Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Perasaan


__ADS_3

Siang ini Ralin sedang membereskan barang-barang mereka di bantu oleh Jev, hari ini Sandra sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit karena sudah tidak mengeluhkan apa-apa, hanya luka lebam nya yang masih sedikit terlihat.


"Maaf bu saya terlambat, tadi di jalan macet." ucap Jay yang baru datang menjempiut, Jay di suruh oleh Baron menjemput mereka setelah tahu dari Ralin kalau Sandra sudah di perbolehkan pulang.


Baron bahagia mendengar Sandra sudah keluar dari rumah sakit, tapi rasa kebahagiaan nya itu tidak berlangsung lama setelah dirinya mengingat kalau dirinya ngga bisa berkumpul bersama mereka kembali.


"Ngga apa-apa Jay, ini juga baru selesai." jawab Ralin.


"Makasih om sudah mau jemput kita." ucap Sandra.


"Sama-sama nak, mulai sekarang kamu harus lebih berhati-hati ya."


"Siap om." jawab Sandra dengan satu tangan ke atas seperti memberi hormat.


Ralin tersenyum melihat kelakuan Sandra, dia berharap Sandra kembali seperti itu kepada ayah nya, tanpa terasa mata nya sudah berkaca-kaca.


"Mah, sudah jangan di pikirkan, nanti juga adek memaafkan ayah kok." bisik Jev sambil mengusap pundak Ralin, Jev tahu dengan perasaan Ralin saat ini, Ralin hanya tersenyum dan mengangguk kan kepala nya.


"Ayo om, kita agkat barang-barang nya." ucap Jev sambil mengangkat sebuah tas besar yang berisi baju Ralin dan baju Sandra.


"Kamu mau naik kursi roda nak?" tanya Ralin.


"Tidak mah, aku mau jalan kaki saja, biar kakai nya ngga kaku."


Ralin pun menggandeng tangan Sandra dan melangkah keluar meninggalkan rumah sakit.


*


*


Adriana kini sudah berada di butik untuk menyambut kepulangan Sandra dari rumah sakit bersama Lisna dan Reni.


Adriana datang dengan membawa berbagai makanan buatan dirinya, sebelum pergi ke butik Ralin, Adriana sengaja masak banyak buat di bawa ke rumah Ralin.


"Sudah di siapkan semua nya Lis?" tanya Adriana sambil melihat ke arah meja yang sudah penuh dengan masakan.


"Sudah bu, semuanya sudah siap."

__ADS_1


Terlihat sebuah mobil yang sudah mereka kenal masuk dan berhenti di depan butik Ralin.


"Itu bu mereka datang." ucap Reni sambil menunjuk ke arah depan.


Mereka bertiga pun langsung menuju keluar untuk menyambut kedatangan Sandra dan Ralin.


"Akhir nya aku kembali kesini." ucap Sandra sambil turun dari mobil.


"Selamat datang sayang." teriak bu ADriana sambil tersenyum.


Mereka menyambut kepulangan Sandra dengan rasa bahagia, tanpa mereka sadari dari seberang jalan ada seseorang yang menatap mereka dengan linangan air mata nya.


"Semoga kamu sehat selalu nak, dan tidak akan terjadi lagi kejadian seperti kemarin, ayah janji ayah akan selalu melindungi kamu dari jauh." gumam Baron yang melihat kepulangan Sandra dari seberang jalan.


Seperti ada yang memperhatikan dirinya, Sandra membalikan tubuh nya melihat ke arah seberang.


"Cari siapa nak?" tanya Ralin sambil ikut menatap ke arah seberang jalan.


"Itu seperti si bos yang berada di balik pohon itu, kasihan bos, hatinya pasti hancur, anak yang selama ini dia cari dan dia harapkan kehadiran nya malah membenci dan menjauhi nya." gumama btahin Jay.


"Nyari Ken ya nak? Mungkin Ken masih di jalan." ucap bu Adriana sambil tersenyum.


"Mungkin kamu masih ingat dengan kejadian kemarin dek, sudah ayo masuk dan istirahat biar cepat pulih lagi." ucap Jev.


Mereka semua pun masuk kedalam butik dan sekaligus rumah nya Ralin tersebut, baru juga mereka melangkahkan kaki nya Ken datang setengah berlari.


"Maafkan aku terlambat barusan macet di jalan." ucap Ken dengan bunga di tangan nya.


Sandra tersenyum melihat Ken yang sangat tampan siang itu.


"Selamat kembali ke rumah sayang." ucap Ken lalu memberikan bunga dan mencium kening nya Sandra.


"Terima kasih mas."


"Udah nanti saja mesra-mesraan nya, sekarang kita masuk dulu." ucap Jev sambil masuk ke dalam.


Mereka kini sudah duduk di ruangan sambil menikmati hidangan yang sudah di siapkan.

__ADS_1


"Maaf buat semuanya, saya pamit soalnya masih banyak kerjaan di textile." ucap Jay.


Sebenar Jay sudah ngga ada kerjaan di textile nya Baron, tapi dirinya tidak tega melihat Baron harus terus berdiri di balik pohon besar itu.


"Ngga ikut makan dulu Jay?" ucap Ralin.


"Ngga bu makasih, saya sudah makan tadi sebelum kesini."


"Makasih ya Jay."


"Makasih om."


Jay pun pergi keluar, sedikit mata nya melirik ke arah pohon besar di seberang jalan, dan dirinya masih melihat Baron sedang berdiri di sana.


"Om tunggu." teriak Jev mengagetkan Jay.


"Kenapa nak?" tanya Jay sambil membalikan tubuh nya.


"Aku ikut, aku tahu om tidak akan ke textile, tapi om mau membawa ayah pergi dari pohon besar yang ada di deberamg jalan itu kan." ucap Jev tanpa melihat ke arah seberang jalan, karena takut ayah nya mengetahuinya kalau dirinya dan Jay melihat keberadaan nya.


"Kamu juga tahu kalau bos ada di sana." ucap Jay dengan suara pelan.


"Aku tadi melihat nya begitu kita masuk ke sini."


"Ya sudah ayo kita pergi sebelum bos pergi." Jay dan Jev pun masuk ke dalam mobil, mereka berdua pura-pura tidak melihat Baron, Jay melajukan mobil nya secara berputar lalu berhenti di depan pohon besar yang dimana di sana ada Baron sedang berdiri sambil mnegusap air mata nya.


"Ayah ayo masuk." Jev keluar dari mobil lalu menarik tangan Baron untuk masuk ke dalam mobil.


"Kalian tahu kalau,"


"Ya kita berdua tahu kalau di situ ada ayah sedang berdiri, kenapa ayah berdiri di situ?"


"Aya ngga mau membuat Sandra kembali marah dan ngusir ayah."


"Ayah, percaya sama aku, Sebenar nya adek juga menyayangi ayah, adek juga mengharapkan ayah, dan adek juga sebenar nya ingin ada ayah di samping nya, barusan saja adek merasakan kehadiran ayah, tapi kisah masa lalu yang baru adek ketahui membuat dia marah dan kecewa kepada ayah, abang yakin adek juga ingin sekali memeluk ayah saat ini."


Baron hanya diam dan sesekali mengusap wajah nya, sungguh sakit di posisi Baron saat ini, dulu Baron selalu siap akan di hukum apapun oleh anak dan istrinya, tapi setelah bertemu dan Sandra menghukum nya, Baron malah tidak sanggup untuk menerima nya.

__ADS_1


Baron menyandarkan punggung nya ke jok mobil, dia menghela nafas berat, seakan-akan dirinya lagi memendam masalah yang sangat berat dalam hidup nya. Jay dan Jev pun merasa kasihan kepada Baron, mereka berdua bertekad akan membantu Baron untuk meluluhkan hati Sandra


__ADS_2