Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Bos Dan Aku


__ADS_3

Baron dan Ralin akhir nya sah kembali menjadi suami istri, walaupun dari awal tidak ada kata perceraian, tapi Ralin tidak mau hubungan mereka dianggap kumpul kebo atau yang lebih parah dengan sebutan zina, maka dari itu Ralin dan Baron memilih untuk menikah kembali.


Kini mereka sedang berkumpul setelah acara ijab kobul dan diakhiri dengan makan bersama, pak penghulu dan asisten nya pun kembali pulang setelah menyatukan mereka berdua.


"Akhirnya kalian kembali bersatu, walaupun banyak rintangan dalam pertemuan kalian berdua, jangan sekali lagi kamu sakiti sahabat aku ini." ucap Adriana.


"Saya ngga akan mengulang kesalahan yang ke dua kali nya, terimakasih kamu tidak memperpanjang masalah kita."


"Sudah cukup, jangan di bahas lagi, ini hari bahagia kalian berdua, kita kubur dalam-dalam masa lalu kita." ucap Adriana.


"Ini hadiah dari kita berdua." ucap pak Anthoni sambil memberikan dua tiket pulang pergi ke Bali.


"Apa ini?" tanya Baron sambil menerima tiket nya dari tangan pak Anthoni.


"Buka saja, maaf kita hanya bisa ngasih itu saja, mau kasih yang lain pun kamu pasti sudah punya." ucap Adriana sambil tersenyum.


"Dengan kehadiran kalian saja, aku sudah bersyukur." ucap Ralin sambil tersenyum.


"Wow, kita dapat tiket bulan madu sayang." ucap Baron sambil memeperlihatkan dua tiket kepada Ralin.


"Kamu masih ingat Na?" tanya Ralin dengan mata yang sudah berkaca-kaca karena bahagia.


"Ingat lah, kamu kan ingin pergi ke Bali dengan pasangan kamu kan Lin, jadi nikmatilah perjalanan nya."


"Makasih Na, kamu memang sahabat sejatiku." ucap Ralin sambil memeluk erat Adriana.


Baron dan pak Anthoni hanya tersenyum melihat kedua istri nya yang sedang berpelukan karena bahagia.


"Selamat ya bos, bu Ralin, semoga kalian bahagia dan bos ngga galau lagi." ucap Jay sambil menjabat kedua tangan mempelai.


"Jangan suka buka kartu kamu Jay." ucap Baron yang membuat mereka semua tertawa.


"Selamat ya bu, dan makasih bajunya, di pakai nya enak dan nyaman juga tidak gerah." ucap bu Murni.

__ADS_1


"Sama-sama bu, dan makasih juga buat Jay dan bu Murni sudah menyempatkan waktu untuk menghadiri ijab kami." ucap Ralin.


"Pasti ikut hadir dong bu, kalau ngga ikut bisa-bisa saya di pecat dan tidak di nikahkan nanti dengan Murni." Mereka tertawa mendengar celotehan dari seorang Jay.


"Selamat ya bu, semoga ke depan nya ibu selalu tersenyum dan tidak galau lagi." ucap Reni sedikit bercanda, Reni tahu kalau Ralin sering menyendiri dan menangis, tapi dia hanya diam dan cukup tahu saja, karena bagai mana pun itu adalah privasi Ralin.


"Makasih ya Ren." ucap Ralin sambil melepaskan pelukan nya dari Adriana.


"Bisa kamu jelaskan tentang dekoran ini?" tanya Ralin sambil menatap Reni.


"Ini yang dekor aku dan Lisna bu, kami berdua kan bingung mau kasih kado apa buat ibu, secara ibu sudah memiliki segalanya, jadi dekoran ini sebagai kado dari aku dan Lisna buat ibu." ucap Reni sambil tersenyum.


"Terima kasih ya Ren, saya tidak akan melupakan jasa kamu ini." ucap Ralin sambil memeluk Reni.


"Mah aku ngga di peluk juga." ucap Lisna yang kini sudah ikut gabung bersama kedua mempelai.


"Ah, sini sayang, makasih ya kalian berdua sudah memberikan yang terbaik buat butik ini, dan juga terimakasih kalian sudah memberi kado terindah yang tidak bisa di lupakan." Ralin pun memeluk Lisna dan Reni secara bersamaan.


"Kalian melupakan aku." ucap Jev sambil memeluk mereka bertiga.


Sementara Ken dan Sandra kini sedang berada di taman samping butik nya Ralin.


"Kamu cantik sekali hari ini, dan ternyata jas yang aku pakai adalah pasangan dari gaun kamu, ternyata tante Ralin sudah menyiapkan semua ini untuk kita berdua." ucap Ken sambil menatap wajah cantik Sandra.


"Kamu juga tampan mas, bahkan lebih tampan dari kemarin, aku juga ngga tahu kalau jas yang mas pakai senada dengan gaun ku." ucap Sandra.


"Adem banget ya kalau kamu bilang mas."


"eh, itu, tadi," Sandra pun gelagapan karena tanpa sadar dirinya memanggil Ken dengan panggilan mas.


""Ngga usah malu, aku senang kok kamu panggil mas, apalagi kamu panggil mas dengan panggilan sayang." ucap Ken sambil membelai lembut kedua pipi Sandra.


"Mas, jangan begini, nanti dilihat orang." ucap Sandra sambil melihat ke sekeliling taman.

__ADS_1


"Besok kamu kerja jadi asisten mas lagi ya, sebelum kita menikah." ucap Ken yang tidak memperdulikan ucapan Sandra.


"Kan aku sudah mengundurkan diri mas."


"Dan aku tidak menerima penolakan, lagian pengunduran diri kamu belum di setujui oleh papah dan mamah."


"Kalau begitu berarti hubungan kita ini hubungan antara bos dan bawahan, Bos Dan Aku." ucap Sandra sambil menunjuk dada Ken lalu menunjuk dada nya sendiri.


"Dan kalau sudah menikah, bos nya kamu dan bawahan nya aku." ucap Ken yang membuat Sandra tertawa.


"Kamu ini ada-ada saja mas." ucap Sandra sambil tertawa.


Sungguh kecantikan Sandra bertambah berkali lipat ketika dirinya sedang tertawa lepas sperti itu, membuat Ken menatap tanpa berkedip.


"Kenapa mas menatap aku seperti itu?" tanya Sandra sambil menghentikan tawa nya.


"Sumpah kalau lagi tertawa seperti itu kamu lebih cantik sayang." ucap Ken sambil memeluk pinggang Sandra dan menarik nya lebih dekat lagi dengan tubuh nya.


"Mas juga tampan."


Mereka pun saling menatap dengan tangan Sandra di atas dada Ken.


Dengan perlahan Ken mendekatkan wajah nya ke wajah Sandra dan bibir nya mendarat mulus di bibir nya Sandra.


Dua sejoli yang sedang jatuh cinta, menikmati kebersamaan nya, mereka mencurahkan rasa cinta mereka lewat sebuah ciuman, mereka tidak perduli mereka ada di mana.


Kedua tangan Sandra sudah berpindah memeluk leher Ken, sedangkan sebelah tangan Ken memeluk erat pinggang Sandra dan sebelah tangan nya lagi Ken gunakan untuk menahan tengkuk Sandra.


Bibir Sandra yang membuat candu Ken sejak malam kemarin membuat Ken ingin terus melahap nya, Sandra yang sedikit-sedikit sudah mulai menguasai nya ikut membalas ciuman dari Ken.


Mereka begitu menikmati nya hingga tanpa sadar mereka sudah di kelilingi kedua pihak keluarga mereka, mereka semua hanya menatap sambil tersenyum, tidak ada satu orang pun yang ingin mengganggu mereka berdua.


Sandra yang sedang terlena ciuman dari Ken sedikit membuka mata nya, dan tampak lah seorang pria yang menjaga nya sejak kecil sedang menatap nya tajam.

__ADS_1


"Abang." gumam bathin Sandra dan spontan melepaskan ciuman dan pelukan nya serta menjauhkan tubuh nya dari Ken.


__ADS_2