Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Menguasai


__ADS_3

Setelah beberapa hari di rumah sakit, kini mereka sudah berkumpul di rumah nya Baron, dulu rumah ini sepi bagaikan tidak ada penghuni nya, tapi semenjak kedatangan anak dan istri nya, rumah Baron ini terasa hidup dan berwarna, apalagi sekarang di tambah ada sepasang cucu mereka.


Awal nya Adriana dan Baron berdebat masalah Sandra dan Ken harus tinggal dimana, mereka berdua sama-sama ingin menguasai cucu nya.


"Pokok nya Ken sama Sandra harus tinggal sama saya." ucap Adriana.


"Tidak bisa, mereka harus tinggal di rumah saya." ucap Baron dengan tegas dan lantang.


Mereka berdua terus berdebat dan tidak menghiraukan keadaan sekitar, mereka tidak sadar kalau mereka masih di rumah sakit.


"Sudah cukup, kalau mamah sama ayah berdebat terus, Ken akan membawa Sandra dan Kendra tinggal di luar negeri, biar kalian semua tidak berdebat lagi." sengaja Ken menggertak kedua nya, agar mereka bisa menyudahi perdebatan mereka.


"Tidak, jangan." teriak Adriana dan Baron secara bersamaan.


"Sekarang aku putuskan, seminggu d rumah mamah dan seminggu di rumah ayah mertua. Bagai mana? kalau kalian merasa keberatan Ken tidak akan segan-segan membawa Sandra dan Kendra ke luar negeri."


Adriana dan Baron pun pasrah dengan keputusan dari Ken, mereka memilih menyetujui nya dari pada Kendra di bawa ke luar negeri.


Ralin dan Sandra hanya diam sambil menggelengkan kepala nya, mereka berdua pusing dengan perdebatan ini.


Setelah di putuskan maka sepulang dari rumah sakit semua nya tinggal di rumah nya Baron.


Lisna pulang bersama Jev dengan memakai mobil nya sendiri, begitu pun Ken dan Sandra.


Ralin dan Baron pulang naik mobil Baron yang di kemudikan oleh Jay, Ralin dan Baron memilih menggendong baby Kendra dan membawa nya bersama mereka, sedangkan baby Salsa di bawa Adriana dan Antoni.


"Mas, kok aku seperti yang belum punya anak ya? Terus kemarin yang ada dalam perut ku siapa?" tanya Sandra yang kesal dengan kedua orang tua nya yang sudah mengambil baby Kendra dari gendongan nya.


"Sudah lah sayang biarkan mereka membawa nya, mereka kan sangat mengharapkan kehadiran nya, apalagi ayah, ayah itu antusias sekali karena dari dulu kan ayah ingin punya bayi laki-laki." ucap Jev sambil fokus mengemudi.

__ADS_1


"Tapi kan ngga gini juga kali, aku kan ibu nya, aku juga ingin menggendong baby Kendra."


"Ya sudah nanti kita buat baby lagi, biar ngga rebutan." Jev menggoda Sandra sambil tersenyum.


"Dasar mesum, kamu ini ya mas, kalau cium aku itu harus tahu tempat, malu kan kemarin kepergok sama abang di rumah sakit." Sandra kesal dengan Ken karena dia selalu mengambil ciuman nya di sembarang tempat, ya walaupun tidak di pungkiri Sandra juga menikmati ya.


"Tapi kamu juga menikmati nya kan sayang."


"Ya iya sih, tapi kan mas yang mulai, sudah lah pokok nya mulai sekarang sampai dua bulan ke depan mas jangan ganggu tidur aku, mas puasa."


"Iya, mas akan puasa dan menahan nya, paling juga pelampiasan nya di kamar mandi." Sandra tersenyum membayangkan suami nya yang sedang bersolo karir.


Sama seperti Sandra, Lisna pun sedikit kesal dengan Adriana, dirinya juga ingin menggendong dan bermain-main dengan baby nya, tapi apalah daya kalau mereka sudah menentukan.


"Kamu kenapa Yang? Kok diam saja dari tadi?" tanya Jev sambil melirik istri nya.


"Sudah lah, jangan di pikirkan dan jangan diambil hati, nanti kita buat lagi."


"Buat, buat, itu mah mau kamu, aku yang mengandung dan melahirkan capek mas,"


"Tapi kalau buat nya ngga capek kan? Kamu malah selalu menikmatinya dan minta nambah." Jev menggoda istri nya yang lagi kesal, bukan nya membuat Lisna tersenyum, tapi Lisna malah makin kesal dengan ucapan Jev.


"Au ah, capek ngomong sama mas." Lisna pun terdiam sambil menatap jalanan, di bibir kesal tapi lain lagi di hati nya.


"Iya juga sih, kalau buat nya itu bikin nagih, malah aku selalu ingin nambah, tapi aku suka malu meminta nya." gumam bathin Lisna sambil menyembunyikan senyuman nya.


Dan di sini lah sekarang mereka, di rumah Baron, bu Murni masak sangat banyak sekali untuk mereka semua, di bantu Ralin dan Adriana, sedangkan para kakek sedang menggendong baby Salsa dan baby Kendra.


Anthoni yang mengharapkan bayi seorang perempuan dari dulu merasa bahagia dengan kehadiran baby Salsa dan sekarang dia menguasai baby Salsa, sedangkan Baron menguasai baby Kendra.

__ADS_1


Sandra dan Lisna hanya duduk di sofa di temani suami mereka masing-masing.


"Kakak ipar lihat deh para kakek itu, mereka ngga kasihan apa sama kita ibu nya, mereka menguasai anak-anak kita, sedangkan kita yang selama sembilan bulan mengandung nya hanya sebentar saja untuk menggendong mereka, itu pun di kala mereka kehausan dan kelaparan." ucap Sandra sambil menatap ayah dan Anthoni yang sedang menggendong anak-anak mereka.


"Ya mau gimana lagi dek, kita juga ngga bisa melawan mereka, kita harus membiasakan diri saja, siang nya mereka yang menguasai dan malam nya baru kita yang menguasai." jawab Lisna.


"Terus nasib kita berdua gimana kalau malam nya di kuasai sama baby kita?" tanya Ken yang sekaligus mewakili pertanyaan Jev.


"Mas puasa, jadi ngga boleh menguasai aku dulu." ucap Sandra.


Wajah Ken dan Jev lesu apabila mengingat dirinya harus menahan hasrat nya dan berakhir di kamar mandi sendirian.


"Bang, kita ke mini market yuk." ajak Ken, Jev yang paham pun mengiyakan ajakan Ken.


"Mas, kalian mau apa ke mini market?" tanya Sandra dengan tatapan heran nya.


"Mau beli sabun buat stok." jawab Ken santai, Sandra dan Lisna yang mendengar nya pun tertawa terbahak-bahak membuat Antoni dan Baron menatap horor mereka, sehingga membuat Lisna dan Sandra menghentikan tertawa nya.


"Kenapa ayah dan om menatap kita seperti itu?" tanya Sandra.


"Kalian jangan berisik baby Salsa dan baby Kendra lagi tidur." ucap Baron dengan suara pelan nya, Sandra dan Lisna pun saling menatap dan terdiam.


"Sukur, lagian kalian malah ngetawain kita, ayo bang kita pergi." ucap Ken dengan senyum kemenangan nya.


"Mas beneran mau ke mini market?" tanya Sandra sambil memegang tangan Ken.


"Ngga dek, kita mau beli sesuatu aja, buat tanda puasa kita." ucap Jev.


Ken dan Jev memang sudah merencanakan sesuatu untuk menandai puasa mereka, dan itu hanya mereka berdua yang tahu

__ADS_1


__ADS_2