Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Melumpuhkan nya


__ADS_3

"Kita ke rumah ibu atau ke rumah bos?' tanya Jay sambil melajukan mobil nya.


Baron sudah memberitahu Jay dan menyuruh Jay untuk menjemput nya ke bandara, awal nya Jay bertanya-tanya dengan kepulangan bos nya yang terlalu cepat ini, tapi setelah Baron menjelaskan semua nya, Jay pun mengerti dan tidak banyak bertanya lagi.


"Aku antar kamu pulang ke rumah dulu ya sayang, biar kamu di temani bu Murni." ucap Baron sambil membelai rambut Ralin.


"Tidak! Aku ingin ikut bersama mas, aku ingin ikut mencari Sandra." ucap Ralin sambil kembali menangis.


"Tapi di sana sangat bahaya sayang, lebih baik kamu di rumah sama bu Murni." Baron terus merayu Ralin agar dirinya tidak ikut ke markas Bobi, karena Baron tidak mau terjadi apa-apa sama istri nya itu.


"Mas, sudah cukup aku kehilangan anak kandung ku, jangan biarkan aku kehilangan Sandra juga, aku ingin ikut mencari nya, aku ingin memastikan keselamatan nya walaupun aku dalam bahaya sekali pun." ucap Ralin dalam isak tangis nya.


Baron terdiam, dia ngga bisa berkata apa-apa lagi kalau Ralin sudah menyangkut perihal anak kandung mereka.


"Aku lemah kalau kamu sudah mengungkit anak kita sayang." gumam bathin Baron.


"Baiklah sayang, kamu ikut mas, tapi kamu diam di mobil di temani Jay, kamu jangan keluar dari mobil sebelum mas memberikan instruksi." Baron pun mengalah dan mengijinkan Ralin untuk ikut bersama nya.


Jay hanya diam dan fokus menatap jalanan, dirinya tidak mau sampai mengganggu bos dan istri nya.


"Bos, seperti nya itu mobil ibu." ucap Jay sambil menghampiri dan menghentikan mobil nya tepat di belakang mobil Ralin.


"Iya mas, itu mobil aku." ucap Ralin sambil mau membuka pintu mobil nya.


"Sayang dengarkan mas, tempat ini sangat berbahaya, mas tidak mau terjadi apa-apa sama kamu, kalau kamu ingin Sandra kembali dengan selamat, dengarkan kata-kata mas." ucap Baron sambil menarik tangan Ralin.


Ralin terdiam dan menatap protes kepada Baron, tapi Baron sebisa mungkin terus merayu Ralin agar tidak keluar dari dalam mobil.


"Percaya kan semuanya sama mas, kamu menyayangi Sandra kan?" Ralin pun mengangguk sambil menghapus air mata nya.

__ADS_1


"Kalau begitu nurut sama mas, mas janji akan membawa Sandra ke hadapan kamu." ucap Baron lalu mencium seluruh wajah Ralin.


"Jay, kamu jaga ibu, jangan sampai dia keluar dari dalam mobil, kalau sampai ibu keluar dari mobil nyawa kamu taruhan nya." ucap Baron dengan sungguh-sungguh.


Jay tahu kalau ucapan Baron sungguh-sungguh, Jay sudah lama hidup bersama Baron, jadi dia tahu mana yang bercanda dan mana yang sungguh-sungguh.


"Baik bos, saya pastikan ibu tidak keluar dari dalam mobil." Jay ngga mau melihat Baron murka, karena kalau Baron sudah murka habis lah semua nya.


"Hati-hati mas." ucap Ralin lalu mencium bibir Baron sebentar.


"Kondisi seperti ini pun masih saja sempat untuk melakukan hal yang mesra." gumam bathin Jay yang tanpa sengaja melihat nya dari kaca spion depan.


Baron pun keluar dari mobil, dirinya mengendap-ngendap menuju markas Bobi.


Baron melihat beberapa anak buah Bobi yang sudah terkapar di luar.


"Bagus nak, kamu bisa diandalkan teryata, ngga sia-sia gen vetir mengangkat kamu sebagai anak nya.


Sementara di dalam mobil, Jay sedang berusaha meyaklin kan Ralin agar Ralin tidak keluar dari dalam mobil.


"Buka pintu nya Jay, kalau kamu ngga buka aku akan memecat kamu." teriak Ralin sambil berusaha membuka pintu mobil yang sudah di kunci sama Jay.


Jay sudah tahu apa yang akan di lakukan Ralin jika Baron sudah keluar dari mobil, maka dari itu begitu Baron keluar dari mobil, Jay langsung mengunci nya dnegan otomatis.


"Tidak bu, saya tidak akan membuka nya walaupun ibu membunuh saya sekalipun." ucap Jay dengan jelas.


"Kamu ini ternyata brengsek ya Jay, jangan harap kamu bisa bekerja lagi dengan suami saya."


"Saya lebih baik di pecat dari pada melihat bos murka, asal ibu tahu kalau dia sudah murka, seisi dunia pun akan dia bunuh."

__ADS_1


Ralin pun terdiam, dia mengingat kembali ketika dirinya di tendang oleh Baron, Baron tanpa melihat siapa di depan nya, kalau dia sudah marah dia pasti akan menghabisi nya.


"Jadi menurut saya, ibu lebih baik diam di sini dan berdo*a agar mereka semua kembali dengan selamat." Jay terus merayu Ralin agar tidak terus-terusan minta di bukain pintu mobil.


"Ya Allah, selamatkan mereka, jangan sampai mereka terluka sedikit pun, baru saja aku merasakan kebahagian ini, jadi jangan kau ambil kembali kebahagiaan aku." Ralin pun berdo*a dalam hati nya sambil kembali meneteskan air mata nya.


Jay yang melihat Ralin diam sambil menangis pun hanya bisa diam, bukan Jay tidak kasihan melihat Ralin seperti itu, tapi pesan dari bos nya tidak main-main.


Begitu Baron masuk ke dalam ruangan yang di duga oleh dirinya tempat mereka menyekap Sandra dia melihat Bobi yang ingin melayangkan sebuah jurus mematikan kepada Jay.


Baron tahu kalau jurus itu mematikan, karena dirinya pun menguasai jurus itu, tanpa menyia-nyiakan waktu, Baron pun melayang kan jurus buat melumpuhkan Bobi.


Dirinya bukan ngga mampu dan ngga bisa membuat Bobi mati seketika, tapi dia masih ingat istrinya yang baru dia miliki kembali, dia tidak ingin berpisah kembali dengan istri nya, jadi Baron hanya memberikan serangan yang hanya membuat Bobi cidera seumur hidup nya.


Begitu Bobi melayangkan jurus nya, Baron dengan gerakan cepat menghadang dan melayang kan sebuah tendangan tepat di bagian tulang yang akan mudah retak dan hancur hingga membuat kaki Bobi harus diamputasi.


"Bugh." sebuah tendangan yang sangat keras dan mematikan mengenai salah satu kaki Bobi, hingga membuat Bobi berteriak kesakitan.


"Arrrrggghhhhh."


Bertepatan dengan ambruk nya Bobi, Miranda berlari dan memeluk Bobi sang kekasih.


"Tidak." teriak Miranda sambil memeluk nya.


"Kakak." teriak Sarah lalu menghampiri Bobi yang sudah ambruk, Sam dengan susah payah menggeser tubuh nya menghampiri calon kakak ipar nya.


"A_yah." ucap Jev dengan suara lemah nya, dan akhir nya tidak sadarkan diri.


"Jev, kamu harus kuat nak, Ken kamu jaga dulu Jev, saya mau bawa Sandra ke mobil, biar nanti Jay yang bantu kamu mengangkat tubuh Jev, Lisna ikut ayah." ucap Baron lalu menghampiri Sandra dan menggendong nya.

__ADS_1


Lisna pun mengikuti langkah Baron keluar dari markas Bobi dengan perasaan yang tidak menentu.


__ADS_2