Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Keluhan


__ADS_3

"Nak, cepat pulih biar kita bisa berkumpul lagi, bu Murni pasti senang mendengar kalau nak Sandra sudah sadar." ucap Jay yang belum tahu kebenaran nya.


"Iya om." hanya kalimat pendek yang Sandra ucapkan, karena Sandra ngga mau membahas nya.


"Kenapa nak Sandra seperti ngga suka dengan pertanyaan aku ya?" gumam bathin Jay.


Lamunan Jay pun terhenti ketika mendengar suara ponsel nya yang berdering.


"Baik bos, saya segera kesana sekarang." ucap Jay lalu memutuskan panggilan nya.


"Maaf semua nya saya permisi, oh ya nak Lisna dan nak Reni mau ikut pulang bareng ngga?" tanya Jay.


"Kita naik taxi saja om, om pergi saja kalau ada kerjaan." ucap Lisna.


"Baiklah kalau begitu, ya sudah om pamit ya." Jay pun pergi meninggalkan ruangan Sandra setelah pamitan kepada semua nya.


Setelah kepergian Jay, mereka kembali bercengkerama dan bercanda.


*


*


"Aku pulang ya sayang, jaga Sandra." ucap Baron lalu mencium kening Ralin.


"Sabar ya mas, aku akan berusaha membantu Sandra untuk bisa kembali menerima kamu." Ralin sangat sedih melihat wajah Baron yang sedih seperti itu, tidak ada lagi senyuman di bibir Baron yang akhir-akhir ini selalu di berikan nya.


Baron hanya mengangguk lalu masuk ke dalam mobii, Jay merasa aneh dengan wajah Baron dan Ralin yang tidak menyiratkan kebahagiaan padahal Sandra sudah sadar.


"Wajah bos kok seperti semula sebelum bertemu ibu, seharus nya bos sekarang bahagia, karena nak Sandra sudah sadar dan bu Ralin sudah menjadi istri nya kembali." gumam bathin Jay yang sedang menunggu Baron di dalam mobil.


"Langsung ke rumah saja Jay." ucap Baron setelah duduk di samping Jay, Jay hanya diam dan melajukan mobil nya, sebenar nya banyak yang ingin Jay tanyakan, tapi melihat wajah Baron yang kelihatan sedih seperti itu mengurungkan Jay untuk bertanya.


"Semua ini memang hukuman yang Tuhan berikan untuk ku, aku akan berusaha menerima nya." gumam Baron yang mash bisa di dengar oleh Jay.

__ADS_1


"Maaf bos saya sudah lancang, kenapa bos kelihatan sedih? Bukan nya bos harus nya bahagia, bos bisa kembali bersama dengan ibu, juga nak Sandra sudah sadar dan berkumpul lagi?" Jay memberanikan diri bertanya karena sangat penasaran, Baron mau marah atau memukul nya sekalipun Jay sudah siap.


"Jay kamu tahu? anak yang saya cari selama ini ternyata ada di hadapan saya, dia ada di samping saya beberapa bulan ini." ucap Baron dengan suara bergetar karena menahan tangis nya.


"Maksud bos?"


"Sandra Jay, Sandra adalah anak kandung saya sendiri yang dulu saya buang ke hutan." pecah sudah tangisan seorang Baron, Baron pria kejam, tapi kalau sudah menyangkut anak dan istri nya Baron sangat lah rapuh.


"Apa!" saking kaget nya kaki Jay dengan spontan menginjak rem hingga membuat mobil Baron berhenti mendadak.


"Jadi, selama ini bos sudah di pertemukan dengan anak kandung bos, tapi bos belum menyadari nya? terus dari mana bos tahu kalau Sandra itu anak kandung bos sendiri?" tanya Jay dengan wajah kaget nya.


"Saat Ralin mengganti baju nya Sandra, Ralin melihat tanda lahir di bahu kanan Sandra, dan untuk lebih memastikan nya, kami lagi melakukan tes DNA."


"Alhamdulilah, syukurlah kalau bos sudah menemukan nya, tapi," Jay ragu untuk melanjutkan kalimat nya.


"Tapi kenapa bos kelihatan sedih, seharus nya bos bahagia karena istri dan anak bos yang bos cari selama ini sudah kembali dan hidup bersama bos." akhir nya Jay melanjutkan rasa penasaran nya.


"Sandra membenci saya, dan tidak mau memaafkan kesalahan saya yang dulu."


"Yang sabar bos, mungkin untuk saat ini nak Sandra masih kecewa dengan apa yang sudah bos lakukan pada nya, tapi suatu saat dia akan memaafkan dan menerima bos sebagai ayah kandung nya, turuti saja keinginan nya saat ini, ibu dan Jev pun pasti akan membantu bos, tapi tidak bisa instan, karena menyembuhkan orang yang kecewa itu harus pelan-pelan dan penuh kesabaran." Jay memang ngga berada di posisi kedua nya, tapi Jay mengerti dengan posisi kedua nya.


"Thanks ya Jay, kamu selalu ada buat saya, seperti nya kamu masih harus menghandle textile, nanti di bantu sama Jay, untuk sementara saya mau istirahat dan menenangkan pikiran dulu."


"Baik bos, bos jangan banyak pikiran, nanti bos sakit, saya yakin Sandra akan memaafkan dan menerima bos kok."


Jay pun kembali melajukan mobil nya, sepanjang perjalanan Baron hanya diam sambil menatap pekat nya malam.


*


*


"Ayah kemana mah?" tanya Lisna yang melihat Ralin masuk ke dalam ruangan hanya seorang diri.

__ADS_1


"Ayah pulang, besok pagi ada meeting penting katanya." Ralin sengaja berbohong karena tidak mau memperkeruh suasana.


Ralin menyimpan berbagai cemilan di tempat nya, Sandra hanya diam mendengar Lisna menanyakan Baron.


"Permisi, selamat malam semuanya?" tanya dokter muda dengan seorang suster yang baru masuk.


"Malam dok? Lo dokter nya berubah." ucap Sandra.


"Iyah, perkenalkan saya dokter Andrew, mulai sekarang saya menggantikan dokter Frans, karena beliau lagi di tugaskan di rumah sakit lain, bagaimana sekarang? apa ada keluhan?" ucap dokter sambil memeriksa Sandra.


"Tadi sih udah enakan dok? Tapi begitu dokter masuk kok saya merasa ada keluhan lagi ya?" jawaban Sandra membuat Ken cemburu dan langsung memegang tangan nya Sandra yang sebelah nya lagi.


"Mulai nih adek." gumam bathin Jev.


"Sayang jangan ganjen, masih ada aku lo di sini." Ken pun berbisik, tapi Sandra seolah-olah tidak mendengar nya.


"Keluhan nya apa sekarang?"


"Keluhan nya, kenapa ngga dari awal anda yang memeriksa saya, kan saya akan lama-lama in ngga sadar nya." ucapan Sandra membuat semua orang tertawa kecuali Ken, dia hanya menatap tajam Sandra dengan menahan rasa cemburu nya.


"Nah kan mulai." gumam Jev sambil menggelengkan kepala nya.


"Nona bisa saja, baik kalau misalkan tidak ada keluhan, kalau nona sudah merasa fit seperti nya besok nona sudah bisa pulang."


"Tapi aku masih betah di sini kalau dokter yang meriksa nya."


"Adek."


"Sayang."


Semua orang menatap tajam ke arah Sandra kecuali Reni, karena Reni lagi berada di dalam kamar mandi.


Sandra yang di tatap seperti itu hanya tersenyum tanpa dosa.

__ADS_1


"Andrew? Kamu Andrew kan?"


__ADS_2