
"Bu bahan yang ini kehabisan stok sementara baju nya harus sudah selesai bulan depan." ucap Reni.
"Kamu sudah hubungi pak selamat belum? kali aja masih ada stok di sana?" tanya tante Ralin.
"Sudah bu, saya sudah menghubungi semua klien kita tapi semua nya kosong." jawab Reni.
"Kalau gitu kamu cari tekstil lain aja barangkali ada." ucap tante Ralin.
"Kalau di tempat lain pasti nya ada bu, tapi harga agak tinggi sedikit pasti nya." jawab Reni.
"Kalau harga nya beda sedikit ngga apa-apa, dari pada kita ngga ada bahan buat bulan depan." jawab tante Ralin.
"Baik bu, nanti kalau sudah dapat saya kasih tahu ke ibu lagi." ucap Reni.
"Ya sudah kalau gitu sekarang kamu langsung cari bahan nya, biar saya handle yang lain, soalnya Lisna ngga masuk hari ini." ucap tante Ralin.
"Baik bu." jawab Reni lalu pergi dari hadapan tante Ralin.
Reni pun terus menghubungi no yang ada di setiap catatan nya hingga dia dapat bahan dari sebuah tekstil ternama.
"Alhamdulilah, akhinya aku mendapat kan bahan nya." gumam Reni sambil tersenyum.
"Bu saya sudah mendapat kan bahan nya, harga nya juga tidak terlalu tinggi kita tinggal melihat ke sana untuk mencocokan bahan dan warna nya saja." ucap Reni.
"Dari tekstil mana?" tanya tante Ralin.
"Dari Barlin Tekstil." jawab Reni.
"Barlin?" tanya tante Ralin sambil mengernyitkan dahi nya.
"Iya bu, Barlin ini tekstil besar dan sudah punya nama juga, tapi kita belum bekerja sama dengan nya."jawab Reni.
"Ya sudah kalau gitu kamu sudah buat janji belum untuk kita melihat nya kesana?" tanya tante Ralin.
"Sudah bu, katanya besok kita sudah bisa datang ke sana untuk melihat barang nya." jawab Reni.
"Ya sudah besok kamu ingatkan saya lagi, mudah-mudahan besok Lisna masuk, jadi kita bisa pergi ke sana." jawab tante Ralin.
"Baik bu, kalau gitu saya mau menyelesaikan pesanan buat minggu depan dulu." ucap Reni.
"Ya, dan jangan lupa nanti sore kamu kirim pesanan nya bu Yuli ya Ren." ucap tante Ralin.
__ADS_1
"Iya bu." jawab Reni lalu pergi mengerjakan kerjaan nya.
*
*
Seharian Lisna pun terus berbaring, dia terus kepikiran dengan Jev.
"Kak Jev, kenapa kakak yang menolong aku? kenapa kakak yang memberikan ciuman pertama untuk ku, tidak! ini tidak benar, aku ngga boleh suka sama suami orang, oh Tuhan bantulah hamba mu ini untuk melupakan kak Jev, hilangkan wajah kak Jev dari ingatan ku." gumam Lisna sambil terus mencoba menghilangkan bayangan Jev dari ingatan nya.
Suara ponsel Lisna pun berdering, Lisna melihat layar ponsel nya, ia kaget lalu bangun dari rebahan nya.
"Kak Jev? mau apa dia menghubungiku." gumam Lisna.
Tidak jauh berbeda dengan Lisna, Jev pun sama tidak bisa menghilangkan bayangan Lisna dari ingatan nya.
"Ah sial, kenapa wajah Lisna selalu terbayang? ada apa dengan ku ini." gumam Jev.
"Kenapa sih bos, muka nya seperti yang lagi merindukan seseorang saja." ucap frank.
"Entahlah gue ini seperti nya mulai menyukai seseorang." jawab Jev.
"Sialan lo, siapa bilang gue kesepian." teriak Jev sambil memukul pelan Frank.
"Ya lagian semenjak gue kenal bos, belum pernah gitu melihat bos jalan berdua bareng perempuan." ucap Frank.
"Gue ingin menjaga Sandra sampai dia benar-benar ada yang menjaga nya, jika saat itu tiba maka gue akan tenang dan bisa mencari wanita yang mau menerima gue apa adanya." jawab Jev.
"Kalau boleh gue kasih saran, bos ngga apa-apa punya pendamping sekarang juga, kan bisa sambil jagain Sandra juga, dan juga Sandra akan ada teman nya." jawab Frank.
"Tapi gue takut ngga ada perempuan yang nerima gue dan adik gue, lo tahu sendiri kan Sandra ngga bisa jauh dari gue begitu pun sebalik nya, kami dari kecil sudah bersama saling menjaga dan melindungi." ucap Jev.
"Maka dari itu bos harus mencoba nya, kalau bos ngga mencoba nya, mana akan tahu kalau wanita itu menerima kalian atau tidak, jadi saran gue hubungi saja dia, di terima atau tidak nya itu urusan nanti." jawab Frank.
Jev pun berpikir dan mencerna ucapan dari Frank, lalu memutruskan untuk menghubungi Lisna.
*
*
Ken dan Sandra sedang di perjalanan pulang, tapi tiba-tiba ada empat orang yang menghadang nya.
__ADS_1
"Turun kalian, lo yang bernama Sandra kan?" teriak seorang pria dengan wajah sangar nya.
"Jangan turun bahaya." cegah Ken sambil memegang erat tangan Sandra.
"Sudah tenang saja tuan, aku ngga bakalan apa-apa kok." jawab Sandra sambil melepaskan tangan Ken.
Sandra pun turun dan menatap wajah ke empat orang yang ada di hadapan nya kini.
"Ya, saya Sandra, ada masalah apa? saya ngga kenal kalian, siapa kalian?" ucap Sandra.
"Kami hanya diutus seseorang untuk menghabisimu." teriak teman nya.
"Boleh tahu siapa orang yang menyuruh kalian untuk menghabisi saya?" tanya Sandra dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi.
"Alah jangan banyak bacot lo," teriak seorang pria lalu menghajar nya.
Sandra pun menghindar dari pukulan nya lalu dengan gesit menendang pria itu dengan keras,
"Ternyata kau berani juga ya, rasakan ini." teriak salah satu dari mereka sambil melayangkan pukulan nya.
Sandra pun terus menghindar dan memberikan pukulan demi pukulan kepada empat pria yang ada di hafdapan nya kini.
Ken yang melihat Sandra yang sedang melawan ke empat pria itu hanya memandang dengan tatapan kagum nya.
Terlihat sesekali Sandra kena pukulan dari mereka, Ken yang melihat Sandra kena pukulan dari lawan pun ngga tega melihat nya, lalu dia pun turun dari mobil dan membantu Sandra mengalahkan mereka berempat.
Ken membantu Sandra menghajar ke empat pria tersebut dengan membabi buta hingga mereka berempat terkapar lalu pergi dengan menahan rasa sakit dari pukulan dan tendangan dari Sandra dan Ken.
"Kamu ngga apa-apa?" tanya Ken sambil menyentuh bibir Sandra yang sedikit mengeluarkan cairan merah.
"Ngga apa-apa tuan, tuan ngga apa-apa kan?" ucap Sandra sambil menatap wajah Ken.
"Ngga, saya ngga apa-apa, ya sudah ayo masuk ke mobil, saya obati di dalam." ucap Ken.
Sandra pun masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Ken.
"Pak, tolong ambilkan kotak P3K." perintah Ken kepada sopir nya.
"Ini den." ucap Pak sopir sambil memberikan kotak obat nya kepada Ken.
Ken pun membersihkan dulu bibir Sandra yang terluka dengan tisu basah, lalu menempelkan obat tetes pada luka nya, Sandra pun meringis menahan rasa sakit.
__ADS_1