Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Susah Di Dekati


__ADS_3

"Pak Deri, Na, maaf ya, aku harus pergi soalnya ada kerjaan yang sangat mendadak sekali." ucap Ralin.


Sebenar nya dia ngga ada janji sama siapa-siapa, tapi dia sudah merasa ngga nyaman karena sikap Deri.


"Lo kita kan belum lama bincang-bincang nya?" tanya Deri dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Iya Lin, satu jam saja belum kamu udah mau pergi lagi." ucap Adriana.


"Ya maaf Na, tapi ini benar-benar sangat urgent, barusan Lisna chat aku." ucap Ralin.


Memang benar ada chat masuk, tapi itu bukan dari Lisna, melain kan dari customer nya yang ingin datang ke butik nya besok siang.


"Kalau gitu biar saya yang antar." ucap Deri yang ngga mau menyia-nyiakan kesempatan untuk berduaan dengan Ralin.


"Tidak usah pak, saya bawa mobil sendiri kok." Ralin pun menolak nya.


"Sudah lah Lin, kamu diantar saja sama Deri, ini sudah malam lo, bahaya kalau malam begini." Adriana ikut membujuk Ralin.


"Ngga apa-apa saya sudah biasa, kalau begitu saya permisi, mari pak, mari Na, aku duluan ya." ucap Ralin dan langsung pergi dari cafe tersebut.


"Ternyata memang benar-benar susah untuk mendekati nya." ucap Deri dengan wajah kecewa nya.


"Kamu harus sabar Der, begitulah Ralin, dia belum bisa membuka hati nya untuk pria manapun." ucap Adriana.


"Tapi sampai kapan Na, aku itu lagi bingung, orang tua ku terus-terus san mendesak agar aku cepat menikah." jawab Deri.


"Ya kalau begitu kamu mencari wanita yang mau diajak menikah secepat nya, karena kalau Ralin sampai kapan pun ngga bakalan bisa, karena mendapatkan hati Ralin itu harus pelan-pelan." ucap Adriana.


"Ya sudah lah Na, saya nyerah saja, saya mundur, selamat malam." ucap Deri lalu pergi meninggalkan Adriana.


"Na, Na, kamu itu mengenalkan pria modelan kayak gitu, jangan kan untuk hiduop bersama, baru menatap nya saja aku sudah ngga nyaman di buat nya." gumam Ralin sambil melajukan mobil nya.


"Mas Baron, sampai kapan aku bisa melupakan kamu, kamu sudah bahagia dengan wanita lain, sedangkan aku di sini masih menunggu kamu mas." gumam Ralin sambil terus fokus ke jalanan.

__ADS_1


"Sudahlah Ralin jangan lah kamu berharap lagi sama mas Baron, dia sudah bahagia dengan yang lain."


"Kok mati, aduh kenapa lagi ini mobil, bukan kah kemarin habis servis." gumam Ralin sambil membuka pintu lalu keluar untuk mengecek keadaan mobil nya.


*


*


Seharian ini Ken tidak bergairah, diajak bicara pun hanya sekedar nya saja menjawab.


"Kamu kenapa lemas begitu?" tanya pak Anthoni.


Ken tidak menjawab pertanyaan dari ayah nya, dia langsung duduk di depan sang ayah sambil melonggarkan dasi nya yang masih nempel di leher nya.


"Apa karena Sandra yang masih ngga bisa di hubungi kamu jadi seperti ini?" tanya pak Anthoni yang melihat wajah kusut nya Ken.


"Entahlah pah, Ken juga bingung." jawab Ken.


"Ken dengarkan papah, kalau pikiran kamu kusut karena memikirkan seorang perempuan, berarti kamu itu mencintai nya." ucap pak Anthoni.


"Bagus lah kalau kamu menyadari nya, sekarang kamu tinggal bersabar saja untuk mendapatkan Sandra, kalau dia jodoh kamu, dia ngga akan kemana." ucap pak Anthoni sambil tersenyum.


"Ya papah benar, tapi Ken bingung harus kemana lagi Ken mencari nya." ucap Ken sambil mengusap kasar wajah nya.


"Mencari siapa nak." ucap bu Adriana yang baru pulang dari cafe.


"Akhir nya mamah pulang juga, gimana mah berhasil?" tanya pak Anthoni sambil memeluk istri nya.


"Mamah darimana jam segini baru pulang?" tanya Ken.


"Mamah habis bertemu dengan tante Ralin, seperti biasa pah nol besar." jawab bu Adriana sambil duduk di samping suami nya.


"Ngapain mah ketemu tante Ralin malam-malam begini?" tanya Ken.

__ADS_1


"Biasa, mamah kamu mau menjodohkan tante Ralin dengan seorang pria." jawab pak Anthoni.


"Ngapain sih mah ngurusin jodoh nya tante Ralin, mending urusin jodoh nya aku." ucap Ken.


"Kan kamu nya yang ngga mau Ken? mamah kan sudah bilang kamu harus menikahi Sandra, tapi kamu sendiri yang menolak nya." ucap bu Adriana.


"Ya waktu itu kan hati Ken belum yakin mah sama Sandra, tapi setelah beberapa hari Sandra ngga  kesini Ken baru sadar, ternyata Ken mnyukai nya."jawab Ken.


"Itu salah kamu sendiri, ya sudah kamu tunggu beberapa hari lagi, kan papah sama mamah memberikan Sandra cuti satu minggu, dan sekarang kan baru empat hari saja, berarti masih ada waktu tiga hari lagi, kita lihat Sandra kembali kesini atau ngga." ucap bu Adriana.


Ken pun hanya diam sambil menyenderkan punggung nya ke senderan sofa, apa yang diucapkan mamah sambung nya memang benar adanya.


"Ya sudah kalau gitu Ken akan sabar menunggu tiga hari lagi, sekarang Ken istirahat dulu ya pah, mah." ucap Ken sambil berdiri dari duduk nya.


"Kamu sudah makan malam belum nak?" tanya bu Adriana.


"Sudah mah tadi di kantin kantor." jawab Ken sambil berlalu.


"Rupanya ide papah berhasil membuka mata hati Ken." ucap bu Adriana.


"Benar mah, dan sekarang waktu nya buka yang lain, ayo mah papah sudah lama nih ngga di kasih sama mamah, mamah sudah selesai kan." tanya pak Anthoni sambil menarik tangan istri nya dan membawa masuk ke dalam kamar.


"Pelan-pelan dong pah, mamah juga mau bersih-bersih dulu, badan mamah ngga enak lengket ini." ucap bu Adriana.


"Ya sudah kalau gitu sambil mandi aja, seperti nya enak juga dingin-dingin nikmat." ucap pak Anthoni sambil menarik tangan Adriana dan membawa nya masuk ke dalam kamar mandi.


Adriana hanya pasrah dengan kelakuan suami nya, memang sudah satu minggu ini suaminya ngga di kasih karena Adriana baru selesai datang bulan nya.


Pak Anthoni langsung menyambar bibir istri nya dengan sangat rakus, di bawa nya Adriana ke bawah shower lalu pak Anthoni pun menyalakan shower nya hingga air dingin itu membasahi tubuh mereka berdua.


"Gimana mah? sensasi nya beda kan?" tanya pak Anthoni sambil membuka semua baju yang nempel di tubuh Adriana.


Adriana hanya mengangguk dan merasakan sensasi setiap sentuhan yang diberikan suami nya.

__ADS_1


Malam yang dingin apalagi ada di bawah guyuran air shower tidak membuat mereka kedinginan, tapi mereka malah semakin kepanasan.


Usia boleh diatas rata-rata tapi kalau masalah kekuatan dalam mencari kenikmatan mereka berdua tidak mau kalah sama yang muda, bahkan berbagai gaya mereka lakukan.


__ADS_2