
"Mah, ini pesa nan nya." ucap Jev dengan terbata karena merasa telah mengganggu kemesraan Baron dan Ralin.
Ralin langsung melepaskan pelukan dan menjauhkan wajah nya dari wajah Baron dengan muka sudah berubah menjadi merah karena malu kepergok sama Jev sedang berciuman dengan Baron suami nya.
"Maaf mengganggu." ucap Jev sambil membalikkan kembali tubuh nya.
"Nggga kok nak, masuk saja, ada apa nak?" tanya Ralin sambil sedikit merapihkan baju nya yang sudah di singkapkan oleh Baron.
"Selalu saja ada yang mengganggu." gumam Baron yang masih terdengar oleh Jev.
"Makanya Yah, kalau mau bermesraan itu pintu nya di tutup lalu di kunci." ucap Jev sambil tersenyum.
"Sudah jangan di bahas lagi. ada apa nak?" Ralin pun mengalihkan pembicaraan mereka.
"Itu mah pesanan makanan nya sudah datang, tapi kok banyak sekali sih mah, seperti mau kedatangan tamu saja." ucap Jev.
"Oh sudah datang ya? iya mamah sengaja pesan banyak soalnya mau ada sahabat mamah bersama anak nya kesini." ucap Ralin.
"Oh pantas saja makanan nya banyak, ya sudah silahkan di lanjut lagi aja, abang mau nemenin Lisna menata makanan nya." ucap Jev dengan sedikit senyuman nya.
"Ngga, sudah cukup, nanti takut kelepasan." jawab Ralin.
"Tahan dulu ya Yah, belum saat nya." ucap Jev sambil tertawa.
"Awas kamu ya." teriak Baron sambil menatap tajam Jev.
Jev pun yang merasa takut dengan tatapan tajam nya Baron, langsung pergi menemui Lisna yang sedang menata makanan nya.
"Sudah lah mas, memang benar kok apa yang diucapkan Jev." ucap Ralin.
"Pokok nya awas ya Sayang, setelah kita menghalalkan kembali hubungan kita nanti, mas ngga bakal kasih kamu libur, setiap hari kamu harus melayani mas." ucap Baron.
"Ngga, mendingan kita ngga usah halal lagi deh daripada setiap malam aku harus melayani mu mas, aku juga punya rasa capek dan lelah mas, masa setiap malam harus di goyang terus, bisa-bisa aku ngga bisa bangun dari tempat tidur." ucap Ralin dengan serius.
"Ngga sayang, mas cuma bercanda kok, mas kan sudah janji ngga bakalan menyakiti fisik dan hati kamu lagi." ucap Baron sambil menyentuh kedua pipi Ralin.
__ADS_1
"Nah kalau kelakuan manis yang mas berikan sama aku pasti nya aku ngga akan menolak." ucap Ralin sambil menatap mata Baron dengan bibir tersenyum.
"Mas janji sayang, kalau mas melanggar nya kamu boleh menghukum mas." ucap Baron lalu mencium lembut bibir Ralin.
Seakan-akan bibi Ralin ini ada gula nya hingga membuat Baron selalu ingin mencium nya.
"Mas cukup, apa ngga bosen dari tadi mencium bibir aku terus." ucap Ralin setelah melepaskan ciuman nya.
"Karena bibir kamu manis sayang, bibir kamu jadi candu buat mas, coba kamu bayangkan puluhan tahun mas tidak merasakan apa yang seharus nya lelaki normal rasakan, sudah puluhan tahun mas tidak merasakan tubuh dan bibir kamu ini, jadi sekarang seperti mas lagi di padang pasir dan kehausan, dan bibir kamu ini ibarat nya air yang selalu menyejukkan jiwa mas." jawab Baron sambil tersenyum.
"Memang benar mas belum menyentuh wanita lain selama kita berpisah?" tanya Ralin yang masih belum percaya dengan segala ucapan nya.
Karena identik nya seorang pria ngga bisa tahan dengan hasrat nya.
"Mas berani bersumpah sayang, godaan memang sering datang dan selalu datang, tapi bayangan wajah kamu selalu muncul di saat waktu yang tepat hingga membuat mas menahan dan terus menahan nya." jawab Baron.
"Baiklah aku percaya, untuk sekarang mas bersabar lagi, karena minggu depan aku akan memuaskan kamu mas." ucap Ralin dengan kerlingan mata nya lalu berlari keluar kamar.
"Sudah mulai nakal rupanya kamu sayang, awas ya kamu." gumam Baron sambil tersenyum lalu pergi mengikuti langkah kaki nya Ralin.
"Sudah kok mah, kenapa?" tanya Sandra.
"Makanan nya sudah datang nak, ayo kita ke ruang makan." jawab Ralin.
"Ternyata kamu kesini." ucap Baron yang kini sudah berdiri di belakang Ralin.
"Ya ampun Yah, baru juga datang udah di cariin, lagian ya mamah juga lihat aku di kamarnya bukan pergi ke luar negeri." ucap Sandra sambil menggelengkan kepala nya.
Sandra tidak habis pikir dengan ayah angkat nya ini, sungguh terlalu bucin kalau menurut Sandra.
"Biarin saja, mamah kan milik ayah seorang." ucap Baron.
"Iya tapi untuk sekarang mamah milik aku dan ayah belum di perbolehkan berduaan dengan mamah." ucap Sandra.
"Ya ngga apa-apa yang penting kita tidak melakukan hal yang di luar batas." ucap Baron ngga mau kalah.
__ADS_1
"Sudah cukup, sekarang ayo kita ke bawah, nanti makanan nya keburu dingin." ucap Ralin sambil pergi meninggalkan Sandra dan Baron.
"Tunggu mah, aku ikut makan, aku lapar." teriak Sandra yang berlari mengejar Ralin di ikuti Baron.
Baron dan Sandra seperti anak kecil yang memperebutkan ibu nya.
"Ayo mah kita ke ruang makan nya bareng." ucap Sandra sambil memeluk Ralin dari samping kanan nya.
"Bareng sama mas saja." ucap Baron sambil memeluk Ralin dari samping kiri nya.
"Ya ampun kalian ini seperti anak kecil deh, sekarang lepaskan tangan kalian berdua dari bahu mamah, mamah jadi susah jalan nya kalau begini." ucap Ralin.
Baron dan Sandra pun seakan-akan tidak mendengar ocehan Ralin, mereka terus saja memeluk erat Ralin sambil berjalan.
Terdengar suara bel yang sangat nyaring terdengar oleh mereka semua.
"Sekarang lepaskan dan tunggu di ruang makan, mamah mau lihat siapa yang datang." ucap Ralin.
"Ya ampun kalian kenapa pada saling berpelukan di sini? bukan nya bukain pintu nya." ucap Jev sambil menatap mereka bertiga.
"Ngga apa-apa kak, biar aku saja yang buka, kalian tunggu saja di meja makan." ucap Lisna lalu pergi menuju pintu utama.
Mereka pun akhir nya melepaskan pelukan nya dan duduk di kursi masing-masing.
"Oh bu Adriana, silahkan masuk bu." ucap Lisna dengan sopan.
"Tumben butik nya udah rapih, seperti nya Ralin lagi terima tamu ya Lis, soalnya saya lihat ada mobil di depan." ucap bu Adriana sambil melangkah masuk di ikuti Ken dari belakang.
"Iya bu dan sekarang mereka pada mau makan, mari bu langsung ke ruang makan saja, karena bu Ralin sudah menyuruh saya untuk membawa ibu ke dalam." ucap Lisna yang memang sudah di beri tahu akan kedatangan Adriana oleh Ralin.
Mereka pun berjalan menuju ruang makan, betapa kaget nya Ken dan Adriana ketika melihat ada orang yang dia kenali sedang duduk sambil bercanda dengan Ralin.
"Sandra."
"Sandra, mas Baron."
__ADS_1
Teriak Adriana dan Ken secara bersamaan dengan mata yang terus menatap tanpa berkedip.