minta, aku akan mengabulkan nya." jawab Sam sambil mencium pipi Sarah.


"Ah, jantung ku kenapa berdebar lagi, apa karena aku di peluk tuan Ken ya?" gumam bathin Sandra.

__ADS_1


"Ah, pelukan ini sangat nyaman sekali, seperti aku sedang memeluk mamah Adriana." gumam bathin Ken yang ngga mau melepas pelukan nya.


"Tuan, ini ngga ada dalam rencana ya, pakai peluk-peluk segala, tuan mengambil kesempatan kalau seperti ini." bisik Sandra


"Biar meyakinkan mereka, kalau kita ini sudah bertunangan." jawab Ken sambil berbisik juga.


"Aku ngga apa-apa kok sayang, kamu tenang saja." jawab Sandra sambil melepaskan pelukan Ken.


"Ya sudah ayo duduk sini, kamu mau makan apa?" Ken sangat perhatian sekali pada Sandra hingga membuat Sandra terbuai untuk sementara oleh perlakuan Ken.


"Bro, kita pergi dulu ya." ucap Sam sambil berdiri dan memeluk posesif Sarah.


"Mau kemana lo?" tanya Dafin dan Agam, sedangkan Ken diam saja tidak bertanya apapun.


"Mau ngadem dulu, biar ngga pusing." jawab Sam sambil tersenyum.


"Kita juga ngadem yuk Yang?" ucap Agam dan Dafin kepada pasangan nya masing-masing.


Mereka yang sudah paham dengan ajakan para pasangan nya pun langsung mengangguk dan berdiri


"Kalian ngikut aja, awas ya kalau kalian dekat dengan ruangan kita." ucap Sam.


"Tenang saja kita juga ngga mau di ganggu kok." jawab Dafin.


"Lo ngga ngadem juga, Ken? sayang lo kalau di anggurin." tanya Agam.


"Ngga, nanti saja kalau sudah halal baru gue puas-puasin." jawab Ken.


"Ah ngga asik lo Ken, ya udah kita pergi dulu ya? nikmatin saja pesta nya, paling juga yang punya pesta lagi ngadem di vvip." ucap Dafin.


Mereka pun pergi meninggalkan Sandra dan Ken berdua.


"Kamu paham ngga apa yang mereka omongin barusan?" tanya Ken.


"Ngga, memang ya mereka pada mau kemana?" tanya Sandra.


"Mereka mau tidur di hotel dengan pasangan nya masing-masing." jawab Ken.


"Tuan juga sering dong seperti mereka bersama para mantan nya dulu?" tanya Sandra.


Ada perasaan sakit di hati Sandra jika Ken benar suka tidur di hotel dengan para wanita nya,

__ADS_1


"Saya ngga pernah sekalipun melakukan itu, karena saya sudah bersumpah di depan makam mamah, kalau saya baru mau tidur bareng dengan perempuan kalau sudah menikah.


Sandra yang mendengar jawaban dari Ken merasa sangat bahagia hati nya, entah perasaan apa sebenar nya yang Sandra rasakan saat ini, yang jelas dia sangat merasa nyaman bersama Ken.


__ADS_2