
Sarah kini sudah berada di depan rumah Bobi atau sering dipanggil dengan pangilan Black karena perawakan nya yang tinggi dan punya kulit berwarna hitam, tapi hitam nya juga hitam manis bukan hitam gosong.
Semenjak kedua orang tua nya sudah tidak ada Bobi dan Sarah tidak serumah, Bobi memilih tinggal di rumah nya sendiri karena dia ingin selalu bebas dalam melakukan berbagai hal, sedang kan Sarah tinggal di rumah peninggalan orang tua nya.
"Kak, ada d rumah ngga." teriak Sarah sambil mengetuk pintu rumah Bobi.
"Siang non, mau ketemu sama kakak nya non ya?"tanya anak buah nya Black.
"Iya, apa kakak nya ada di dalam?' tanya Sarah.
"Tuan ada di dalam tapi lagi ada tamu." jawab Lexy.
"Tamu siapa? perempuan apa laki-laki?" tanya Sarah.
"Perempuan nona." jawab Lexy.
"Ya sudah kalau gitu aku masuk." ucap Sarah.
"Tapi nona." teriak Lexy, karena dia takut bos nya marah karena sudah ada yang mengganggu nya.
"Biarkan dia masuk." suara Black menggema dengan tubuh yang hanya di tutupi celana boxer saja.
"Silahkan nona." ucap Lexy lalu pergi ke depan lagi.
"Ada apa kamu tiba-tiba datang kemari?" tanya Black sambil menyalakan api ke rokok nya.
"Sebelum aku jawab aku ingin bertanya dulu, sampai kapan kakak begini? kenapa ngga menikah saja, kalau nikah kan kakak ada yang ngurusin." ucap Sarah sambil duduk di sofa.
"Ya kakak mau menikahi dia, karena dia yang bisa sejalan dengan kehidupan kakak." jawab Black.
"Bagus lah kalau gitu, aku kesini mau minta bantuan kakak." ucap Sarah.
"Mas kenapa ke lu ar?" tanya Miranda yang hanya mengenakan baju yang sangat tipis di tubuh nya.
"Siapa dia mas? katanya kamu mau menikahi aku? tapi belum juga ada sehari dari janji kamu sekarang sudah ada seorang wanita yang datang ke sini?" tanya Miranda.
"Dia adikku, dia datang kesini minta bantuan." jawab Black.
"oh, kamu adik nya, kenalkan saya Miranda calon kakak ipar kamu." ucap Miranda sambil mengulurkan tangan nya.
"Sarah adik nya kak Bobi." jawab Sarah sambil menerima uluran tangan Miranda.
__ADS_1
"Jadi kamu mau minta bantuan kakak apa?" tanya Black lalu menghisap rokok nya.
Sarah pun menceritakan tentang Ken dan Sandra versi Sarah, dia bercerita kalau Ken pacar nya yang di rebut oleh Sarah.
"Begitu kak cerita nya." ucap Sarah di akhir ceritanya.
"Kalau kakak jadi kamu sudah kakak jambak tuh cewek." ucap Miranda.
"Bukan di jambak lagi, malahan aku sudah nyuruh anak buahku membawa nya kehadapan ku tapi mereka gagal." jawab Sarah.
"Kok bisa gagal memangnya berapa orang yang kamu suruh bawa dia?" tanya Miranda.
Sedangkan Black hanya diam mendengarkan Miranda dan Sarah berbicara.
"Empat orang, tapi kata mereka Sandra jago beladiri, belum lagi di bantu Ken jadi mereka kalah dan ngga bisa membawa Sandra kehadapan ku." jawab Sarah.
"Empat orang kalah sama dua orang, berarti mereka memang jago beladiri." ucap Black.
"Maka dari itu aku datang kesini, aku ingin minta bantuan dari kakak." ucap Sarah.
"Ada poto mereka nya ngga?" tanya Black.
"Ini kak." jawab Sarah sambil memperlihatkan poto yang ada di galeri nya.
*
*
Hari ini adalah hari dimana Ralin akan mengunjungi textile Barlin bersama Reni.
"Pagi bu, maaf kemarin saya ngga masuk." ucap Lisna yang baru masuk ke butik tante Ralin.
"Kamu udah baikan?" tanya tante Ralin.
"Sudah bu, alhamdulilah." jawab Lisna.
"Syukur lah kalau kamu sudah baikan, sekarang saya ada jadwal keluar bersama Reni, mau melihat bahan yang akan di produksi, kamu tolong handle butik ya?" ucap tante Ralin.
"Baik bu." jawab Lisna, Lisna pun langsung mengerjakan kerjaan yang sempat tertunda kemarin.
"Bu kita berangkat sekarang, soal nya bos mereka ada kerjaan di luar." ajak Reni.
__ADS_1
"Baik, ayo kita berangkat." ucap tante Ralin sambil berdiri dan mengambil tas dan kunci mobil nya.
*
*
Di tekstil Barlin seperti biasa Baron selalu memantau semua pekerja nya, sebenar nya sudah ada bagian masing-masing buat mereka, tapi Baron selalu ikut turun tangan dengan alasan kalau saling membantu akan meringankan pekerjaan mereka.
Para pekerja Baron pun merasa nyaman bekerja dengan nya, selain Baron yang mengerti, Baron juga selalu membantu mereka di kala mereka selalu berurusan dengan pihak luar yang punya sifat keras kepala.
"Pak kita dapat konsumen baru dan siang ini beliau akan datang kesini melihat barang nya." ucap pegawai Baron.
"Konsumen dari mana?" tanya Baron.
"Dari Lins fashion, mereka ingin membeli bahan nya dengan jumlah yang banyak, makanya bos nya langsung yang akan turun tangan." jawab Sani.
"Lins fashion?" gumam Baron sambil mengerutkan kening nya.
"Iya, Lins Fashion itu butik terkenal saat ini, para artis bahkan para pejabat menggunakan jasa nya untuk ke berbagai acara, karena hasil nya yang selalu memuaskan." jawab Sani.
"Baik, mau jam berapa mereka ke sini? soalnya satu jam lagi saya mau keluar." tanya Baron.
"Kalau tadi saya hubungi sih mereka sudah ada dalam perjalanan, kalau tidak macet pasti mereka tepat waktu." jawab Sani.
"Oke kalau gitu, kamu siapkan saja bahan yang mereka mau dari sekarang, jadi kalau mereka sudah sampai tinggal langsung kamu perlihatkan." ucap Baron.
"Baik bos, kalau begitu saya menyiapkan bahan nya dulu." ucap Sani lalu pergi meninggalkan Baron.
"Lins Fashion? kenapa hati ku merasakan ada sesuatu begitu mendengar nama itu? perasaan apa ini." gumam Baron dengan pikiran yang menerawang.
Tante Ralin dan Reni kini sudah ada di dalam perjalanan menuju ke Barlin Textile, tante Ralin sangat kesal karena perjalanan nya kali ini sangat lah macet.
"Kebiasaan selalu saja macet, kapan ya kita kalau lagi keluar dan di buru-buru itu ngga pernah macet, selalu saja begini." ucap tante Ralin sambil mengemudi.
"Ya mau bagaimana lagi bu, ini sudah ciri khas, kalau hari-hari biasa sepi itu justru aneh." jawab Reni.
"Nah itu bu Barlin Textile nya, akhir nya kita sampai juga." ucap Reni sambil mengelus dada.
Tante Ralin pun memarkirkan mobil nya di depan Barlin textil, sebelum turun tante Ralin melihat seseorang yang dia kenal keluar dari Barlin Tekstile.
"Mas Baron?" gumam tante Ralin sambil melihat ke arah seorang pria yang mirip dengan suami nya itu.
__ADS_1
"Kenapa bu? ayo kita turun, apa ibu masih betah di dalam mobil?"tanya Reni yang sudah berada di luar mobil.