Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Tidak Rela


__ADS_3

"Ini semua abang yang masak?" tanya Lisna sambil menatap makanan yang sudah tertata rapi di meja.


"Kamu kan bukan adik aku, kenapa harus manggil dengan panggilan abang." protes Jev.


"Terus saya panggil abang siapa? tanya Lisna.


"Panggil saja Jev." jawab Jev.


""Kalau gitu saya panggil kak Jev saja ya." ucap Lisna.


"Terserah kamu saja, panggil sayang juga boleh." ucap Jev sambil tersenyum, Lisna hanya diam karena bingung harus jawab apa.


"Ya sudah kalau gitu kita makan dulu, pasti kamu sudah lapar." ajak Jev.


"Tapi aku belum merapihkan rambut ku kak." ucap Lisna.


"Nanti saja, gitu juga udah cantik kok." jawab Jev.


Lisna pun duduk dengan wajah yang sudah berubah warna menjadi merah.


"Ini semua kakak yang masak?" tanya Lisna sambil mengisi piring kosong, lalu memberikan nya kepada Jev.


"Iya, kakak yang masak semua ini, cobain deh." jawab Jev sambil menerima piring yang sudah di isi dengan makanan.


"Wow enak banget, kakak pintar sekali, apa kakak seorang chef?" tanya Lisna sambil menyantap makanan yang dibuat oleh Jev.


"Bukan, tapi kakak sejak kecil sudah sering masak untuk kakak dan Sandra." jawab Jev.


"Ternyata sudah punya istri, terus kenapa tadi dia mencium ku? ah, kenapa aku berikan ciuman pertama ku sama orang yang sudah punya istri, kamu bodoh Lisna." gumam bathin Lisna.


"Bahagia sekali ya, seorang istri di masakin suami nya." ucap Lisna dengan sedikit kecewa.


Jev tidak menjawab nya tapi dia tersenyum begitu melihat wajah kesal dari Lisna.


Mereka pun menikmati makanan nya sampai habis tak bersisa.


*


*


Sebelum berangkat, seperti biasa Sandra suka membangunkan Jev dahulu.


"Kak, bangun udah siang, aku mau berangkat kerja ya? sarapan sudah aku siap kan." teriak Sandra sambil mengetuk pintu.

__ADS_1


Sandra pun terus mengetuk pintu kamar Jev, tapi ngga terdengar sahutan dari dalam, akhir nya Sandra pun membuka pelan pintu kamar Jev.


"Kak, lo kakak kok ngga ada di kamar nya." gumam Sandra.


Sandra pun mengambil ponsel lalu menghubungi no Jev.


"Kebiasaan kalau ponsel itu suka di matikan, ya sudah aku chat saja lah nanti juga di baca." gumam Sandra sambil menuliskan pesan kepada kakak nya.


Sementara Jev dan Lisna sudah selesai makan, Lisna pun membereskan meja sedangkan Jev pergi ke kamar mengambil ponsel nya.


"Kok aku seperti yang sudah punya suami aja ya." gumam bathin Lisna sambil mengelap tangan nya setelah mencuci piring bekas makan barusan.


Lisna pun pergi ke kamar nya mau mengambil ponsel yang dia simpan di atas meja rias nya setelah menerima telepon dari tante Ralin.


Jev mengaktifkan ponsel nya, dan masuk lah notif telepon dan chat dari Sandra dan para anak buah nya.


Yang pertama Jev lihat dan baca adalah chat dari Sandra, lalu Jev berusaha menghubungi Sandra, karena Jev tahu ini waktu nya jam makan siang dimana Sandra pasti lagi istirahat.


"Halo sayang, maaf hp nya semalam mati, jadi ngga ngasih kabar ke kamu." ucap Jev.


"Udah kok barusan udah makan, ya sudah kamu hati-hati ya sayang." ucap Jev lalu memutuskan panggilan nya.


"Kenapa hatiku sakit, kenapa hatiku ngga rela kalau dia sudah mempunyai istri." gumam bathin Lisna yang sejak tadi mendengar percakapan Jev di balik pintu.


"Kamu mau masuk? masuk saja, aku sudah selesai kok." ucap Jev.


Lisna hanya diam dan masuk ke dalam kamar nya, "Kalau kakak sudah di cari istri nya pulang saja kak, dan makasih sudah mau menolong aku semalam." ucap Lisna.


"Kamu sudah ngga apa-apa kan? ya sudah kalau gitu kakak pulang ya? kalau ada apa-apa hubungi saja kakak ke no ini." ucap Jev sambil memberikan poonsel nya.


Lisna pun tidak mengambil nya, karena Lisna ngga mau suatu saat istri nya marah karena kedapatan saling berbalas pesan dengan diri nya.


Karena melihat Lisna yang hanya diam, Jev pun menerobos masuk ke kamar lalu mengambil ponsel Lisna dan memasukan no nya ke ponsel Lisna.


"Ini sudah kakak save, jadi kalau kamu membutuhkan kakak, kakak akan siap membantu kamu." ucap Jev sambil memberikan ponsel Lisna.


"Iya kak." ucap Lisna sambil mengambil ponsel nya dari tangan Jev.


"Ya sudah kalau gitu kakak pulang, kamu hati-hati, jangan keluar malam sendirian lagi." ucap Jev lalu pergi meninggalkan Lisna sendirian.


"Kenapa aku ngga rela ditinggalkan nya? andaikan saja dia belum punya istri, sadar Lisna sadar, dia sudah punya istri, kamu jangan jadi pelakor." gumam Lisna sambil menatap kepergian Jev.


*

__ADS_1


*


Selagi makan siang bersama Ken, ponsel Lisna pun berdering.


"Maaf tuan, saya terima telepon dulu." ucap Sandra sambil berdiri.


"Ya." jawab Ken singkat tapi dia penasaran dengan orang yang menghubungi Sandra.


"Siapa yang menghubungi nya?" Ken pun bertanya-tanya dalam hati n ya sambil mata menatap ke arah Sandra.


Ken pun sedikit memasang telinga nya untuk mendengar percakapan Sandra dengan si penelepon.


"Kemana aja sih, bikin khawatir aku saja." ucap Sandra.


"Kebiasaan suka dimatikan, sekrang sudah makan belum?" tanya Sandra.


"Iya, ya sudah aku melanjutkan makan lagi." ucap Sandra lalu memutuskan panggilan nya.


"Sepertinya yang menghubungi nya seorang pria. siapa dia ya? apa kekasih nya? kenapa aku ngga rela ya kalau dia sudah mempunyai seorang kekasih." gumam bathin Kendrick.


"Maaf tuan sudah mengganggu makan anda." ucap Sandra sambil kembali duduk di depan Ken.


"Siapa yang menghubungi kamu?' pacar kamu?" tanya Ken dengan sedikit ketus.


"Kenapa tuan Ken jadi ketus begini ya?" gumam bathin Sandra.


"Oh tadi itu kakak saya, tadi pas saya berangkat dia ngga ada di kamar nya, mungkin barusan dia sudah baca chat nya makanya dia menghubungi saya." jawab Sandra.


"Ternyata kakak nya, kenapa hatiku merasa bahagia ya kalau yang menghubungi nya itu adalah kakak nya bukan kekasih nya." gumam bathn Ken sambil tersenyum.


"Aneh tadi ketus, sekarang malah senyum-senyum sendiri." gumama bathin Sandra sambil melirik ke arah Ken.


"Oh saya kira yang menghubungi kamu kekasih kamu." ucap Ken.


"Saya belum punya pacar tuan, saya masih ingin membahagiakan kakak saya, saya ingin kakak saya dulu yang menikah." ucap Sandra.


"Baguslah kalau gitu jadi aku masih ada kesempatan." gumam Ken.


"Apa tuan?" tanya Sandra sambil menatap Ken yang lagi bergumam.


"Ah, tidak, tidak ada apa-apa kok, ya sudah kalau sudah selesai kita kembali ke kantor." ucap Ken sambil berdiri.


"Dasar ngga jelas." gumam bathin Sandra sambil mengikuti langkah Ken dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2