Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Mencari Pelayan


__ADS_3

Pagi hari Sandra sudah sibuk di dapur, dia membuat sarapan untuk ke tiga pria yang ada di rumah itu.


"Ya ampun nak, kamu pagi-pagi sudah sibuk, nanti ayah carikan pekerja buat beres-beres dan masak." ucap Baron yang melihat Sandra sudah sibuk di dapur.


"Ngga apa-apa ayah, kan ini juga hari pertama aku di rumah ayah." jawab Sandra.


"Tidak ada kata rumah ayah, rumah ini milik kamu juga." ucap Baron.


"Ayah mau di buatkan kopi atau teh manis?" tanya Sandra sambil tersenyum.


"Kopi saja nak, kopi nya ada di situ." jawab Baron sambil menunjuk tempat kopi.


"Abang sekalian ya dek." teriak Jev yang sudah rapih dan segar.


"Kamu udah siap kan boy?" tanya Baron sambil melihat ke arah Jev.


"Siap Yah." jawab Jev sambil duduk di samping Baron.


"Abang sudah rapih, mau kemana bang?" tanya Sandra sambil membuatkan kopi buat mereka berdua.


"Mau kerja, abang mulai sekarang menggantikan posisi ayah di Barlin Textile." jawab Baron.


"Wah semangat ya bang, jangan lupa kerja yang baik dan selalu jujur ya bang." ucap Sandra sambil menata kopi di atas meja.


"Iya dek, abang akan selalu ingat pesan-pesan ibu dan kamu." jawab Jev.


"Pagi bos, pagi anak-anak." ucap Jay lalu mengambil gelas dan kopi.


"Pagi om Jay, biar Sandra yang buatkan om." ucap Sandra sambil mengambil kopi dan gelas yang sedang di pegang oleh Jay.


"Ngga apa-apa, om sudah biasa buat sendiri nak." ucap Jay.


"Mulai sekarang aku yang akan buatkan buat kalian bertiga." ucap Sandra.


Jay pun menyerah lalu menyerahkan kopi dan gelas kepada Sandra.


"Nak, apa kamu punya kenalan seseorang yang lagi membutuhkan pekerjaan? tapi orang nya ngga boleh yang terlalu muda dan juga ngga boleh yang terlalu tua." tanya Baron.


"Buat kerja dimana yah?" Jev pun balik bertanya sambil menyeruput kopi buatan Sandra.


"Buat beres-beres dan masak di rumah ini, ayah ngga mau Sandra capek ngurus kita bertiga."


"Ngga apa-apa ayah, Sandra juga bisa kok." ucap Sandra sambil memberikan kopi kepada Jay.

__ADS_1


"Benar bos, kita harus ada pelayan di sini, kan kalau Sandra nanti kerja lagi terus yang bantu ngurus kita siapa? ngga mungkin kan kalau Sandra, kasihan kalau semua yang urus dia sendiri." ucap Jay.


"Ada sih yah dekat rumah yang kami tempati kemarin, dia seorang janda hidup seorang diri, dia penyayang dan juga rajin orang nya." ucap Jev.


"Usia nya kira-kira berapa nak?" tanya Baron.


"Seperti nya ngga jauh beda usia nya sama ayah dan om Jay." jawab Jev.


"Siapa bang?" tanya Sandra.


"Itu lo dek bu Murni yang selalu menyapa kita, yang rumah nya dekat pak RT." jawab Jev.


"Oh bu Murni, iya yah, kalau mau ayah pekerjakan bu Murni saja, soalnya kasihan dia hidup sendiri." ucap Sandra.


"Ya sudah kalau begitu kamu bawa dia kesini nak, tapi harus tinggal di sini kalau ngga mau tinggal di sini ayah ngga mau, soalnya kan kita ngga tahu jam berapa saja kita butuh dia." ucap Baron.


"Iya ayah, nanti Jev yang bilang ke bu Murni nya." jawab Jev.


"Ya sudah kalau gitu kita sarapan sekarang, hari ini kamu diam di rumah dulu ya nak, jangan kemana-mana, ayah ngga mau orang yang kemarin menyerang kamu lagi, luka kamu masih kelihatan." ucap Baron.


"Iya ayah, hari ini aku mau bersih-bersih rumah saja."


"Oh ya nak, gimana ponsel yang ayah berikan sudah di coba?" tanya Baron.


"Itu sudah ada no baru nya, dan ayah sudah save no nya, nanti ayah hubungi." ucap Baron.


"Lo yah, memang nya no aku yang kemarin dikemanain?" tanya Sandra.


"Ayah buang bersama ponsel nya." jawab Baron santai.


"Ya ampun ayah, kenapa ayah buang?" tanya Sandra.


"Ya kan ponsel nya udah rusak, ayah ngga berpikir untuk ngambil no nya, jadi ayah buang saja langsung tuh ponsel." jawab Baron.


"Sudah lah dek, kamu kan sudah ada ganti nya, nanti kalau sudah buka ponsel nya, adek langsung hubungi no abang ya? masih hapal kan no abang?" tanya Jev.


"iya bang, ya sudah kita sarapan saja dulu." ucap Sandra.


Mereka berempat pun menghabis kan sarapan mereka, Baron, Jev dan Jay pun langsung pergi ke Baron Textile sedangkan Sandra beres-beres di rumah sendirian.


*


*

__ADS_1


"Kak, kamu sudah sadar?"


"Yang, akhir nya kamu sadar juga.


"Bos,"


Ucap mereka bertiga secara bersamaan.


"Gue dimana?" tanya Bobi sambil memegang kepala nya yang sedikit masih terasa pusing.


"Di rumah sakit Yang, kamu jangan banyak gerak dulu." jawab Miranda.


"Aku harus membalas nya, Lex kumpulkan anak buah kita." ucap Bobi dengan penuh amarah.


"Sabar Yang, kamu harus pulihkan dulu badan kamu, jangan mikirin soal balas dendam dulu."


"Benar yang di katakan kak Miranda kak, kakak pulihkan dulu tubuh kakak lalu kita buat rencana untuk melawan dan mencari mereka." ucap Sarah.


"Benar apa yang dikatakan non Sarah bos, kita ngga boleh gegabah menghadapi mereka, karena mereka seperti nya bukan orang sembarangan." ucap Lexy.


Bobi pun terdiam mencerna kata-kata yang diucapkan oleh mereka bertiga, dan apa yang mereka ucapkan benar adanya.


Sedangkan Ken dengan penuh semangat menyelesaikan pekerjaan kantor nya karena siang ini Ken ada janji dengan mamah sambung nya akan pergi ke rumah Sandra.


"Sebentar lagi semua nya selesai dan aku akan bertemu kamu Sandra." gumam Ken dengan bibir tersenyum.


"Maaf pak mengganggu, siang nanti bapak ada meeting dengan para direksi." ucap Lucky sekertaris nya Ken.


"Lucky, bisa ngga meeting nya di undur besok? soalnya siang ini saya akan bertemu seseorang yang sangat penting dalam hidup saya." ucap Ken.


"Bisa saja pak, biar saya nanti yang konfirmasi pada mereka." jawab Lucky.


"Terima kasih, oh iya untuk hari ini sudah tidak ada yang harus saya tanda tangani lagi kan?" tanya Ken.


"Untuk sekarang tidak ada pak, paling nanti habis jam makan siang." jawab Lucky.


Oh iya pak, beberapa hari ini saya tidak melihat non Sandra? kemana non Sandra pak?" tanya Lucky.


"Sandra lagi ngambil cuti satu minggu, jadi saya kemana-mana sekarang sendiri lagi."


"Oh, kalau begitu saya kembali ke ruangan saya pak, permisi." Lucky pun undur diri.


"Ya." jawab Ken dengan singkat, setelah Lucky pergi Ken segera membereskan meja kerja nya dan dengan tidak sabar Ken pun siap-siap pergi ke tempat yang sudah di janjikan dengan mamah sambung nya.

__ADS_1


__ADS_2