
Ralin yang sedang mengajak main baby Salsa dan baby Kendra pun berdiri lalu menghampiri pintu dan membuka nya, terlihat ada seorang wanita yang sedang membelakangi nya.
"Maaf cari siapa?" tanya Ralin sambil menatap orang di hadapan nya.
"Apa benar ini rumah nya," ucap wanita itu sambil membalikan tubuh nya.
"Reni." teriak Ralin.
"Ibu, akhirnya ketemu juga dengan rumah nya, saya tadi keliling komplek ini bu nyari-nyari rumah ibu, untung saya nanya ke pak satpam tadi." Reni memang baru pertama kali datang ke rumah nya Baron, Reni sengaja ngga bilang siapa-siap karena dirinya ingin membuat surprise buat mereka, Reni menutup butik hari ini karena di rasa ngga terlalu banyak pengunjung dan tidak ada janji dengan pelanggan nya.
"Kenapa ngga bilang kalau mau kesini? Kan saya bisa menyuruh Jay untuk menjemput kamu." ucap Ralin.
"Saya mau kasih surprise bu, makanya saya ngga bilang-bilang, oh iya bu, maaf ya butik nya saya tutup dulu, tapi semua pekerjaan sudah selesai kok."
"Ya sudah ngga apa-apa, kalau gitu ayo kita masuk." Ralin mengajak Lisna masuk dan bergabung dengan yang lain nya.
"Hay para keponakan nya aunty, lagi pada apa?" teriak Reni sambil masuk dan membawa dua paper bag di tangan nya.
"Hay aunty Reni, kita lagi main sama nenek dan omah." jawab Sandra dengan nada seperti anak kecil.
"Maaf ya aku baru bisa nengok, soalnya biasa sibuk di butik sendirian." Reni ikut duduk diantara Sandra dan Lisna.
"Sibuk di butik apa sibuk pacaran?" goda Lisna sambil tersenyum.
"Ya dua-dua nya sih." jawab Reni sambil tersenyum penuh arti.
"Bawa apaan itu Ren?" tanya Sandra.
__ADS_1
"Ini buat para keponakan, ah gemes nya, pengen gendong tapi takut."
"Makasih aunty cantik." ucap semuanya serempak.
"Kalau kamu mau gendong, gendong saja Ren, kamu tinggal pilih mau si cantik atau si tampan." ucap Adriana.
"Aku hanya menyentuh saja lah tan, oh iya selain saya menengok para baby yang cakep-cakep ini, sekalian saya mengundang semuanya untuk hadir di acara pernikahan saya sama mas Andrew." Reni memberikan kartu undangan buat mereka satu persatu.
"Wah berarti predikat jomblo kamu sebentar lagi akan tersingkir dong, tapi kalau sudah menikah kamu akan tetap kerja di butik atau diam di rumah saja?" tanya Lisna.
"Selama mas Andrew di tugas kan di rumah sakit sini, aku akan terus kerja di butik, kecuali kalau mas Andrew di pindahkan ke rumah sakit lain." jawab Reni.
"Wah saya ikut senang, ternyata kamu sama dokter Andrew berjodoh, semoga kalian selalu bahagia sampai kalian menua dan di pisahkan oleh maut." ucap Ralin yang ikut bahagia dengan kabar bahagia ini.
"Amin." ucap Reni.
*
*
Pernikahan Reni dan dokter Andrew sudah di laksanakan dengan meriah, semuanya ikut menghadiri pernikahan nya kecuali Sandra dan Lisna yang tidak ikut karena baby Salsa dan baby Kendra yang ngga memungkin kan untuk di bawa ke sebuah pesta.
Ralin dan Baron semakin bahagia semenjak kehadiran cucu-cucu nya, bibir mereka berdua selalu tersenyum setiap hari nya,
Adriana dan Antoni selalu berkunjung ke rumah Baron di kala Ken dan Sandra serta baby Kendra nginap di rumah Baron, dan begitu pun sebalik nya, Ralin dan Baron akan berkunjung ke rumah Adriana di kala Sandra dan Ken nginap di rumah Adriana.
Jay dan Bu Murni ikut merasakan kebahagiaan diantara mereka, walaupun bu Murni ngga mempunyai anak, tapi bu Murni sudah menganggap baby Salsa dan baby Kendra cucu nya.
__ADS_1
Sandra dan Jev masih tinggal di rumah Baron, karena Ralin belum mengizinkan mereka pindah sebelum baby Salsa umur satu tahun.
Ken berjalan masuk ke dalam rumah sambil bersiul riang gembira, dirinya terus membayangkan setiap sentuhan yang Sandra berikan untuk nya.
"Riang banget mas?" tanya Sandra yang melihat Ken masuk ke dalam kamar, sedangkan dirinya sedang menyusui Kendra sambil tiduran.
Awal nya Sandra tidak bisa menyusui sambil tiduran, tapi dia selalu belajar hingga akhir nya dia sudah biasa seperti saat ini.
"Aku bahagia sekali hari ini sayang, jagoan ayah cepat tidur ya nak? Ayah mau pinjam mamah kamu sebentar." ucap Ken sambil mengusap kepala baby Ken.
Sandra menyembunyikan senyuman nya, sebenar nya Sandra sudah tahu dan bakalan terjadi pada mereka malam ini, tapi Sandra memilih untuk berpura-pura, karena dia ingin membuat surprise buat suami nya itu.
"Memang nya mas mau apa pakai minjam aku segala?" tanya Sandra.
"Kamu lihat botol-botol yang di sana sayang, semua nya kini sudah terisi dengan bunga, itu artinya malam ini aku saat nya untuk berbuka puasa, udah ah mas mau mandi dulu biar tubuh mas wangi." ucap Ken lalu masuk ke kamar mandi sambil bersiul.
Sandra hanya tersenyum melihat kelakuan suami nya, dirinya ingin mengerjai suami nya malam ini.
Dengan riang Ken keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih terlihat basah, Ken menatap ke arah box bayi, terlihat baby Kendra sedang tidur dengan nyenyak sekali, Ken tersenyum melihat baby nya sudah terlelap.
"Terima kasih sayang, ternyata kamu sangat mengerti dengan papah mu ini." gumam bathin Ken sambil mengelus pelan kepala baby Kendra.
"Sekarang saat nya aku menikmati kembali tubuh istri ku yang cantik." gumam Ken pelan lalu membalikan tubuh nya dan menghampiri tempat tidur.
Sungguh Ken sangat kesal dengan Sandra, dia sudah bela-belain mandi biar wangi untuk melakukan ritual buka puasa nya malam ini, tapi Sandra malah tidur dengan nyenyak nya tanpa dosa.
Ken pun hanya menghela nafas berat, dengan wajah kesal nya Ken membaringkan tubuh nya di samping Sandra dengan hanya mengenakan celana boxer saja.
__ADS_1
"Nasib kamu tong harus gagal malam ini, sabar ya tong, masih ada malam besok, nanti kalau ada kesempatan kita bekerja sampai pagi sampai mamah nya Kendra minta ampun dengan keperkasaan kamu" gumam Ken sambil mengelus lembut si otong yang sudah terbangun dari tadi, hingga dirinya pun ikut tertidur.