Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Salah Paham Lagi


__ADS_3

"Sayang, jujur dulu mas bohong soal pekerjaan mas, tapi setelah kamu pergi dari hidup mas dan mas sudah menyesali semua nya, mas berjanji pada diri mas kalau suatu saat mas di pertemukan lagi sama kamu mas tidak akan pernah berbohong lagi, dan mas akan lakukan apa saja untuk kamu asal kamu bahagia dan memaafkan mas." ucap Baron sambil menyentuh kedua pipi Ralin.


"Tapi buktinya saat ini kita bertemu dan mas sudah membohongi aku." ucap Ralin.


Mereka terus berdebat karena kesalah pahaman yang belum selesai, lalu lintas yang berlalu lalang seakan-akan tidak menjadi penghalang buat mereka.


"Apa yang mas ucapkan semua nya benar sayang, semua jujur ngga ada kebohongan sedikit pun." jawab Baron yang ingin meyakinkan Ralin.


"Tidak, mas lagi berbohong, sudah lah mas kita sudah bertemu dan aku sudah memaafkan kamu, semoga mas bahagia dengan istri mas yang baru, oh ya pasti sekarang mas sudah mempunyai anak kan dari istri baru mas?" tanya Ralin dengan senyuman yang di paksakan padahal hatinya sangat lah sakit ketika mengucap kan itu semua.


"Sayang, sudah hilangkah kepercayaan kamu sama mas? semenjak kamu pergi yang mas lakukan hanya mencari kamu dan bekerja siang malam, karena mas sudah berjanji pada diri mas sendiri, kalau seandainya suatu saat mas bertemu dengan istri dan anak mas, mas ingin membahagiakan mereka dalam segala hal, dan mas ingin menyerahkan semua yang mas punya hanya untuk kamu dan anak kita nanti nya." ucap Baron.


"Buat aku atau istri baru mas?" tanya Ralin dengan tatapan cemburu nya.


"Hanya buat kamu dan anak kita." jawab Baron dengan sangat jelas.


"Anak kita? sampai sekarang pun kita ngga tahu dimana keberadaan anak kita mas." ucap Ralin dengan tatapan sendu nya.


"Sayang aku sangat yakin sekali kalau kita bakal bertemu dan berkumpul dengan anak kita lagi, seperti aku yakin kalau aku akan bisa menemukan kamu." ucap Baron sambil menggenngam erat kedua tangan Ralin.


"Sudah lah mas, kita sampai kapan pun ngga bakalan bisa berkumpul lagi." ucap Ralin sambil melepaskan genggaman tangan Baron.


"Kenapa? apa kamu sudah punya suami lagi? kalau memang kamu sudah punya suami lagi dan hidup kamu bahagia, mas rela melepaskan kamu, tapi kalau kamu tidak bahagia mas akan ambil kamu dari suami kamu, selamat ya sayang, semoga kamu bahagia bersama suami baru kamu." ucap Baron dengan wajah kecewa nya.


"Mas salah memberi selamat sama aku, karena yang harus nya mengucapkan selamat itu adalah aku." ucap Ralin.


"Maksud kamu apa sayang?" tanya Baron yang tidak mengerti dengan ucapan Ralin.


"Seharus nya aku yang memberikan ucapan selamat pada mas, selamat ya mas semoga kamu bahagia dengan istri baru kamu, kalian sangat serasi dan kelihatan nya kalian bahagia sampai-sampai jalan di mall pun kalian terlihat mesra dan romantis." ucap Ralin dengan air mata yang kembali mengalir di pipi nya.


Sungguh malam ini air mata Ralin terus mengalir, air mata kebahagiaan sekaligus air mata kesedihan bercampur menjadi satu.

__ADS_1


"Istri?" ucap Baron sambil mengerutkan kening nya, Baron berpikir dia jalan ke mall dengan siapa, hingga dirinya pun teringat di kala dia berjalan dengan Sandra kemarin.


"Bagaimana? mas sudah mengingat nya? sudah lah mas, mas ngga usah bohong lagi dengan semua perasaan mas sama aku, aku sudah melihat semua nya." ucap Ralin.


"Jadi apa yang kurasakan kemarin waktu di mall itu benar adanya? jadi kemarin kamu juga ada di mall?" tanya Baron.


"Ya, dan aku melihat semua nya, aku melihat mas sedang menggandeng tangan seorang wanita dengan begitu mesra, dan kelihatan nya kalian sangat bahagia sekali."


"Perempuan yang kemarin bersama mas itu adalah.," suara ponsel Baron pun berdering dengan nyaring hingga membuat dia menghentikan kalimat nya.


Baron pun menatap ponsel nya melhat siapa yang menghubungi nya lalu melirik ke arah Ralin.


"Sudahlah mas angkat saja, siapa tahu penting." ucap Ralin, padahal Ralin ingin tahu siapa orang yang menghubungi Baron.


"Iya sayang." ucap Baron setelah menggulir icon berwarna hijau


Sakit hati Ralin begitu mendengar Baron memanggil sayang pada wanita lain selain diri nya.


"Pasti itu istri nya yang menyuruh pulang, kamu memang sedang membohongi aku mas." gumam bathin Ralin sambil masuk ke dalam mobil nya dan duduk sambil terus mencoba menyalakan mobil nya.


*


*


"Ngapain nanyain adek, sekalian saja semuanya ngga pulang, biar adek hidup sendirian." teriak Sandra dari dalam.


Sandra memang jago beladiri dan terkenal sangar kalau sudah berantem, tapi aslinya dia sangat lah manja sekali.


Jev yang mendengar teriakan adik nya perlahan membuka pintu kamar Sandra.


"Sayang, maafkan kakak, kakak terlambat pulang karena tadi kakak bertemu dulu sama calon kakak ipar kamu, dan dia titip salam buat kamu." ucap Jev sambil menghampiri Sandra.

__ADS_1


Sandra yang mendengar kata-kata kakak ipar langsung bangun dari tidur nya.


"Benar kah? kakak ngga lagi bohongin adek kan?" tanya Sandra.


"Benar sayang, nanti kakak kenalin kamu ya?" ucap Jev.


"Besok ya kak, aku mau bertemu calon kakak ipar besok." ucap Ralin dengan antusias.


"Iya sayang, besok kakak usahakan membawa kakak ipar kesini." jawab Jev sambil tersenyum.


Sandra memang dari dulu ingin segera kakak nya menikah, selain ada yang ngurusin kakak nya dia juga akan punya teman di rumah itu.


"Kak ambilkan ponsel adek," ucap Sandra sambil nunjuk ke ponsel nya yang ada di atas meja rias nya.


"Mau menghubungi siapa malam-malam begini?" tanya Jev.


Jev sungguh bahagia melihat adik angkat nya terlihat sangat bahagia.


"Mau menghubungi ayah, katanya mau belikan adek sate tapi sudah dua jam lebih ngga pulang-pulang." jawab Sandra sambil mencari kontak Baron lalu menghubungi nya.


"Ayah dimana? kenapa lama sekali, adek sudah lapar ayah." ucap Sandra.


"Oh iya sampai lupa, sebentar ya sayang soalnya ayah bertemu dengan seseorang yang ayah cari selama ini." jawab Baron sambil melirik kearah Ralin yang sedang duduk di dalam mobil nya.


"Siapa ayah? apa ayah bertemu dengan istri ayah?" tanya Sandra dengan antusias.


"Iya nak, setelah ini ayah langsung belikan sate buat kamu, sabar ya sayang." jawab Baron.


"Ya sudah kalau gitu ayah pulang nya harus membawa sate dan istri ayah ke rumah." ucap Sandra sambil tersenyum.


"Baik nak, ayah akan berusaha membawa nya ke rumah dan tinggal bersama kita." jawab Baron lalu memutuskan panggilan nya.

__ADS_1


Baron menyimpan ponsel nya lagi ke saku celana nya lalu menghampiri Ralin yang sedang duduk di dalam mobil.


"Pulang saja mas, istri nya sudah menunggu, jadikan ini pertemuan pertama dan terakhir buat kita." ucap Ralin tanpa melihat ke arah Baron.


__ADS_2