
Pagi hari di rumah Baron kembali bersinar seperti sinar mentari di pagi hari yang cerah ini.
Mereka sedang berkumpul di ruang makan sambil bercengkerama.
"Yah, mah, aku ingin menikahi Lisna, bagaimana menurut mamah dan ayah?" tanya Jev sambil menatap wajah Baron dan Ralin.
"Kamu sudah yakin nak?' Ralin bertanya balik kepada Jev, karena Ralin ingin Jev yakin dengan plihan nya, walaupun Ralin sudah tahu siapa Lisna.
"Aku yakin mah." jawab Jev dengan jelas.
"Bagaimana dengan kamu nak? Apa kamu mau menerima Jev sebagai suami kamu nanti nya?" tanya Baron kepada Lisna.
"Insya Allah saya akan menerima kak Jev dengan segala kelebihan dan kekurangan nya." jawab Lisna.
"Baik kalau begitu kalian kapan siap untuk menikah?" tanya Baron.
"Bagaimana kalau minggu depan?" tanya Jev.
"Ya sudah kalau memang itu mau nya kamu bang, kita adakan di rumah mamah atau di rumah ayah?" tanya Ralin.
"Ayah, mah, ngga usah mengadakan pesta yang mewah dan megah, menikah biasa saja yang di saksikan oleh saksi dan pihak KUA seperti ayah dan mamah kemarin, aku sudah ngga punya siapa-siapa lagi, jadi aku ngga memerlukan pesta yang mewah, sudah menjadi istri kak Jev saja aku sudah bersyukur dan bahagia." ucap Lisna sambil tersenyum.
"Tapi ini pernikahan pertama kamu nak? Masa ngga ada pesta." ucap Ralin.
"Ngga apa-apa mah, biar nanti kita adakan pesta pernikahan yang megah buat Sandra saja."
"Kamu yakin nak dengan keputusan kamu ini?" kembali Ralin bertanya untuk memastikan nya.
"Yakin mah."
"Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan kamu, mulai besok kalian persiapkan semua nya." ucap Baron.
*
__ADS_1
*
Kini hari-hari Sandra penuh dengan kebahagiaan, semenjak dirinya memutuskan untuk memaafkan dan menerima Baron hidup nya terasa sangat sempurna.
Baron dan Ralin selalu menampak kan wajah bahagia dan bibir nya selalu tersenyum, wajah mereka berdua pun nampak lebih bersinar dan awet muda.
Jev sudah mulai mempersiapkan semua persyaratan untuk menikah, dari mengumpulkan data dirinya sampai membeli perhiasan untuk mas kawin nya nanti.
Lisna tidak terlalu berharap untuk mengadakan pesta, karena menurut nya menjadi istri dari seorang Jev dan di terima di keluarga Ralin pun dirinya sudah sangat bersyukur.
Reni sudah meninggalkan status jomblo nya, dan kini semakin mesra dengan dokter Andrew, dan keluarga mereka pun sudah menyetujui hubungan kedua nya.
Kabar dari orang suruhan Jay mengatakan kalau Bobi sekarang hidup menderita dan sudah tidak menjadi ketua mafia lagi.
Jay dan Bu Murni yang sudah sah menjadi suami istri menerima hadiah dari Baron berupa sebuah rumah sederhana di samping rumah nya Baron.
Baron menyetujui saran dari Ralin kalau Jay dan bu Murni ada jam kerja nya sehingga mereka bisa pulang dan berkumpul di rumah mereka.
Malam ini Sandra dan Ken ada acara untuk dinner, mereka memutuskan untuk makan di sebuah cafe yang tempat nya sudah di pesan oleh Ken.
"Kenapa mesti di tutup juga sih sayang, kalau di tutup begini aku ngga bisa melihat jalan." ucap Sandra.
"Aku yang akan mendampingi kamu untuk berjalan, jadi kamu ngga perlu takut, cukup kamu pegang dengan erat tangan aku."
Sandra pun terus berjalan dengan arahan dari Ken, sungguh Sandra bingung dengan ulah Ken malam ini.
"Sayang seperti nya ini naik tangga ya? Apa kamu akan membawa aku ke atas gedung lalu kamu menyuruh aku terjun?" Sandra sedikit bercanda menghilangkan rasa penasaran nya.
"Kamu ini, ya ngga lah, sudah jangan banyak protes, sekarang terus saja ikuti arahan aku."
Ken pun terus membawa Sandra ke tempat yang sudah dia persiapkan, semua pelayan cafe sudah mempersiapkan nya dengan sempurna, Ken sengaja sewa ruangan atas cafe ini khusus untuk malam ini.
Ken merasa puas dengan kerja para pelayan, cafe ini di sulap oleh mereka menjadi sebuah tempat yang indah dan romantis.
__ADS_1
Terdapat satu meja dan dua buah kursi dengan di terangi lilin-lilin yang berwarna, lampu yang tidak terlalu terang menambah suasana romantis malam ini.
"Kamu sudah siap sayang." bisik Ken dengan merdu, Sandra hanya menganggukan kepalanya tanda dia sudah siap.
Ken membuka penutup mata Sandra, dengan perlahan Sandra membuka kedua mata nya, sungguh ini pemandangan yang baru Sandra lihat seumur hidup nya, ruangan yang penuh dengan bunga-bunga cantik dan wangi, lampu yang temaram menambah suasana romantis, diatas meja sudah tersedia beberapa makanan dan minuman beserta lilin-lilin kecil yang indah menambah indah nya suasana malam ini.
"Mas, ini indah sekali." teriak Sandra sambil membalik kan tubuh nya, betapa kaget nya Sandra begitu membalikan tubuh nya Ken sudah bersimpuh dengan kedua kaki di tekuk dan di tangan nya sudah memegang sebuah kotak yang berwarna merah berbentuk cinta.
"Mas." Sandra sudah tidak sanggup untuk berkata-kata lagi, dia menutup mulut nya dan mata nya sudah berkaca-kaca.
"Will you marry me." hanya itu yang keluar dari bibir Ken, senyuman di bibir nya tidak pernah luntur semenjak dirinya membuka penutup mata Sandra.
"Yes, i will." jawab Sandra sambil tersenyum bahagia.
Ken langsung berdiri dan memasangkan sebuah cincin berlian di jari manis Sandra.
"Terima kasih sayang, kamu sudah mau menikah dengan aku." ucap Ken lalu mencium mesra tangan Sandra.
Rasa kaget yang Sandra rasakan belum hilang kini Sandra sudah di kaget kan oleh suara alunan musik melankolis saksofon.
"Kita dansa sayang." Ken meraih kedua tangan Sandra dan menyimpan nya pundak Ken, sedangkan tangan Ken berada di pinggang Sandra.
"Aku ngga bisa dansa mas." ucap Sandra.
"Kamu tinggal mengikuti gerakan aku saja sayang, gampang kok." Ken pun mulai menggerakkan kaki ke kiri dan ke kanan di ikuti oleh Sandra.
Sandra yang terlihat sangat cantik malam ini dengan balutan dres buatan Ralin semakin membuat Ken terpana.
Ken menghentikan gerakan nya lalu menatap dalam mata Sandra, dengan perlahan Ken menyentuh bibir Sandra dengan bibir nya, ciuman mereka pun semakin dalam dengan di iringi suara musik dari saksofon.
Begitu suara musik berhenti terdengar suara gemuruh tepuk tangan dari orang-orang yang dia sayangi.
"Mamah, ayah, kalian," teriak Sandra dengan wajah kaget nya, sungguh ini sebuah surfrise yang baru dia dapatkan sepanjang dirinya hidup, keluarga Ken dan keluarga dirinya ikut hadir di malam ini.
__ADS_1
"Terimakasih mas." ucap Sandra sambil memeluk Ken, Sandra sangat bahagia dengan kehadiran mereka semua.
"I Love U." bisik Ken