
Akhirnya pernikahan sederhana Jev dan Lisna pun terlaksana, Lisna sangat bahagia bercampur sedih, bahagia karena dia merasa sangat beruntung menjadi istri Jev dan jadi bagian keluarga Ralin, sedih nya karena dirinya hanya seorang diri tanpa di dampingi kedua orang tua atu pun saudara.
"Kenapa kamu nangis sayang? Apa kamu ingin ada pesta buat pernikahan kita?" tanya Jev sambil mengusap air mata Lisna.
"Ngga mas, ini bukan air mata kesedihan tapi ini air mata kebahagiaan, aku sangat beruntung jadi istri kamu mas, makasih sudah mau menerima aku jadi istri kamu." Lisna pun menatap mata Jev yang sedang menatap nya juga.
Dengan perlahan Jev mendekatkan bibir nya dan akhirnya benda kenyal itu bersatu memadu kasih dan melupakan semua nya.
"Bisa tidak melakukan nya nanti saja di dalam kamar, mata aku yang suci ini ternodai dengan apa yang kalian lakukan." ucap Sandra yang sudah berdiri di samping mereka.
Mendengar suara Sandra, Lisna pun langsung menjauhkan bibir nya dan menatap Sandra dengan wajah malu nya.
"Apa sih dek, ganggu saja, kalaukamu mau makanya buruan nikah." ucap Jev.
"Kita juga mau nikah kok bang, minggu depan iya kan sayang?" ucap Ken sambil meraih pinggang Sandra.
"Nikah apaan, lamaran saja belum." Sandra sedikit memberenggut.
"Besok malam aku akan melamar kamu, jadi besok kamu harus dandan yang cantik." Sandra pun tersenyum mendengar dirinya akan di lamar oleh Ken.
"Jadi cerita nya bos dan asisten mau bersatu nih?" goda Jev.
"Ya begitulah bang, aku yang asisten nya akan menjadi istri bos nya, jadi cerita nya BOS DAN AKU." ucap Sandra dengan bibir tersenyum.
*
*
Malam ini malam pertama Jev dan Lisna, Jev sudah antisipasi dari awal, dia tahu kalau Sandra pasti akan selalu mengganggu nya,
Baron dan Ralin menyuruh mereka bulan madu ke suatu tempat, tapi Lisna menolak nya karena minggu-minggu ini mereka pasti akan di sibukan untuk mempersiapkan pesta pernikahan Sandra dan Ken.
__ADS_1
Jev mengerti dengan semua itu, dan Jev pun setuju untuk memundurkan jadwal bulan madu mereka.
"Sayang matikan ponsel nya, terus kalau ada yang mengetuk pintu kamu jangan buka oke." ucap Jev sambil menatap Lisna yang sedang membersihkan make up nya.
"Kenapa ngga boleh di buka mas, kalau penting gimana?"
"Sudah percaya deh sama mas, pokok nya malam ini malam kita berdua, sini kamu tidur di sini." ucap Jev sambil menepuk kasur di samping nya.
Dengan malu-malu Lisna melanghampiri Jev lalu duduk di samping tempat tidur.
"Kenapa kamu ngga pakai baju yang di berikan mamah?" Jev mulai menyentuh tubuh Lisna dengan lembut.
"Aku malu mas, selama ini aku belum pernah memakai nya." jawab Lisna sambil menunduk malu.
"Kalau begitu mulai sekarang kamu harus membiasakan diri memakai nya, aku ingin setiap malam melihat kamu memakai baju ini." ucap Jev sambil memberikan sebuah lingerie berwarna merah kepada Lisna.
"Tapi mas," jari Jev nempel di bibir Lisna tanda Lisna ngga boleh protes.
"Pakai lah, aku ingin melihat nya." bisik Jev yang membuat tubuh Lisna merinding seketika.
"Mau kemana sayang?" tanya Jev sambil menarik tangan Lisna yang sudah berdiri.
"Kan tadi mas nyuruh aku ganti baju, jadi sekarang aku mau ganti mas."
"Di sini saja ganti nya, kan aku sudah sah menjadi suami kamu, jadi kamu ngga perlu malu, dan semua yang ada pada diri kamu itu milik ku."
Lisna pun pasrah dan menuruti keinginan dari Jev, dengan rasa malu pelan-pelan Lisna membuka baju nya, mata Jev melotot begitu melihat tubuh putih dan mulus milik Lisna, apalagi dua bukit kembar milik Lisna yang berukuran sedang sangat menggoda dirinya, Jev menelan saliva nya dan menahan rasa yang bergejolak dalam diri nya.
Lisna yang di tatap seperti itu oleh Jev dengan terburu-buru memakai lingerie yang di berikan Jev, tapi baru saja Lisna mengambil lingerie nya, kedua tangan Jev sudah memeluk tubuh nya yang hanya memakai dalaman saja.
"Sudah ngga usah di pakai, nanti juga pasti mas buka lagi." bisik Jev lalu mencium telinga, leher serta punggung Lisna yang membuat tubuh Lisna seketika seperti mendapat aliran listrik bertegangan tinggi.
__ADS_1
"Tapi mas, masa aku ngga pakai baju, tadi mas nyuruh aku memakai nya sekarang malah melarang nya." ucap Lisna sambil menahan rasa yang bergejolak dalam tubuh nya.
"Sekarang sudah tidak di perlukan lagi." Jev mendorong pelan tubuh Lisna hingga Lisna kini berbaring telentang.
Jev menatap tubuh Lisna yang sedang telentang membuat libido nya semakin naik, tidak mau membuang-buang waktu lagi, Jev langsung mencium dan menyentuh apa yang ingin dia sentuh.
Lisna yang sudah mulai merasakan setiap sentuhan dari Jev mulai terbuai dan ikut menikmatinya.
Mereka berdua mencurahkan semua rasa yang ada pada diri mereka lewat sentuhan dan ciuman.
Baru kali ini Lisna merasakan getaran-getaran hebat pada tubuh nya, dan dirinya merasakan ingin sesuatu masuk kedalam inti tubuh nya.
"Abang, kak, boleh minta tolong ngga." teriak Sandra sambil terus mengetuk pintu nya.
"Mas, Sandra manggil tuh." ucap Lisna sambil menahan sesuatu dalam tubuh nya.
"Biarkan saja, mas tahu kalau malam ini dia pasti akan mengganggu kita." tanpa menghirau kan ketukan dan teriakan Sandra, Jev terus mengabsen setiap inch tubuh LIsna.
Awal nya LIsna merasa risih dan ngga enak dengan Sandra yang terus-terus san mengetuk pintu dan memanggil nya, tapi lama kelamaan dia juga mengabaikan nya ketika Jev sang suami memberikan kehangatan dan kenikmatan yang baru dia rasakan.
Kini kedua nya sudah melepas semua kain yang menempel di tubuh mereka, dengan malu-malu Lisna menyentuh dan membelai lembut dada Jev.
"Tahan ya sayang, tapi kalau kamu merasa ngga sanggup kamu bilang saja, aku akan menghentikan nya." bisik Jev sambil bersiap untuk meluncurkan senjata nya.
Lisna hanya mengangguk sambil tersenyum, dirinya sudah ngga tahan ingin segera mengeluarkan sesuatu dari dalam inti tubuh nya.
Untuk menghilangkan rasa takut pada diri Lisna, Jev memberikan ciuman lembut di bibir nya dan bersiap untuk meluncurkan senjata nya.
Senjata Jev sudah mengenai dinding pertahanan Lisna hinga di kejutkan kembali dengan suara teriakan dari Sandra.
"Kak, buka pintu nya." lagi-lagi Sandra berteriak sambil mengetuk pintu nya.
__ADS_1
"Kita sudah tidur." teriak Jev dari dalam.
"Sudah tidur? terus yang barusan teriak siapa?'