
Ken terus saja melihat ke arah jarum jam yang ada di tangan nya, dia udah ngga sabar ingin menemui Sandra di butik Ralin.
"Lucky, kenapa mereka belum datang?" ucap Ken sambil menatap jam tangan nya.
"Tunggu sebentar pak, tadi katanya lagi di jalan, memang nya bapak ada keperluan lain?"
"Iya, saya mau bertemu seseorang, oh ya Luck kalau perempuan marah, kita sebagai laki-laki bagaimana cara nya untuk meluluhkan hati nya?"
"Urusan kantor bapak boleh jago dan pintar, tapi ternyata urusan wanita bapak payah." ucap Lucky dalam hati, karena kalau langsung bicara di depan Ken, sungguh Lucki ngga berani.
"Bapak datang saja ke rumah nya meminta maaf kepada nya dan jangan lupa bawa bunga, kalau bapak mau langsung melamar nya, jangan lupa bapak bawa perhiasan yang bagus dan cantik dan jangan lupa perhiasan nya yang asli ya pak, jangan yang imitasi." ucap Lucky sambil tersenyum.
"Semudah itu?" Ken sangat ragu karena menurut nya untuk meminta maaf kepada Sandra pasti akan sulit.
"Ya tergantung perempuan dan kesalahan bapaknya juga, kalau kesalahan bapak fatal, pasti bapak akan susah untuk mendapatkan maaf dari nya."
Ken pun terdiam dan mengingat kembali kesalahan yang dia lakukan kepada Sandra, "Apa dia akan memaafkan aku." gumam bathin Ken.
"Memang nya kesalahan apa yang telah bapak perbuat? Kali saja saya bisa membantu bapak mencari solusi nya." tanya Lucky yang penasaran, karena setahu Lucky dari pak Anthoni Ken ini tipe yang suka gonta ganti perempuan, tapi kali ini dirinya heran kenapa Ken yang sering gonta ganti perempuan malah sedang galau karena seorang perempuan, apa perempuan kali ini adalah perempuan yang istimewa buat seorang Ken.
"Saya sudah mencium bibir nya tanpa seizin dia." jawab Ken santai.
"What! cuma gara-gara sebuah ciuman saja dia marah besar? Berarti perempuan itu perempuan baik-baik pak, beda dengan kebanyakan perempuan yang malah senang di cium pria manapun.
"Nah itu dia Luck, saya kira dia sama dengan kebanyakan para wanita yang akan biasa saja kalau saya cium, tapi ternyata dia malah marah besar dan menampar saya dengan keras."
__ADS_1
Sungguh Lucky ingin sekali tertawa mendengar semua penuturan dari atasan nya nya ini, tapi dengan sekuat tenaga menahan nya, karena tidak mau bermasalah karena sudah menertawakan nya.
"Kalau perempuan yang sudah menampar bapak karena sebuah ciuman berarti itu ciuman pertama nya, dan bapak harus banyak berusaha dan bersabar untuk mendapatkan maaf dari nya."
"Ya, apa yang kamu bilang benar Luck, ini juga saya lagi memikirkan cara nya agar dapat maaf dari dia."
"Selamat siang, maaf saya terlambat." ucap seorang pria paruh baya yang di dampingi wanita muda dan cantik.
"Siang juga pak, ngga apa-apa kita juga belum lama kok." jawab Ken sambil menjabat uluran tangan nya.
"Papah ngga salah ngajak aku menemui klien nya, ternyata dia tampan dan berwibawa." gumam bathin Mitha anak nya pak Wira.
"Oh ya pak, kenalkan ini Mitha anak saya." pak Wira pun mengenalkan anak gadis nya.
Ken hanya tersenyum lalu mengulurkan tangan nya, kalau saja dia belum kenal Sandra, mungkin Ken akan langsung tergoda dan mengajak nya jalan, tapi setelah mengenal Sandra, entah kenapa Ken seperti sudah tidak ada rasa apapun untuk wanita lain, walaupun itu hanya sekedar menyapa nya.
Ken hanya mengangguk sambil tersenyum tanpa menatap nya.
"Baiklah pak, kita lanjutkan saja ke rencana awal kita untuk membahas kerja sama, karena setelah ini saya masih ada urusan." Ken tidak mau lama-lama berada di depan wanita ganjen yang terus menatap nya.
Pak Wira pun pasrah dengan keinginan Ken, tadi nya pak Wira sangat berharap sekali kalau Ken akan tergoda oleh anak nya, pak Wira sangat berharap sekali kalau Ken menjadi pasangan anak nya.
Sejak kedatangan nya, Mitha terus menatap Ken tanpa kedip, dia ingin sekali memiliki Ken, "Aku ngga perduli kamu sudah punya kekasih atau pun istri, aku akan mendapatkan kamu tuan Ken." gumam bathin Mitha sambil minum jus yang dia pesan.
"Seperti nya pak Wira sengaja membawa anak nya untuk menjerat pak Ken, tapi aku yakin kalau pak Ken yang sekarang bukan pak Ken yang dulu yang sering di ceritakan oleh pak Anthoni." gumam bathin Lucky yang terus memperhatikan gerak gerik Mitha.
__ADS_1
"Baiklah pak Wira, pembahasan kita sudah selesai dan kita sudah deal dengan kerja sama ini, kalau begitu saya mohon pamit karena masih ada urusan yang harus saya selesaikan.
"Apa tidak sekalian saja kita makan malam bersama? Sambil menunggu waktu makan malam tiba, kita bisa berbincang-bincang berbagai hal dulu." pak Wira berusaha menahan Ken agar tidak pergi.
"Bukan saya tidak mau pak, tapi untuk sekarang saya memang ngga bisa, karena ada urusan penting yang harus saya selesaikan."
"Baiklah pak Ken, semoga urusan pak Ken cepat selesai, tapi lain kali bisa kan pak Ken memenuhi undangan makan malam saya?"
"Saya usahakan." Ken pun berdiri dan menjabat tangan pak Wira.
"Pak Ken, nanti saya hubungi ya." bisik Mitha dengan nada sedikit menggoda, Ken hanya tersenyum tanpa meng iya kan.
Ken dan Lucky pun meninggalkan pak Wira dan anak nya yang sedang memandang dirinya dengan tatapan kecewa.
"Pah, kata papah pak Ken akan tergoda sama aku, tapi bukti nya dia biasa saja begitu melihat Mitha."
"Sabar dong sayang, mungkin pak Ken memang lagi ada urusan penting, kan tadi pak Ken sudah janji mau makan malam bareng kita.
"Pokok nya pak Ken harus jadi milik Mitha, Mitha ngga perduli pak Ken sudah punya kekasih atau pun sudah punya istri," ucap Mitha.
"Tapi papah ngga janji sayang, kan semua itu bagaimana pak Ken sendiri, papah ngga bisa memaksa pak Ken."
"Mitha ngga mau tahu, pokok nya papah harus bisa membuat pak Ken menjadi milikku, kalau tidak aku ngga mau bicara lagi sama papah." ucap Mitha lalu pergi meninggalkan papah nya.
"Anak itu, kalau sudah ada mau nya pasti harus di laksanakan, ini semua gara-gara mamah nya yang selalu memanjakan nya." gumam pak Wira sambil menggeleng-gelengkan kepala nya.
__ADS_1
Pak Wira pun megikuti Mitha keluar menuju parkiran, sebelum pergi pak Wira menuju kasir dan ingin membayar makanan yang di pesan nya, tapi ternyata semua sudah di bayar sama Ken.