Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Pengakuan Baron


__ADS_3

"Mah, om dan tante saya izin ke depan dulu." ucap Ken dengan sopan.


"Ya sudah nak, kamu kan lagi kangen sama Sandra jadi kejar sana." ucap bu Adriana sambil tersenyum.


Ken pun pergi mengejar Sandra setelah mendapat izin dari mereka bertiga.


"Punya anak berapa sekarang kamu Na?" tanya Baron setelah kepergian Sandra dan Ken.


"Aku sudah ngga bisa punya anak sama seperti Ralin." jawab Adriana.


Baron yang belum tahu masalah nya pun menatap wajah Ralin dengan tatapan penasaran nya.


"Sudah lah jangan bahas masa lalu, yang penting sekarang kita sudah pada bahagia." ucap Ralin yang memang sudah ngga mau membehas nya lagi.


"Sekarang aku yang ingin bertanya, mas kemana kan anak nya Ralin?" tanya Adriana dengan wajah serius nya.


"Na, sudah lah, biarkan waktu yang akan menjawab nya, kalau memang dia masih harus bersatu denganku pasti aku akan di pertemukan dengan nya, seperti aku sekarang di pertemukan kembali dengan mas Baron." ucap Ralin.


"Ya aku juga tahu dengan semua itu Lin, aku cuma ingin tahu cerita sebenar nya dari mas Baron sendiri." ucap Adriana.


"Baiklah akan aku ceritakan semua nya kepada kamu." ucap Baron lalu menceritakan nya dari awal sampai dia bertemu dengan Ralin dan duduk bersama Adriana sekarang .


Adriana dengan serius mendengarkan semua yang di ceritakan oleh Baron.


"Jadi begitulah Na cerita nya." Baron pun mengakhiri cerita nya.


"Menyesal kan kamu? makanya sebelum kamu melakukan apapun harus nya kamu pikir-pikir dulu." ucap Adriana.


"Iya Na, dan saya berjanji akan terus mencari keberadaan nya sampai saya menutup mata ini." ucap Baron sambil menunduk.

__ADS_1


"Susah untuk mencari seseorang yang sudah menghilang dari kita, apalagi dia seorang bayi merah, tapi kalau memang sudah takdir nya untuk kalian bersatu, pasti tuhan akan membantu kalian." ucap Adriana.


"Makanya sekarang aku pasrah saja Na, kalau lagi kangen anakku, sekarang aku bisa memeluk Sandra, karena kalau di hitung-hitung usia nya seumuran dengan anakku." ucap Raliin.


"Kamu beruntung sekali ya Lin." ucap ADriana sambil tersenyum.


"Kamu juga sangat beruntung Na, sampai kamu di nikahi mas Anthoni dan di sayangi Ken." ucap Ralin.


"Jadi kamu menikah lagi Na? terus suami kamu yang dulu kemana?" tanya Baron.


"Suami ku sudah pergi mas, malam itu ponselku berbunyi, setelah ku terima ternyata panggilan dari Ralin yang sedang meminta tolong, akhir nya aku sambil membawa Putri dan mas Radit pergi ke rumah Ralin, dan di sana Ralin sudah tergeletak pingsan." ucap Adriana lalu menghembuskan nafas nya.


Baron mendengarkan nya dengan serius tanpa bertanya karena dia ingin benar-benar jelas mendengar kan cerita nya.


"Kita langsung membawa Ralin ke rumah sakit, tapi karena di rumah sakit cuaca nya dingin dan tidak baik untuk Putri, maka mas Radit mau menitipkan Putri ke tetangga sebelah, tapi naas di jalan xxxx pas belokan ada sebuah mobil yang jalan nya sangat kencang menabrak mobil yang di kendarai mas Radit, dan akhir nya tabrakan maut pun terjadi hingga menyebabkan Putri langsung meninggal di tempat, sedangkan mas Radit masih sempat di larikan ke rumah sakit, tapi Tuhan punya rencana lain untukku hingga dia pergi menyusul Putri, kita berdua terpuruk kehilangan anak kita, maka dari itu aku menjual rumah dan mobil peninggalan mas Radit lalu pindah kesini dan di pertemukan dengan mas Anthoni yang sekarang menjadi suamiku." ucap Adriana.


Baron sangat gelisah setelah mendengar cerita dari Sandra.


"Mas kenapa? kamu sakit?" tanya Ralin sambil mengusap kening Baron yang sudah di banjiri dengan keringat.


"Ngga mas hanya" jawab Baron dengan wajah yang tidak tenang, dia bingung antara harus jujur atau tidak.


"Maaf kan saya Na, maaf kan saya, sungguh waktu itu saya ngga sengaja." ucap Baron yang langsung duduk bersimpuh di kaki nya Adriana.


Tanpa pikir panjang Baron langsung bersimpuh di kaki nya Adriana dan meminta maaf, apapun ke depan nya yang akan Adriana lakukan kepada diri nya dia ikhlas,


Ralin dan Adrian saling menatap heran, mereka berdua belum paham kenapa Baron meminta maaf sampai segitu nya.


"Mas bangun, mas jangan begini, kenapa mas minta maaf sama saya? harus nya mas minta maaf sama Ralin, karena yang di sakiti oleh mas kan Ralin." ucap Adriana sambil terus berusaha membangunkan Baron.

__ADS_1


"Mas, coba mas nya sini duduk dulu, lalu ceritakan apa yang telah terjadi hingga mas minta maaf seperti itu sama Adriana." ucap Ralin sambil menarik tangan nya Baron,


"Maaf kan mas, kalau benar kejadian nya di jalan xxxx berarti yang sudah mas tabrak itu suami nya Adriana." ucap Baron sambil menunduk.


"Apa! kamu jahat mas." teriak Adriana sambil memukul kepala Baron dari samping, niat nya sih menampar tapi Baron nya lagi menunduk, jadi yang kena kepala nya.


"Kamu telah memisahkan aku dengan anak dan suami ku." teriak Adriana sambil terus memukul Baron.


Ralin bingung antara harus merelai atau membiarkan nya, Ralin juga marah dan kecewa setelah mendengar pengakuan dari Baron.


Kalau dirinya melerai, pasti Adriana marah seakan-akan Ralin yang membela nya, tapi kalau ngga di lerai kasihan sama Baron yang terus-terusan mendapat pukulan dari tangan dan tas nya Adriana.


Baron hanya diam menunduk, dia tidak ada niat sedikit pun untuk membalas nya, karena semua itu memang kesalahan nya sendiri.


Kalau saja Baron yang dulu, mungkin Baron sudah menghajar dan membanting Adriana, tapi Baron yang sekarang sudah benar-benar berubah, jadi dia hanya diam dan terus menerima pukulan dari Adriana.


Mereka yang sedang di depan pun mendengar teriakan dari Adriana yang sedang memarahi Baron


"Mamah, kenapa dengan mamah." gumam Ken lalu masuk ke dalam dengan sedikit berlari.


"Tante." ucap mereka bertiga dan langsung masuk ke dalam mengikuti langkah Ken.


"Kamu jahat mas, kamu jahat." teriak Adriana sambil terus memukuli Baron.


"Mah, sudah mah, mamah kenapa?"teriak Ken sambil memeluk erat Adriana dari belakang.


"Mah, ada apa dengan ayah dan tante Adriana?" tanya Sandra.


Ralin hanya diam sambil menitikkan air matanya.

__ADS_1


"Mah, menangis lah, nanti kalau mamah sudah siap baru mamah ceritakan pada Sandra." ucap Sandra sambil memeluk erat Ralin.


Jev dan Lisna hanya bisa saling  menatap dan menunggu jawaban dari semua yang terjadi.


__ADS_2