Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Cemburu


__ADS_3

"Jadi dia bekerja di butik Barlin?" tanya Sarah sambil menatap Sam.


"Iya sayang, dia bekerja di sana?"


"Baiklah kalau begitu aku akan menghubungi kak Bobi dulu."


"Nanti saja, sekarang layani aku dulu, aku sudah ngga tahan." ucap Sam lalu mencium bibir Sarah dengan rakus.


Sarah yang sudah terbiasa di berikan kenikmatan oleh Sam pun dengan senang hati melayani Sam, dulu dia mendekati Ken hanya karena Ken kaya dan tampan, tapi ternyata Ken susah untuk membuat dirinya puas.


Semenjak Ken mengusir nya dari perusahaan, Sarah mulai mendekati Sam, karena Sarah tahu kalau Sam juga menyukai nya.


Seiring nya kebersamaan dengan Sam, dan Sam selalu memberikan dia kepuasaan, akhirnya Sarah ngga bisa lepas dari Sam.


Mereka berdua pun menikmati siang ini dengan saling memberikan kepuasan satu sama lain nya hingga mereka benar-benar terkulai lemas dan tidak berdaya lagi.


*


*


"Tadi anda bilang anda lagi hamil anak nya mas Ken? Bisa anda berikan bukti?" tanya Sandra dengan masih bersikap santai.


"Apa hak kamu minta bukti dari saya? Memang nya kamu siapa nya pak Ken?' Mitha pun balik bertanya dengan tatapan amarah nya.


"Dia berhak bertanya karena dia,"


"Biarkan aku yang memberi tahu dia mas." Sandra pun memotong kalimat Ken.


"Sekarang kamu berdiri dan berikan bukti nya." ucap Sandra sambil menarik kerah baju Mitha dengan sekuat tenaga hingga membuat Mitha melepaskan pelukan nya dan ikut berdiri.


"Lepaskan aku wanita murahan." teriak Mitha sambil menepis tangan Sandra.


"Yang wanita murahan itu aku atau kamu, dengar baik-baik, aku Sandra Angelie tidak akan membiarkan seorang wanita seperti kamu merusak hubungan aku dengan mas Ken." ucap Sandra sambil melepaskan cengkeraman nya dan sedikit mendorong tubuh Mitha hingga tubuh Mitha pun sedikit terhuyung ke depan.


Ken hanya melihat perdebatan mereka dengan bibir tersenyum, dia tahu kalau Sandra bukan wanita bodoh yang bisa di bohongi.

__ADS_1


"Brengsek, dasar wanita ja lang." teriak Mitha sambil melayangkan tangan nya hendak menampar pipi Sandra.


Tapi sebelum tangan Mitha menyentuh pipi nya Sandra, dengan gerakan cepat Sandra pun menangkis lalu menampar pipi mulus Mitha dengan begitu keras nya hingga bibir Mitha mengeluarkan cairan berwarna merah.


"Aw," teriak Mitha sambil menyentuh pipi nya yang kena tamparan Sandra.


"Ingat baik-baik, kalau kamu mau melakukan sesuatu, kamu pikir kan dulu matang-matang, kamu bilang malam minggu kemarin kamu menghabiskan malam dengan mas Ken, jelas-jelas kami sedang melakukan malam pertama di salah satu hotel, dan satu lagi, sekali lagi kamu muncul dihadapan aku apalagi mencoba merayu mas Ken di hadapan aku, aku pastikan hidup kamu tinggal sebuah nama."


Setelah membuat hati nya puas, Sandra pun pergi keluar dari cafe tersebut.


"Dasar wanita tidak tahu diri, bilang sama ayah kamu, kerja sama kita batal." teriak Ken lalu berlari mengejar Sandra.


"Apa!, ayah pasti marah besar dengan yang telah aku lakukan ini." gumam bathin Mitha sambil meringis menhan sakit di pipi nya.


"Sayang tunggu." teriak Ken sambil meraih tangan Sandra.


"Jangan sentuh aku mas, antarkan aku pulang." ucap Sandra sambil menepis tangan Ken.


"Sayang please, aku mohon, aku bersumpah aku tidak melakukan nya sayang, dia hanya mencoba untuk merusak hubungan kita saja."


"Baiklah aku antar pulang." Ken tidak mau berdebat lagi, karena Ken takut kalau Sandra pergi sendiri dan tidak memberikan dirinya kesempatan untuk menemuinya kembali.


Sepanjang perjalanan mereka diam membisu dan sibuk dnegan pikiran mereka masing-masing.


"Itu akibat kamu sering gonta ganti perempuan, jadinya ada yang memanfaatkan keadaan dan ngaku-ngaku hamil." gumam bathin Sandra.


"Aku tidak akan menyerah, aku akan terus menyakinkan kamu sayang, kalau aku bukan Ken yang dulu yang sering gonta ganti pasangan, aku adalah Ken yang sekarang yang ingin hidup bersama kamu selamanya." gumam bathin Ken sambil terus mengemudi.


Mobil Ken pun sampai di depan butik Ralin, Sandra langsung keluar dari mobil tanpa memperdulikan Ken.


"Wanita kalau marah ternyata lebih seram dari preman." gumam Ken lalu kembali dirinya mengemudikan mobil nya menuju kantor.


Tapi sebelum dirinya meninggalkan butik Ken menulis pesan buat Sandra.


Sandra masuk ke dalam butik dengan wajah di tekuk.

__ADS_1


"Waktu berangkat senyum bahagia mengembang, begitu pulang seperti lagi berduka." ucap Lisna menggoda Sandra.


"Aku lagi kesal kak." ucap Sandra sambil membuka ponsel nya karena terdengar ada chat masuk.


"Kesal kenapa? Cerita dong?" Lisna pun duduk di samping Sandra.


Sandra sedikit tersenyum begitu membaca chat dari Ken.


"Kamu ini dek, tadi seperti yang lagi berduka, sekarang sudah mulai senyum-senyum lagi."


"Kakak baca deh." ucap Sandra sambil memperlihatkan ponsel nya.


"Sayang kalau kamu lagi cemburu kamu makin cantik deh, itu tanda nya kamu sangat mencintai aku, dan aku sangat beruntung sekali di cintai oleh kamu seperti ini, aku lebih baik di hajar kamu dari pada aku di diamkan seperti ini, nanti malam aku kembali, kamu mau di bawakan apa sayang? Aku akan membawa apa yang kamu mau asal jangan minta di bawakan bulan dan bintang aja, karena aku sulit untuk memetik nya, aku pergi kerja dulu ya sayang, mau ngumpulin buat masa depan bersama anak-anak kita nanti, see you and i love you😘.


"Memang nya kamu lagi cemburu dek?' tanya Lisna setelah membaca chat dari Ken.


"Bagaimana ngga marah, coba kalau kakak jadi aku, selagi kita makan tiba-tiba ada seorang wanita pura-pura terjatuh dan memeluk mas Ken sambil bilang kalau dia sedang hamil."


"Wah kalau kakak sih udah kakak tampar tuh perempuan, terus kakak akan marah besar sama pasangan kakak."


"Nah kan, kakak juga pasti akan marah, dan kakak tahu tidak, aku sudah menampar wanita itu hingga bibir nya mengeluarkan cairan merah."


"Serius? Kamu keren dek." ucap Lisna menatap bangga pada Sandra, Sandra hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Selamat sore, saya lagi mencari sebuah gaun buat ke pesta." ucap seorang wanita.


"Selamat sore dan selamat datang, silahkan mbak, mbak bisa lihat semua koleksi kami." ucap Lisna sambil berdiri dan memperlihatkan semua koleksi nya.


"Kak, aku ke atas dulu ya? Mari mbak." ucap Sandra dengan sopan.


"Itu salah satu pekerja di sini ya mbak?' tanya Miranda.


"Dia pemilik butik ini." jawab Lisna yang tanpa ada curiga sedikit pun.


"Oh, ternyata kamu tinggal di sini." gumam bathin Miranda.

__ADS_1


__ADS_2