
Semakin hari Ken semakin kusut wajah nya, seakan ngga ada semangat dalam hidup nya.
Kerjaan Ken sekarang hanya pergi ke kantor lalu pulang ke rumah.
Senyuman di bibir nya menghilang dengan seiring nya kerinduan pada Sandra yang sampai saat ini Ken belum bisa menemukan Sandra.
Sepulang dari kantor yang Ken lakukan hanya mengurung diri nya di dalam kamar.
Pak Anthoni dan bu Adriana merasa kasihan melihat nya, tapi mereka ngga bisa berbuat apa-apa.
Mereka tidak diam saja, sebenar nya pak Anthoni dan bu Adriana menyuruh beberapa orang untuk mencari Sandra, tapi sampai saat ini mereka belum menemukan Sandra.
"Pah, mamah kasihan lihat Ken setiap malam harus mengurung diri nya di dalam kamar terus, apa mereka belum menemukan nya?" tanya bu ADriana.
"Belum mah, mereka juga masih berusaha mencarinya." jawab pak Anthoni.
"Sebenar nya kamu kemana nak?" gumam bu Adriana.
"Sudah lah mah, jangan terlalu banyak pikiran, nanti mamah sakit, nanti juga Ken seperti biasa lagi, mungkin saat ini Ken ingin menenangkan diri nya saja." ucap pak Anthoni
"Tapi tetap saja mamah kepikiran mas." jawab Adriana.
"Oh ya mah, gimana Ralin, apa dia masih belum bisa move on?" tanya pak Anthoni mengalihkan pembicaraan nya.
"Ya ampun pah, mamah belum menghubungi Ralin semenjak kita berpisah di cafe tadi." ucap Adriana yang baru ingat akan sahabat nya itu.
"Sudah lah mah besok saja mamah hubungi, sekarang sudah malam, takut nya Ralin juga sudah istirahat.
"Ya sudah kalau gitu kita juga istirahat saja lah." ucap Adriana.
"Tidur yang nyenyak sayang, I Love U." ucap pak Anthoni lalu mencium kening istri nya.
"I Love U to mas." jawab bu Adriana lalu memeluk erat suami nya.
__ADS_1
Adriana merasa bahagia sekali karena semenjak bertemu dengan Anthoni dia selalu di banjiri kasih sayang dari suami kedua nya itu.
Adriana pun tidur dalam pelukan suami nya dengan bibir tersenyum.
Sedangkan Ken di kamar nya masih belum bisa tidur, dia terus memikirkan Sandra.
"Kamu dimana San? aku sekarang baru sadar kalau kamu sudah masuk kedalam hatiku, aku ingin kamu kembali dan menjadi pendamping dalam hidup ku untuk selama nya." gumam Ken sambil menatap lekat nya malam di atas balkon.
"Andai waktu bisa diulang aku akan langsung menikahi kamu begitu mamah menyuruh kita menikah, banyak wanita yang sudah singgah di hidup ku tapi kamu wanita berbeda, kamu adalah asisten cantikku yang sudah meluluhkan hatiku."
Lama Ken berdiam diri diatas balkon sambil memikirkan Sandra, hingga air hujan turun dan menerpa tubuh nya.
Ken pun tersadar dari lamunan nya lalu masuk ke dalam kamar.
*
*
"Jadi wanita yang jalan bareng mas di mall kemarin adalah anak angkat mas?" tanya Ralin ingin memastikan nya.
"Maaf kan aku mas, yang sudah salah paham sama kamu." ucap Ralin.
"Kamu ngga salah sayang, yang terlalu banyak salah itu mas sama kamu, mas sudah melukai hati dan tubuh kamu, maaf kan mas dulu mas sudah berbuat kasar sama kamu, waktu itu mas lagi dikuasai emosi hingga mas lupa akan segala nya, tapi sungguh mas sangat menyesal dan mas ingin memperbaiki nya, apa kamu mau kita kembali seperti dulu lagi?" ucap Baron.
Ralin terdiam dan mencerna semua ucapan dari Baron, sungguh Ralin sangat dilema di buat nya.
Di satu sisi Ralin memang masih sangat mencintai Baron, tapi di satu sisi lagi Ralin masih menyisakan sesak karena masih ingat dengan anak nya yang telah di buang oleh Baron.
Baron pun membuka mobil Ralin lalu dia bersimpuh dihadapan Ralin dengan wajah yang hampir mencium kaki nya.
"Mas, apa yang mas lakukan." ucap Ralin sambil berusaha membangunkan Baron.
"Mas minta maaf, kamu boleh menghukum mas dengan cara apapun asal kamu jangan pergi lagi dari hidup mas, mas sungguh ngga bisa hidup tanpa kamu, dunia mas serasa hancur lebur jika ngga ada kamu di samping mas, aku mohon sayang maaf kan mas, dan kembalilah bersama mas." ucap Baron sambil menitik kan air mata nya.
__ADS_1
"Ralin merasa tersentuh hati nya dengan semua kata-kata yang diucapkan oleh Baron.
"Mas bangun, mas ngga boleh seperti ini, aku sudah memaafkan mas." jawab Ralin dengan deraian air mata nya.
Baron pun mengangkat wajah nya dan menatap Ralin dengan air mata yang sudah lolos di pipi nya, mereka saling menatap penuh kerinduan.
Tanpa terasa air hujan pun turun membasahi tubuh Baron yang masih bersimpuh di hadapan Ralin.
"Mas hujan, ayo bangun dan masuk ke mobil nanti mas sakit." teriak Ralin sambil menarik tangan Baron.
Baron yang di perhatikan seperti itu pun merasa bahagia, bukan nya Baron masuk ke mobil Ralin tapi dia berdiri lalu menarik tangan Ralin dan membawa nya masuk ke dalam mobil Baron.
"Mas, aku mau di bawa kemana?" teriak Ralin sambil berlari di belakang Baron dengan sebelah tangan di genggam Baron.
"Kamu masuk ke dalam mobil mas, mobil kamu kan lagi mogok." ucap Baron lalu menutup pintu mobil nya.
Baron pun langsung berlari kearah samping dan duduk di belakang kemudi.
"Terus mobil aku gimana mas?" tanya Ralin yang kini sudah duduk di samping Baron.
"Sebentar," ucap Baron sambil mengambil ponsel nya dari dalam saku celana.
"Halo Jay, tolong kamu bawa montir ke jalan xxxx sekarang juga, mobil istri aku mogok." ucap Baron setelah Jay menerima panggilan nya.
Betapa bahagia nya hati Ralin mendengar Baron masih mengakui nya sebagai istri kepada orang lain, tanpa terasa bibir nya tersenyum sambil menatap wajah Baron yang masih tampan seperti dulu.
"Beres, nanti mobil kamu biar di urus sama Jay." ucap Baron sambil melirik ke arah Ralin.
Sungguh diluar dugaan Baron, begitu dia membalikakan wajah nya ke arah samping dia mendapatkan sebuah ciuman dari Ralin orang yang sangat di cintai nya.
"Cup, makasih mas, kamu masih mengakui aku sebagai istri kamu." ucap Ralin sambil tersenyum.
Baron menatap tak percaya kepada Ralin dan ngga mau menyia-nyiakan kesempatan, Baron pun menarik tengkuk Ralin lalu mencium nya dengan penuh penghayatan.
__ADS_1
Suasana malam yang dingin di sertai hujan deras membuat mereka melupakan segala nya, mereka mencurahkan semua kerinduan yang lama mereka pendam lewat ciuman panas mereka di dalam mobil.