
"Ini rumah nya?" tanya Jev sambil melihat ke sekeliling rumah yang ada di hadapan nya kini.
"Iya, ini rumah nya bos, dia tinggal sendirian di sini." jawab Jay, dan Jev hanya mengangguk tanda mengerti.
Jay pun menekan bel yang ada di samping pintu.
"Ini ponsel buat kamu sayang." ucap Baron sambil memberikan paper bag yang berisi ponsel keluaran terbaru dengan harga yang lumayan tinggi.
"Ayah, ini untuk Sandra? tapi ini ponsel terbaru dan harga nya sangat mahal ayah." teriak Sandra sambil membuka ponsel nya.
"Iya sayang, ponsel itu khusus ayah belikan untuk kamu." jawab Baron sambil tersenyum.
"Makasih ayah." ucap Sandra sambil memeluk Baron dengan air mata yang sudah meluncur di pipi nya.
Bertemu Baron yang sudah menganggap dirinya sebagai anak saja Sandra sudah bahagia, di tambah sekarang dia mendapat kan ponsel keluaran terbaru yang harga nya sekitaran dengan harga sebuah motor baru.
Baron sangat bahagia sekali melihat wajah Sandra yang begitu bahagia, padahal dia hanya membelikan nya sebuah ponsel.
"Kamu senang sayang?" tanya Baron sambil melepaskan pelukan nya.
"Banget ayah, baru kali ini Sandra punya ponsel keluaran terbaru, tapi Sandra ngga bisa membayar nya ayah? ini terlalu mahal." ucap Sandra sambil memberikan kembali ponsel nya.
"Kamu cukup membayar nya dengan menganggap ayah ini adalah ayah kamu, dan kamu mau tinggal di rumah ayah ini." ucap Baron.
"Tapi Sandra punya kakak ayah, dan Sandra ngga bisa ninggalin kakak Sandra yang sudah menjaga Sandra dari kecil." jawab Sandra.
"Ajak saja sekalian semua keluarga kamu untuk tinggal di sini, ayah sangat senang sekali, jadi rumah ini akan ramai." ucap Baron sambil tersenyum.
"Nanti Sandra bilang dulu sama abang, sekali lagi makasih ya ayah, Sandra ngga nyangka akan mendapatkan kasih sayang dan ponsel baru ini dari ayah, sebagai tanda terima kasih Sandra pada ayah, sekarang kita makan, Sandra sudah masakin makanan spesial buat ayah." ucap Sandra sambil menunjuk makanan yang sudah tertata rapi di atas meja makan.
"Makasih sayang, baiklah ayah akan mencoba makanan buatan kamu ini." ucap Baron sambil duduk.
Sandra pun menyimpan ponsel baru nya lalu mengambilkan makanan yang sudah dia hidangkan ke dalam piring kosong.
__ADS_1
"Ini ayah, silahkan di nikmati." ucap Sandra sambil memberikan piring yang sudah terisi makanan.
"Makasih sayang." ucap Baron sambil menerima piring yang sudah penuh dengan makanan.
Baron pun mulai makan dan merasakan masakan buatan Sandra di setiap gigitan nya.
Sandra dengan harap\=harap cemas menunggu respon dari Baron tentang masakan nya itu.
"Gimana yah? suka ngga dengan masakan nya?" tanya Sandra yang sudah ngga sabar dengan penilaian dari Baron.
"Masakan kamu enak sekali sayang." jawab Baron sambil terus menikmati makanan nya.
"Beneran ayah?" kembali Sandra bertanya untuk sekedar meyakinkan diri nya.
"Ya sayang, masakan kamu ini mengingatkan ayah pada seseorang." jawab Baron.
"Sama siapa yah?" tanya Sandra penasaran. Sandra seakan-akan sudah kenal lama dengan Baron hingga dia kini sudah ngga canggung lagi untuk memanggil Baron dengan panggilan ayah.
"Terus kalau Sandra boleh tahu, sekarang orang yang ayah cintai dan ayah sayangi itu dimana?" tanya Sandra.
"Dia sudah pergi, dan itu semua gara-gara kelakuan ayah sendiri, dia pergi setelah ayah." Baron pun menghentikan ucapan nya ketika mendengar suara bel yang begitu nyaring di dengar.
"Biar Sandra yang buka ayah." ucap Sandra sambil berdiri.
"Tidak, kamu duduk saja, ayah takut orang asing yang mau berbuat jahat yang datang." cegah Baron, lalu Baron menuju pintu utama dan membuka nya.
Sandra pun duduk kembali dan menikmati makan siang nya dengan hati yang sangat bahagia, saking bahagia nya Sandra sampai lupa pada Ken.
"Siapa?" teriak Baron sambil membuka pintu nya.
"Oh, kamu Jay, kamu bawa siapa?" tanya Baron sambil menatap Jev dari atas sampai bawah.
"Saya Jev tuan, saya kakak nya Sandra gadis yang tuan tolong kemarin." ucap Jev sambil mengulurkan tangan nya.
__ADS_1
"Oh, jadi kamu ini adalah kakak nya Sandra? ya sudah ayo silahkan masuk, ayo Jay kita sekalian makan siang bersama." jawab Baron sambil menerima uluran tangan Jev.
"Terima kasih tuan, Sandra nya ada dimana tuan?" tanya Jev.
"Ada di dalam lagi makan siang, ayo masuk saja, kita sekalian makan siang bersama." ajak Baron sambil melangkah masuk dan di ikuti oleh Jev dan Jay dari belakang.
"Adek." teriak Jev sambil menatap bahagia melihat adik nya yang sedang lahap menikmati makan siang nya.
"Abang." teriak Sandra sambil menyimpan sendok yang sedang dia pegang lalu berdiri dan menghampri Jev.
Jev memeluk nya dengan sangat erat sekali, dia sungguh sangat bahagia bisa menemukan adik angkat nya itu.
"Kenapa kamu ngga menghubungi abang dek?" tanya Jev sambil memeluk erat Sandra.
"Ponsel adek mati bang, dan tadi ayah membelikan ponsel baru buat adek." jawab Sandra sambil melepaskan pelukan nya.
"Ayah? maksud kamu?" tanya Jev sambil mengerutkan kening nya.
"Om ini yang sudah menolong adek, dan bayaran nya adek harus memanggil nya dengan panggilan ayah." jawab Sandra sambil menatap Baron dengan bibir menyunggingkan sebuah senyuman.
"Tapi kenapa harus memanggil ayah? dia kan bukan ayah kamu dek." ucap Jev.
"Saya yang meminta nya, maaf kalau saya sudah lancang, tapi saya juga tidak memaksa nya untuk memanggil saya dengan panggilan ayah." jawab Baron dengan wajah sedih nya, karena dia pikir dia akan kehilangan panggilan ayah yang baru dia dapatkan dari Sandra.
"Bang, abang kan tahu kalau, ah sudah lah bang, aku juga sudah nyaman dengan panggilan ayah ini, tapi kalau abang melarang nya, baiklah aku tidak akan memanggil om itu dengan panggilan ayah, maafkan adek bang." ucap Sandra dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Entah kenapa ada ketidak relaan dalam hati Sandra untuk melepas panggilan ayah untuk Baron.
"Apa hanya satu hari saja aku bisa memanggil nya dengan panggilan ayah, aku tidak rela kalau aku harus memanggil nya om, aku hanya ingin memanggil nya ayah hanya ayah." gumam bathin Sandra sambil menatap Baron denfgan wajah sedih nya.
"Aku tidak rela kalau kamu harus manggil aku om sayang, aku sudah jatuh hati sama kamu, kamu sudah ku anggap seperti anak ku sendiri." gumam bathin Baron yang balas menatap Sandra, seakan-akan mereka lagi bicara dari hati ke hati.
"Apa yang harus aku lakukan? aku bingung, tapi om ini kan orang yang baru di temui nya? siapa sebenar nya om ini?" Jev pun bertanya-tanya dalam hati karena bingung harus bagaimana.
__ADS_1