Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Cantik


__ADS_3

"Gimana non, ada yang perlu saya rubah lagi ngga?" tanya Lisna sambil membereskan peralatan make up nya.


"Mbak, ini benar aku kan? kok aku merasa aku ini orang asing ya?" tanya Sandra sambil terus menatap wajah nya yang menurut dia berubah.


"Lebih cantik dan feminim kan non, kan udah saya bilang emang dasar non nya aja yang sudah cantik, jadi di poles sedikit saja udah kelihatan banget cantik nya." jawab Lisna jujur.


"Gimana LIs, sudah selesai?" tanya tante Ralin sambil membuka pintu kamar nya.


"Sudah bu, lihat sendiri hasil nya sama ibu." jawab Lisna sambil membalikan tubuh Sandra agar menghadap ke arah tante Ralin.


"Kenapa wajah nya sedikit mirip dengan aku ya? apa karena aku saking merindukan anakku sehingga wajah Sandra pun terlihat seperti aku sendiri." gumam bathin tante Ralin sambil menatap tidak berkedip kearah Sandra.


"Gimana bu, apa ada yang perlu saya ubah lagi?" tanya Lisna.


"Ngga LIs, sudah cukup, Sandra benar-benar cantik malam ini." jawab tante Ralin sambil tersenyum.


"Nak boleh kan kalau tante poto sama kamu berdua?" pinta tante Ralin sambil menyentuh tangan Sandra.


"Boleh kok tan." jawab Sandra sambil tersenyum manis ke arah tante Ralin.


"Lis, tolong kamu poto kami berdua ya?" ucap tante Ralin sambil memberikan ponsel nya kepada Lisna.


Lisna pun mengambil beberapa gambar tante Ralin dan Sandra dengan berbagai pose.


"Sudah bu. saya sudah mengambil beberapa gambar poto ibu dan nona Sandra." ucap Lisna sambil memberikan kembali ponsel milik tante Ralin.


"Makasih ya Lis." ucap tante Ralin sambil mengambil ponsel nya.


"Kalau begitu saya kembali ke bawah ya bu." ucap Lisna.


"Ayo kita sama-sama saja ke bawah nya, lagian tadi Ken sudah berpesan agar cepat-cepat." ajak tante Ralin sambil menggandeng tangan Sandra.


Tante Ralin, Sandra dan Lisna pun berjalan ke bawah dengan menuruni tangga satu persatu dengan perlahan.


Ken yang sedang menunduk sambil bermain ponsel pun tidak menyadari kehadiran Sandra dan tante Ralin.


"Ken." panggil tante Ralin sambil menyentuh bahu Ken.


"Iya tan te." jawab Ken dengan terbata begitu melihat Sandra yang ada di hadapan nya kini.


"Cantik." gumam Ken yang sempat terdengar oleh Sandra dan tante Ralin.

__ADS_1


Gimana Ken? cantik kan? atau ada yang perlu di rubah lagi?" tanya tante Ralin.


"Tidak tan cukup, baju nya juga tidak terlalu seksi dan pas banget di tubuh nya." jawab Ken sambil menatap Sandra dari atas sampai bawah.


"Benar-benar cantik, aku akan menjadi orang yang sangat beruntung malam ini karena menggandeng cewek secantik kamu." gumam bathin Ken sambil sedikit tersenyum.


"Kamu juga terpana kan? makanya jangan remehkan wanita yang tampil apa adanya, karena sekali nya dia dandan kelar hidup para wanita cantik yang suka memakai polesan tebal." jawab tante Ralin.


"Ya sudah kalau begitu kami berangkat dulu ya tan, untuk pembayaran nya nanti saya transfer." ucap Ken.


"Iya Ken gampang, kayak sama siapa saja kamu ini." jawab tante Ralin.


"Ayo kita berangkat." ajak Ken pada Sandra.


"Tante, kami permisi, makasih untuk semua yang telah tante lakukan pada saya." ucap Sandra sambil memeluk tante Ralin.


Kembali getaran di hati mereka terasa lagi di kala mereka saling memeluk.


"Ayo San, keburu malam ini." ucap Ken.


"Iya tuan." jawab Sandra sambil melepaskan pelukan hangat dari tante Ralin.


Tante Ralin pun menatap kepergian Sandra dan Ken dengan perasaan tidak rela.


Tante Ralin kembali membuka galeri di ponsel nya sambil duduk.


"Kenapa wajah nya mirip banget di poto ini, apa cuma perasaan aku saja ya." gumam bathin tante Ralin sabil terus menatap wajah Sandra yang ada di ponsel nya, bahkan di jadikan nya sebagai walfaper di ponsel tante Ralin.


"Bu, bahan untuk baju pesanan bulan depan dimana-mana kosong, cuman ada satu tekstil yang ada." ucap Lisna setelah berada di depan nya tante Ralin.


"Ya beli saja di toko yang ada, kalau kita nyari takut nya ngga ada waktu lagi." jawab tante Ralin.


"Baiklah bu kalau begitu, nanti saya akan menghubungi toko  nya." jawab Lisna.


"Kalau bisa kamu cek toko nya langsung, apa bahan di sana lengkap atau tidak? kalau misalkan lengkap kita kerja sama dengan mereka." ucap tante Ralin.


"Baik bu, saya akan secepat nya melihat toko mereka." jawab Lisna.


"Baiklah kalau begitu saya tunggu kabar selanjut nya, toko nya tutup saja Lis, saya sudah ingin istirahat." ucap tante Ralin sambil menaiki tangga kembali.


*

__ADS_1


*


Di sepanjang perjalanan Ken tidak henti-henti nya menatap Sandra yang sedang duduk di depan.


"Kamu nanti di sana jangan keganjenan dan jangan kecentilan, saya tidak suka kalau kamu melakukan semua itu.


"Anda tenang saja tuan, saya orang nya ngga ganjen, tapi kalau tuan nanti ganjen gimana?" tanya Sandra.


"Kan saya lelaki bebas, saya belum punya istri, jadi sah-sah saja." jawab Ken.


"Saya juga belum punya suami kok, jadi masih bisa untuk ganjen." jawab Sandra sambil tersenyum.


"Kalau kamu ganjen, tahu rasa kamu nanti." ancam Ken.


Suara ponsel Sandra pun berdering, lalu menerima panggilan telepon ke ponsel nya.


"Iya kak? ada apa?" tanya Sandra.


"Poto yang kamu kirim itu poto siapa dek?cantik sekali." tanya Jev.


Ya yang menghubungi Sandra itu adalah Jev kakak angkat nya Sandra.


"Ya aku lah, masa orang lain." jawab Sandra sambil tersenyum.


Ken merasa panas hati nya mendengar Sandra berbicara dengan seorang pria, apalagi kelihatan nya Sandra sangat manja sekali sama orang yang menghubungi nya itu.


"Seperti nya yang menghubungi Sandra adalah seorang laki-laki." gumam bathin Ken sambil terus menatap kearah Sandra.


"Kamu cantik banget sih dek, kakak sampai pangling melihat poto kamu tadi." ucap Jev.


"Ah, kakak bisa saja, ya sudah kak aku matikan dulu telepon nya, soalnya aku ngga enak lagi sama bos." ucap Sandra.


"Iya dek, kamu selalu hati-hati dimana pun kemu berada ya dek." jawab Jev.


Sandra pun menyimpan kembali ponsel nya ke dalam tas yang diberi tante Ralin di butik nya tad.


"Kalau lagi sama saya, kamu ngga boleh angkat telepon dari seorang pria manapun." ucap Ken.


"Tapi tadi itu." ucap Sandra yang belum selesai dengan kalimat nya sudah di potong oleh Ken.


"Tidak ada tapi-tapi an, pokok nya ngga boleh menerima panggilan di saat dengan saya." ucap Ken dengan jelas, padahal hati Ken nya lagi kepanasan.

__ADS_1


__ADS_2