Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Kecelakaan


__ADS_3

Baron pun terus membawa bayi nya pergi jauh dan masuk ke dalam sebuah hutan, lalu Baron dengan tega nya membiarkan anak nya yang masih bayi di hutan sendirian.


"Kamu ngga pantas jadi anak saya, saya ingin anak laki-laki yang nanti nya bisa menguasai dunia ini, saya benci anak wanita, karena wanita makhluk yang lemah." gumam Baron lalu meninggalkan bayi perempuan nya di dalam hutan dengan cuaca yang dingin.


Baron langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, hingga di persimpangan Baron lepas kendali, melihat ada mobil di depan nya Baron dengan sesegera mungkin membuka pintu mobil dan menjatuhkan tubuh nya ke jalanan.


Tabrakan pun tidak bisa di hindari lagi, akhir nya mobil Baron pun menabrak mobil di depan nya, dan ternyata mobil itu milik Radit.


Baron yang melihat tabrakan itu terjadi pun langsung melarikan dirinya sembunyi di semak-semak yang ada di sekitar nya.


Warga yang berada di sekitaran langsung menghampiri mobil Radit dan mobil Baron, tapi mereka hanya menemukan Radit dan seorang bayi yang sudah tidak bernyawa lagi.


Radit tidak sempat untuk menghindar dan pada akhir nya terjadilah tabrakan yang sangat fatal.


Warga langsung membawa Radit ke rumah sakit yang terdekat, dimana di rumah sakit itu ada istrinya yang sedang menunggu Ralin.


*


*


Adriana pun kembali menunggu Ralin yang sedang di tangani dokter dengan hati yang sangat cemas dan kepikiran anak dan suami nya terus.


"Ya Allah, lindungilah anak dan suami ku yang lagi dalam perjalanan." gumam bathin Adriana.


Tidak berapa lama ponsel Adriana bergetar lalu mengambil nya dari kantong celana yang dia pakai.


"Mas Radit? Ada apa nelpon, masa sudah sampai rumah lagi." gumam Adriana sambil menggulir icon warna hijau di ponsel nya.


"Halo mas, udah sampai?" Tanya Adriana.


"Maaf bu, apa benar ini dengan istri dari yang punya ponsel ini?" tanya seorang pria di seberang sana.


"Iya betul pak, maaf ini siapa? Kok pakai ponsel suami saya?" tanya Adriana dengan perasaan yang benar-benar sudah tidak karuan.

__ADS_1


"Saya Wandi bu, suami ibu kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit xxxx." kata Wandi yang menolong Radit.


"Apa! Baik saya ke depan sekarang." teriak Adriana dan langsung berlari menuju ruang UGD dengan air mata yang sudah tidak bisa di bendung lagi.


Adriana pun sampai di ruang UGD dan langsung mencari korban kecelakaan.


Adriana melihat beberapa orang polisi yang sedang berjaga langsung masuk menerobos ke dalam.


"Maaf bu, ibu siapa?" Tanya salah satu anggota polisi yang berada di situ.


"Saya istri nya pak, bagaimana keadaan mas Radit dan anak saya." teriak Adriana.


"Yang" panggil Radit dengan suara yang sangat lemah.


Suster yang menangani Radit pun langsung memanggil Adriana.


"Maaf pak, izin kan ibu ini masuk, korban memanggil nya." ucap suster itu kepada polisi yang sedang berjaga di luar ruangan.


"Mari masuk bu, suami ibu memanggil ibu" kata suster itu kepada Adriana.


"Mas, mas Radit." teriak Adriana yang melihat kondisi suami nya dalam keadaan parah.


Adriana pun sekuat tenaga untuk berusaha kuat dan tegar di hadapan suami nya walau sebenar nya tubuh Adriana gemetar hebat.


Radit pun memberi kode agar Adriana mendekat kan telinga nya ke bibir Radit.


Adriana pun mendekat kan telinga nya ke bibir suaminya.


"Sayang maafin aku, aku tidak bisa menjaga dan menyelamat kan anak kita, kamu jaga diri baik-baik, kamu harus kuat, selamat tinggal sayang." selesai membisik kan kata-kata tersebut, Radit pun menghembuskan nafas terakhir nya.


"Mas, jangan tinggalkan aku mas, mas bangun, aku mohon mas bangun." teriak Adriana menggema sambil menangis dan tidak lama Adriana pun pingsan, lalu diangkat oleh polisi yang berada di sana dan di baringkan di atas brankar rumah sakit.


Ralin pun tersadar, dia mengerjapkan mata nya sedikit demi sedikit, hingga terlihat lah ruangan putih bersih dengan alat-alat medis di sekitar nya.

__ADS_1


"Saya di mana?" Gumam Ralin sambil melihat ke setiap sudut ruangan.


"Ibu sudah sadar, ibu berada di rumah sakit, tadi sepasang suami istri beserta bayi mereka yang membawa ibu kemari." jawab suster yang menjaga Ralin.


"Adriana." gumam Ralin, "Sekarang dimana mereka sus?" tanya Ralin sambil menatap ke arah suster.


"Tadi dia nungguin ibu tapi tidak lama dia pergi ke depan, mungkin lagi ke kantin dulu membeli sesuatu." jawab suster itu.


"Sus, tolong sebentar ke ruang UGD, di sana ada korban kecelakaan, ayah dan bayi nya meninggal sedangkan istri nya yang tadi ada di sini dia pingsan." teriak suster yang jaga di UGD sambil mengatur nafas nya karena berlari.


"Baik saya ke sana, bu maaf saya tinggal dulu, ibu istirahat saja ya? Nanti saya kembali pas jadwal pemeriksaan dan memberikan obat." ucap suster itu lalu pergi meninggalkan Ralin sendirian.


Suster yang menjaga Ralin pun sampai di UGD dan langsung membantu rekan nya ngurus pasien.


"Ini kan ibu yang nunggu bu Ralin? Gumam suster itu lalu melihat ke arah jasad Radit dan bayi nya.


"Ya ampun ini benar, mereka adalah orang yang membawa bu Ralin ke sini tadi." gumam suster itu lalu membatu Adriana.


"Mas, jangan tinggalkan aku." ucap Adriana sambil menangis, dia sadar dari pingsan nya dan kembali memanggil suami nya sambil menangis.


"Putri, nak, kenapa pergi hanya membawa ayah saja, kenapa ibu ngga di bawa juga." teriak Adriana.


"Ibu yang tenang ya, ibu yang sabar, semua sudah takdir, kita ngga bisa melawan takdir yang sudah tuhan tentukan untuk kita semua, sekarang kita kremasi jasad suami dan anak ibu ya?" Ucap salah satu dokter jaga.


"Na, mas Radit dan Putri kenapa? Tanya Ralin yang sudah berada di pintu masuk sambil menahan rasa sakit di perut nya.


"Bu, kenapa kesini, saya bilang ibu harus istirahat." kata suster yang tadi menjaga Ralin.


"Tidak sus, saya harus tahu apa yang telah terjadi dengan sahabat saya ini." jawab Ralin lalu menghampiri Adriana yang sedang terbaring sambil menangis.


"Lin, mas Radit dan Putri Lin, mereka meninggalkan aku Lin, aku ngga diajak nya Lin." teriak Adriana sambil memeluk erat Ralin.


Ralin pun ikut menangis melihat sahabat yang selalu ada buat dirinya dan selalu menolong nya di saat dia sedang susah.

__ADS_1


"IKhlas kan mereka Na, Tuhan akan memberikan kebahagiaan buat kamu nanti nya, mereka sudah tenang, aku janji aku akan selalu ada buat kamu, mari kita jalani ke depan nya bareng-bareng." ucap Ralin sambil memeluk erat Adriana.


.


__ADS_2