Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Bukan Pilihan


__ADS_3

"Bisa kalian jelaskan, apa yang kalian lakukan tadi di dalam kamar?' tanya bu Adriana sambil menatap Ken dan Sandra.


"Kan tadi sudah kita jelaskan mah." jawab Ken.


"Memang nya ada kejadian apa tadi di kamar nya Ken mah?" tanya pak Anthoni.


"Mamah melihat mereka saling pelukan dan hampir saja mereka berciuman pah, jadi mamah memutuskan untuk menikahkan mereka." jawab bu Adriana.


"Tapi saya ngga ngapa-ngapain bu, semua yang tuan Ken ucapkan memang benar." ucap Sandra.


"Karena kalian sering bersama dan kalian sama-sama ngga punya pasangan, mamah ingin kalian berdua menikah, biar mamah menjalani hidup ini dengan tenang, mamah tenang jika Sandra menjadi istri kamu Ken." ucap bu Adriana.


"Tapi ngga bisa gitu dong mah, masa hanya karena mamah melihat aku sedang meluk Sandra, langsung mau di nikahkan saja." protes Ken.


"Karena mamah khawatir kalian melakukan lebih dari yang mamah lihat tadi." ucap bu Adriana.


"Tapi kan yang mengusulkan Sandra menjadi asistenku kan mamah, sekarang mamah malah yang khawatir akan kebersamaan kita." jawab Ken.


"Ya sudah kalau gitu kamu tinggal pilih, mau menikahi Sandra atau Sandra stop sampai di sini saja jadi asisten kamu?" tanya bu Adriana dengan serius.


Sedangkan pak Anthoni, dia hanya jadi pendengar setia, dia yakin dengan keputusan istri nya. karena selama menikah dengan nya, Adriana ngga pernah mengecewakan dalam memberikan keputusan nya.


"Tapi mah, ini sih bukan pilihan mah, tapi keputusan." ucap Ken.


"Ya kamu tinggal putuskan saja, mau menikahi nya atau menyuruh nya berhenti, selesai kan." ucap bu Adriana.


"Begini saja, kalau menurut papah, Sandra libur saja dulu selama satu minggu, dalam waktu satu minggu itu kamu pasti akan mendapat kan jawaban nya." ucap pak Anthoni.


"Baik, mamah setuju dengan saran dari papah." ucap bu Adriana.


"Jadi sekarang Ken pergi ke kantor sendirian?" tanya Ken .


"Iya dong Ken sayang, kan Sandra nya mulai hari ini libur satu minggu." jawab bu Adriana.


"Dan untuk Sandra, kamu ngga usah khawatir nak, saya akan membayar kamu full sesuai perjanjian." ucap pak Anthoni.


"Terima kasih pak, bu." ucap Sandra.


Ken pun pergi ke kantor sendirian tanpa di temani Sandra, sepanjang perjalanan Ken merasa hampa dan sepi.

__ADS_1


Sedangkan Sandra sendiri setelah kepergian Ken, Sandra memutus kan untuk pulang dan menikmati hari libur nya.


"Mah, apa keputusan mamah sudah bulat?" tanya pak Anthoni.


"Mamah yakin mereka berdua ngga bisa hidup berjauhan, mereka sebenar nya saling menyukai tapi mereka belum sadar dengan perasaan mereka." jawab bu Adriana.


"Oke lah kita lihat minggu depan saja, apa yang akan terjadi pada mereka." ucap pak Anthoni.


*


*


Ken seperti biasa sesampai nya di kantor langsung di sibukan dengan kerjaan nya hingga tanpa terasa jam makan siang sudah tiba waktu nya.


"San, kita makan siang di tempat biasa saja." ucap Ken sambil melihat ke arah sofa yang biasa Sandra duduk di sana menunggu dirinya selesai bekerja.


"****, gue lupa kalau Sandra kan libur satu minggu." gumam Ken dengan wajah kesal nya.


"Hai bro, kenapa lo bengong? habis di putusin ya?" tanya Agam sambil menghampiri nya.


"Tumben kalian datang kesini." ucap Ken sambil menatap Agam dan Davin.


"Kita mau ajak lo makan siang bareng, ni kita udah belikan makanan nya." jawab Agam sambil mengeluarkan makanan yang dia bawa.


"Kita itu tadi ada di sekitaran sini, dan kita berinisiatif datangin lo, kan udah lama juga kita ngga ketemu." ucap Davin.


"Oh iya gimana tunangan lo itu? apa kalian masih atau sudah putus?" tanya Agam.


"Masih lah, malah nyokap ingin kita cepat-cepat menikah." jawab Ken.


"Wah restu nya udah lo kantongin tuh, tinggal lo nya aja yang siap." ucap Davin.


"Nah itu dia, gue sekarang lagi ngeyakinin hati gue sendiri, dan kita memutuskan untuk tidak bertemu selama satu minggu." ucap Ken.


"Emang lo sanggup? sudah lah kan lagi jauh ni sama dia, mendingan kita ke club nanti malam gimana?" ajak Davin.


"Ngga ah gue males, entah kenapa gue sekarang malas pergi ke tempat seperti itu." jawab Ken.


"Wow ternyata, begitu cepat nya lo insyaf ya? apa karena tunangan lo itu?" tanya Agam.

__ADS_1


"Entahlah." jawab Ken singkat.


*


*


Dari siang hari kerjaan nya Sandra hanya tiduran saja, dia merasa hidup nya ada sebagian yang hilang, tapi entah apa, dia pun  ngga paham dengan perasaan nya kini.


"Ah, mendingan aku pergi jalan-jalan saja biar perasaan ku ini tenang." gumam bathin Sandra sambil bangun dari rebahan nya.


Seperti biasa Sandra kalau pergi keluar dia selalu membawa tas selempang nya, dia berjalan menyusuri jalanan sambil melihat kendaraan yang berlalu lalang, hingga dia tiba di sebuah jembatan.


Dia melihat gemericik air yang ada di bawah jembatan tersebut, rambut nya yang panjang  terbawa angin dan memperlihat kan wajah cantik nya.


"Bos, bukan kah perempuan itu target nya?" tanya seorang pria kepada Sarah.


"Ya benar itu dia, tapi seperti nya dia lagi sendirian." jawab Sarah lalu mengambil poto Sandra dan mengirimkan nya ke Black kakak nya.


"Ini saat nya kamu mendapatkan pembalasan dari aku wanita mu ra han." gumam Sarah sambil mengirimkan poto ke kontak Black.


Setelah mengirimkan poto, Sarah pun langsung menghubungi Black memberi tahu posisi Sandra saat ini berada.


"Kak perempuan itu seperti nya lagi sendiri, jadi kakak langsung saja ke lokasi, aku tunggu di sini." ucap Sarah setelah Balck menerima panggilan nya.


"Oke, kakak ke sana sekarang, kamu pantau terus jangan sampai kehilangan jejak." jawab Black.


"Iya kak, cepat ya." ucap Sarah lalu memutuskan panggilan nya.


"Rasain kamu wanita ja lang, jangan coba-coba berurusan denganku." gumam bathin Sarah sambil tersenyum smirk.


"Lexy ayo kita pergi ke jembatan xxxx sekarang juga." ucap Black kepada anak buah nya.


"Oke bos." jawab Lexy.


"Aku ikut ya sayang." ucap Miranda sambil bergelayut manja di tangan Black.


"Kamu diam saja di rumah, ini sangat bahaya sayang." jawab Black.


"Ngga, pokok nya aku akan ikut, aku takut kamu kenapa-kenapa." ucap Miranda sambil mengerucut kan bibir nya.

__ADS_1


"Ya sudah kalau kamu mau ikut, kamu siap-siap sana, tapi nanti malam jatahku double ya hunny." ucap Black lalu mencium bibir nya Miranda.


"Sudah cukup, nanti malam kita lanjutkan lagi, bukan nya sekarang kita harus pergi." ucap Miranda setelah melepaskan ciuman nya.


__ADS_2