Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Tertidur


__ADS_3

Walaupun sarapan sudah selesai, tapi mereka masih betah duduk di sana dengan berbagai cemilan di atas meja, mereka benar-benar ingin menikmati nya, karena besok sudah mulai dengan kerjaan mereka masing-masing.


Terlihat Sandra yang sedang berjalan dalam gandengan Ken tersenyum malu-malu.


"Darimana saja dek?' tanya Jev sambil tersenyum.


"Maaf kita kesiangan." ucap Sandra sambil menunduk.


"Di maafkan, kita juga ngerti kok, kamu paham kan sekarang dek, kenapa seorang pengantin itu bangun nya kesiangan." Jev terus menggoda Sandra.


"Jangan duduk dulu, sebentar dek, coba kakak lihat ada jejak yang tertinggal ngga di sini." ucap Lisna sambil menyibak kan rambut Sandra ke kanan dan ke kiri.


"Apa sih kak, ngga lah, memang nya abang, yang selalu menyimpan sembarang jejak." jawab Sandra.


Ken memang meninggalkan banyak jejak di tubuh Sandra, tapi sebelum Ken membuat nya Sandra sudah berpesan pada Ken, kalau Ken boleh membuat banyak jejak asal tidak di area leher.


"Eh beneran lo mas, ngga ada jejak." ucap Lisna sambil terus menelisik leher Sandra.


"Kamu normal kan Ken?" tanya Jev sambil menatap tajam kepada Ken.


"Normal lah, gila aja aku ngga normal, memang sengaja aku ngga ninggalin jejak dileher Sandra, tapi di tempat lain jangan di tanya."


"Mas, nanti malam jangan tidur di kamar." ucap Sandra sambil cemberut, karena Sandra merasa malu dengan ucapan Ken.


"Kita memang tidak tidur di kamar sayang, kita kan pasti nya lagi dalam pesawat." Ken pun menyunggingkan senyuman kemenangan nya.


"Sudah-sudah, abang jangan ganggu adek terus, kasihan adek belum sarapan." ucap Ralin sambil memberikan makanan buat Sandra.


"Memang hanya mamah yang paling ngerti aku, aku sayang mamah." Sandra pun memeluk Ralin dari samping.


"Sudah jadi seorang istri juga masih aja manja." gumam Jev.


"Biarin."


"Abang." ucap Baron.


*


*


Sore ini semuanya meninggalkan hotel dan langsung menuju bandara untuk mengantar Ken dan Sandra.

__ADS_1


"Sayang, hati-hati ya di sana, jangan berpergian sendirian." ucap Ralin lalu mencium seluruh wajah Sandra.


"Ken ayah titip Sandra, jaga dia jangan sampai kejadian yang lalu terulang kembali." ucap Baron sambil menepuk bahu Ken.


"Iya ayah."


"Nak pulang bulan madu mamah harap kalian memberikan kado terindah buat kita semua." ucap Adriana.


"Siap mah." ucap Ken.


Setelah pamitan kepada keluarga semuanya, Sandra dan Ken pun masuk ke dalam pesawat.


Sandra dan Ken pun akhirnya melakukan perjalanan bulan madu nya ke Bali, mereka memilih ke Bali dulu setelah itu langsung ke Paris dan terakhir ke Turki.


"Mas." tangan Sandra memegang erat tangan Ken, Sandra merasa takut karena ini pertama kali nya ia naik pesawat.


"Tenang sayang, ngga apa-apa, ada aku." Ken memeluk dan mencium kening Sandra, Ken terus membuat Sandra tenang hingga Sandra tertidur dan melupakan rasa takut nya.


Perjalanan di tempuh kurang lebih dua jam mereka lalui, tangan Sandra tidak lepas dari tangan Ken, semenjak mereka turun dari pesawat dan langsung menuju hotel.


Sebelum mereka masuk ke dalam hotel, mereka makan dan jalan-jalan dulu di sekitaran Bali menikmati malam yang indah berdua.


"Sayang, pemandangan nya indah sekali." ucap Sandra sambil menatap indah nya pantai kuta Bali di malam hari.


"Aku sangat senang dan bahagia sekali, terima kasih mas."


"Ya sudah kita istirahat, besok kita keliling Bali." ajak Ken.


Kini mereka sudah berada di dalam kamar hotel, Sandra langsung membaringkan tubuh nya di atas kasur empuk dan luas itu.


"Sayang mandi dulu." ucap Ken sambil membuka sepatu nya.


"Sebentar sayang, aku capek mau rebahan dulu sebentar."


Ken pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuh nya, Ken mengisi bathtub dengan air hangat dan memasukan aromatherafy di dalam nya.


"Sayang, ayo mandi air nya sudah aku siapkan."


"Males bangun mas, nanti aja ya."


Ken menghampiri Sandra lalu menggendong nya ala bridal style dan membawa Sandra ke dalam kamar mandi, dengan perlahan Ken menurunkan Sandra dari gendongan nya.

__ADS_1


"Mandi dulu kamu rasakan aromatherafy nya, aku jamin badan kamu akan wangi dan segar." Ken membuka semua baju yang di kenakan Sandra.


Sandra kini sudah masuk ke dalam bathtub dan merasakan sensasi aromatherafy yang membuat Sandra semakin rileks dan nyaman hingga dirinya tertidur di buthtub.


Sedangkan Ken, setelah melihat Sandra masuk ke dalam bathtub untuk mandi, Ken keluar dan memakai baju piyama.


Ken menunggu Sandra sambil merebahkan tubuh nya di atas kasur hotel dengan ponsel di tangan nya, dirinya baru memberi kabar kepada orang tua nya dan orang tua Ralin.


"Sayang mandi nya sudah belum." teriak Ken sambil menatap pintu kamar mandi.


"Dia lagi ngapain sih, mandi kok lama banget." gumam Ken lalu turun dari kasur dan menghampiri Sandra yang masih di dalam kamar mandi.


Betapa kaget nya Ken, melihat Sandra sedang tertidur di dalam air, Ken langsung menghampiri dan menggendong nya.


"Sayang, kenapa tidur di sini."


"Mas, sudah pagi ya?" tanya Sandra sambil membuka matanya.


"Mas, kenapa aku ada di sini, mas, dingin." ucap Sandra dengan tubuh gemetar nya.


"Kamu mandi sambil tidur sayang, dan sudah satu jam kamu berendam otomatis kamu kedinginan."


Ken pun menggendong Sandra kembali dan membaringkan nya di atas tempat tidur.


Dua bukit Sandra yang masih padat itu melambai-lambai seakan-akan memanggil dirinya untuk segera mencicipi nya.


Senjata Ken langsung on begitu melihat dua bukit dan sesuatu yang sangat membuat nya ketagihan


Bagaimana tidak on, tubuh Sandra sedang terbaring tanpa sehelai benang pun yang menempel pada tubuh nya.


"Mas, aku dingin." ucap Sandra


"Baik lah sayang, mas akan menghangatkan tubuh kamu."


Ken langsung memposisikan tubuh nya agar bisa leluasa menikmati dua bukit kembar dan seluruh tubuh Sandra.


Sandra yang lagi kedinginan merasa kan hangat nya tubuh Ken membuat nya terus ingin di sentuh.


Entah karena tubuh yang lagi kedinginan, entah Sandra yang sudah mulai mengenal dan menikmati tubuh Ken, Sandra langsung mengganti posisi nya menjadi di atas tubuh Ken.


Begitu liar sikap Sandra malam ini membuat Ken tersenyum, sungguh Ken menyukai Sandra yang seperti sekarang.

__ADS_1


Mereka berdua sepasang pengantin baru yang baru merasakan nikmat nya olah raga malam, seakan-akan mereka tidak ingin menghentikan nya, mereka terus saling memberikan kepuasan sampai mereka berdua benar-benar lelah dan tidak berdaya, mereka melupakan waktu dan melupakan semuanya, yang ada pada diri mereka saat ini adalah saling memuaskan.


__ADS_2