
Makan malam di rumah Baron malam ini sungguh berbeda dari malam-malam sebelum nya, malam ini rasa kekeluargaan nya sungguh terasa.
Sandra dan Jev benar-benar sudah bulat untuk tinggal di rumah nya Baron hingga semua baju-baju mereka pun sudah mereka masukan ke dalam lemari masing-masing.
Sebagian barang-barang mereka, mereka berikan kepada tetangga terdekat, karena di rumah Baron sudah sangat lah lengkap.
Baron melihat Sandra dan Jev bergantian dengan mata yang sudah berkaca-kaca, Baron memang seorang mafia, bukan hanya membuat orang tidak berdaya tapi membunuh pun sudah sering dia lakukan, tapi kalau masalah keluarga, apalagi dirinya kini sangat merindukan kehadiran istri dan anak nya dirinya sangat lah rapuh.
"Ayah ayo di makan, apa ayah ngga suka makanan yang aku buat?" tanya Sandra sambil menatap Baron.
"Ngga nak, ayah suka kok, tapi malam ini ayah benar-benar sangat bahagia sekali, baru kali ini ayah merasakan hidup sebahagia ini." jawab Baron.
"Kalau ayah merasa bahagia ayah makan sekarang, kalau ayah ngga makan nanti sakit, terus ayah kehilangan kebahagiaan ayah nanti nya." ucap Sandra.
"Baiklah ayah makan, kalian juga makan yang banyak ya? ayah ngga mau kalian pada kurus." ucap Baron sambil tersenyum.
"Om ayo dimakan jangan di lihat terus, ngga bakalan jalan sendiri tuh sendok ke mulut om." ucap Jev bercanda.
"Kamu ini bisa saja, om kaget saja malam ini makanan nya banyak biasa nya kita cuma makan nasi bungkus." jawab Jay sambil tersenyum.
"Mulai sekarang aku akan selalu masak buat kita semua." ucap Sandra.
"Dan mulai besok kulkas akan ayah isi dengan penuh banyak bahan makanan." ucap Baron.
Mereka semua pun tertawa, begitu nikmat nya makan malam ini bagi mereka, terutama hati Baron, tapi kebahagiaan ini terasa belum lengkap karena Baron masih mengharapkan sosok Ralin berada di antara mereka terutama di samping Baron.
*
*
"Jadi kamu kenal dengan orang yang sudah membuat Sandra pingsan kemarin?" tanya Baron, yang kini mereka bertiga sudah berada di ruang keluarga, sementara Sandra sudah masuk ke dalam kamar nya.
"Ya saya kenal ayah, dia adalah Bobi yang sering di panggil black, dia adalah ketua mafia baru di gang xxxx.
__ADS_1
"Apa kamu punya masalah dengan nya, hingga dia menyerang Sandra seperti itu?"
"Perasaan aku ngga punya masalah dengan nya ayah, lagian juga aku sekarang sudah jarang aktif, setelah ayah angkat saya Gen Vetir sudah tiada.
"Apa! jadi kamu anak angkat nya Gen Vetir?" Baron pun kaget mendengar kalau Jev anak angkat dari sahabat nya.
"Iya ayah, apa ayah mengenal nya?"
"Ternyata ngga salah ayah sekarang mengangkat kamu jadi anak ayah, Gen Vetir adalah sahabat ayah dulu, dia orang yang sangat sadis kalau melawan musuh nya, dan sebelum dia tiada, dia pernah bilang kalau ayah harus menjadi ayah anak angkat nya, tapi sebelum ayah bertemu anak angkat nya Gen Vetir, ayah ada kerjaan hingga ayah kehilangan jejak karena menurut anak buah Gen Vetir yang lain nya, kalau anak nya itu sudah pindah."
"Ya ayah, waktu itu aku mengajak Sandra pergi dari kediaman ayah Gen, karena menurutku kalau kita masih tinggal di sana itu akan berdampak kepada Sandra, dan aku ngga mau Sandra kenapa-kenapa." ucap Jev.
"Keputusan kamu sudah benar nak, dan sekarang ayah bersyukur karena amanat yang di berikan Gen, sudah ayah penuhi." ucap Baron.
"Terimakasih ayah, ayah sudah mau menganggap aku dan Sandra sebagai anak ayah." ucap Jev.
"Sama-sama nak, mungkin ini sudah takdir kita untuk di pertemukan dengan cara seperti ini." ucap Baron.
"Baik ayah, kalau ayah mempercayakan semuanya kepada Jev, Jev akan bekerja dengan sungguh-sungguh." ucap Jev.
"Baiklah, kalau begitu sekarang kita istirahat, besok kita akan mulai bekerja, dan untuk masalah Bobi, nanti kita bicarakan lagi." ucap Baron.
"Baik ayah, kalau begitu Jev ke kamar dulu." pamit Jev.
"Iya nak, ayah juga mau istirahat, Jay kamu mau istirahat apa masih mau diam di sini?" tanya Baron sambil berdiri.
"Ya istirahat lah tuan, ngapain juga saya diam si sini." jawab Jay yang langsung berdiri.
Jev dan Baron tersenyum melihat kelakuan Jay.
*
*
__ADS_1
"Jadi mamah ngga bertemu dengan Sandra tadi mah?" tanya Ken di sela-sela makan malam nya.
"Tidak nak, mungkin Sandra dan kakak nya lagi ada urusan, padahal mamah dan tante Raln lama tadi nunggu di depan rumah nya." jawab Adriana.
"Jadi kamu pergi sama Ralin tadi mah?" tanya Anthoni.
"Iya pah, Ralin yang antusias ingin bertemu dengan Sandra, kasihan dia." jawab Adriana.
"Kasihan kenapa mah?" tanya Ken yang memang belum tahu kisah mereka yang sesungguh nya.
"Mungkin karena tante Ralin sangat merindukan anak nya, jadi tante Ralin sangat ingin bertemu dengan Sandra, padahal kan tante Ralin baru beberapa kali saja bertemu dengan Sandra, dia sangat antusias dan berharap banget bisa bertemu dengan Sandra, tapi sayang Sandra ngga ada di rumah nya." jawab Adriana.
"Mungkin kalau anak nya masih ada seumuran sama Sandra barang kali ya mah?" tanya Anthoni.
"Iya pah, ada lah seumuran Sandra, Ralin sangat berharap banget bertemu dengan anak nya, tapi kita juga bingung mencari nya harus kemana, sedangkan jalan satu-satu nya untuk menemukan anak nya itu hanya dengan satu cara." ucap Adriana.
"Apa itu mah, mungkin papah nanti bisa bantu." ucap Anthoni.
"Anak Ralin itu ada tanda lahir di bahu kanan nya, dan itu yang membuat kita sulit mencari nya, masa kita harus cek setiap anak seumuran Sandra satu per satu hanya untuk melihat apa ada tanda lahir atau tidak nya." jawab Adriana.
"Benar juga kata mamah pah, tapi Ken yakin kalau memang sudah ditakdir kan untuk bertemu maka tante Ralin akan bertemu dengan anak nya itu." ucap Ken.
"Ya, mamah juga bilang begitu sama tante Ralin, tapi seperti nya tante Ralin sudah putus asa dan sedikit menyerah dengan pencarian nya."
"Memang nya anak tante Ralin dulu hilang nya dimana mah?" tanya Ken.
"Anak tante Ralin bukan hilang nak, tapi anak tante Ralin di buang oleh suami tante Ralin, dan semenjak itu tante Ralin tidak pernah bertemu lagi dengan suami dan anak nya." jawab Adriana.
"Kasihan sekali tante Ralin, ternyata di balik ketegaran nya, tante Ralin menyimpan kisah sedih dan rasa rindu yang mendalam." ucap Ken.
"Makanya nak, kalau tante Ralin ingin bertemu Sandra atau kamu, kamu harus mau menemui nya ya? dia tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini, yang dia punya hanya mamah seorang." ucap Adriana.
"Iya mah, Ken akan selalu ada buat tante Ralin seperti Ken selalu ada buat mamah." jawab Ken yang membuat hati Adriana senang dengan mempunyai anak sambung seperti Ken.
__ADS_1