Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Panggil Dia Mamah


__ADS_3

"Bang seperti nya itu mobil ayah deh." ucap Sandra lalu berlari menghampiri kaca jendela nya dan melihat nya.


"Siapa dek?' tanya Jev.


"Ayah bang, ya sudah adek mau bukain pintu buat ayah dulu ya bang." ucap Sandra.


"Ya sudah kalau gitu abang mau mandi dulu ya dek." ucap Jev lalu keluar dari kamar Sandra.


Terdengar suara bel yang nyaring di dalam rumah membuat bu Murni sedikit berlari menghampiri pintu utama.


"Bu biar aku saja, ibu istirahat saja." Teriak Sandra dari atas tangga


"Baik lah nak, kalau begitu ibu balik ke kamar lagi." ucap bu Murni lalu kembali ke kamar nya.


Sandra pun menghampiri pintu dengan hati yang begitu bahagia, entah kenapa hati nya begitu bahagia malam ini.


Perlahan Sandra pun membuka pintu nya, betapa kaget nya Sandra begitu pintu terbuka nampak lah orang yang sudah dia kenal sebelum nya.


"Tante Ralin." teriak nya dengan wajah kaget dan hampir tidak percaya dengan apa yang sedang di lihat nya saat ini.


"Sandra, sayang kamu di sini?" teriak Ralin dan langsung memeluk nya dengan sangat erat.


"Kalian sudah saling kenal?" tanya Baron sambil melihat dengan tatapan heran nya.


"Iya mas, dia ini asisten nya Ken." jawab Sandra sambil melepaskan pelukan nya.


"Kita mencari kamu sayang, ternyata kamu ada di sini, tante sangat merindukan kamu." ucap Sandra sambil menggenggam kedua tangan nya Sandra.


"Aku juga merindukan tante, ayo tan kita masuk." ucap Sandra sambil tersenyum.


"Oh begitu ya, sekarang ayah dilupakan." ucap Baron pura-pura merajuk.


"Tidak lah ayah, ayah tidak akan pernah aku lupakan, oh iya sate nya mana yah." ucap Sandra.


"Ya ampun sampai lupa ayah, kalian masuk saja dulu ayah mau ambil sate nya." ucap Baron lalu pergi kembali ke mobil nya.


"Ayo tan kita masuk." ucap Sandra sambil menarik tangan nya Ralin.


Kenyamanan kembali di dapatkan Ralin ketika tangan nya di genggam oleh Sandra.

__ADS_1


Perasaan ini kembali lagi, perasaan apa sebenar nya yang aku rasakan ini." gumam bathin Ralin sambil mengikuti langkah Sandra.


"Memang nyaman banget dekat dengan tante Ralin ini, apa karena aku sangat merindukan ibu sehingga aku merasa nyaman dekat dengan nya." gumam bathin Sandra.


"Sini duduk tante, Sandra juga kangen sama tante, sudah lama kita ngga bertemu." ucap Sandra sambil duduk di sofa.


"Jadi kemarin yang di bilang tetangga kamu kalau kamu pindah itu, pindah nya kesini?" tanya tante Ralin.


"Iya tan, aku di selamatkan oleh ayah dan diangkat sebagai anak nya."


"Asik bener yang lagi ngobrol, ayo kita makan dulu sate nya, ini sate ter enak langganan ayah." ucap Baron sambil membawa sate nya.


Sandra dan Ralin pun tersenyum sambil melihat ke arah Baron dengan sebuah piring yang berisikan sate di tangan nya.


"Wah enak nih, Sandra udah lapar dari tadi ayah, tapi nunggu ayah lama banget ngga datang-datang." ucap Sandra menggoda ayah nya.


"Maaf kan ayah nak, tadi ayah meyakin kan mamah kamu dulu, soalnya dia cemburu berat sama kamu." ucap Baron sambil melirik ke arah Ralin.


"Mas ih, jangan buka kartu." ucap Ralin sambil menepuk lembut tangan Baron.


"Cemburu gimana yah?" tanya Sandar sambil mengambil sate nya.


"Berarti mamah masih mencintai ayah." ucap Sandra yang membuat Ralin malu.


"Oh ya dek, abang kamu kemana?" tanya Baron sambil menyantap sate nya.


"Tadi sih nemenin adek nungguin ayah pulang tapi begitu mendengar mobil ayah, abang pergi mandi." jawab Sandra.


Baron pun mengangguk tanda mengerti, "Ayo dimakan dong sayang." ucap Baron sambil menyuapi Ralin.


"Aku bisa sendiri mas." ucap Ralin, sebenar nya Ralin sangat ingin di suapi Baron tapi karena ada Sandra dia merasa malu.


"Ngga usah malu-malu tante, anggap saja aku ngga ada." ucap Sandra yang paham dengan Ralin.


"Stop manggil dia tante dek, dia ini istri ayah jadi kamu harus manggil dia dengan panggilan mamah." protes Baron.


"Maaf yah belum terbiasa." ucap Sandra.


Betapa bahagia hati Ralin, sosok Sandra yang sangat dia rindukan ternyata ada di rumah Baron, dan seandainya kalau mereka menikah kembali pasti setiap waktu akan bersama Sandra.

__ADS_1


"Bagus ya, tadi selagi nungguin ayah, abang temenin kamu, tapi setelah ayah pulang abang ngga diajak makan sate nya." teriak Jev dari atas tangga.


Mereka bertiga yang lagi menikmati sate pun menatap kearah tangga.


"Pak Jev."


"Bu Ralin."


Teriak keduanya secara bersamaan dengan wajah kaget nya.


"Jangan bilang kalian berdua saling mengenal? ayah akan merasa sangat bodoh kalau semua itu benar." ucap Baron sambil melirik ke arah Jev dan Ralin secara bergantian.


"Aku mengenal nya ayah, bahkan tadi siang kita bertemu untuk melakukan kerja sama." jawab Jev.


"Iya mas, aku sangat membutuhkan bahan-bahan yang bagus untuk gaun-gaun di butikku, dan ternyata textile nya Jev ini lengkap dan bahan-bahan nya sangat cocok sekali." ucap Ralin.


"Butik? jadi kamu buka butik sayang?" tanya Baron dengan antusias.


"Iya mas, dan nama butik ku Lins Fashion." ucap Ralin.


"Apa! itu kan butik yang waktu itu mau kerjasama dengan textile mas, tapi karena waktu itu mas sudah di tunggu klien jadi mas ngga bisa menunggu kedatangan dari pihak Lins Fashion, jadi di teruskan oleh Jev." ucap Baron.


"Pantas saja waktu aku datang kesana aku sempat melihat mas keluar dari textile itu, aku kira itu hanya halusinaai aku saja." ucap Ralin yang mengingat waktu itu.


"Kenapa kamu ngga panggil mas sayang, andai saja waktu itu mas tahu kalau yang datang itu kamu, mas akan batalkan pertemuan dengan mereka walaupun mas harus kehilangan milyaran rupiah." ucap Baron.


"Cinta memang buta." gumam Sandra.


"Kok bisa di bilang seperti itu dek?" tanya Jev sambil menatap Sandra.


"Ya buta bang, ayah rela kehilangan milyaran hanya ingin bertemu dengan istri nya, berarti cinta ayah buta." jawab Sandra yang asal bicara.


Jev hanya menggelengkan kepalanya mendengar jawaban dari adik angkat nya itu.


"Jadi kepanjangan Barlin textile itu?" tanya Ralin yang mengingat nama textile Baron.


"Baron dan Ralin, mas menggabungkan nama kita berdua untuk menamakan textile nya, karena sampai kapan pun kamu akan selalu ada di hati mas." ucap Baron sambil menaruh tangan Ralin dan dia simpan di atas dada nya.


"Bang cerita nya malam ini kita jadi obat nyamuk ya bang." ucap Sandra.

__ADS_1


Mereka pun tertawa mendengar celotehan dari Sandra.


__ADS_2