Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Kasih Sayang


__ADS_3

"Adek." ucap mereka bertiga serempak.


Sandra sudah memikirkan semua yang telah terjadi dalam hidup nya, dia merasa bersalah dengan ke dua orang tua nya karena dirinya sudah egois dan membenci ayah nya.


Lisna dan Jay yang mau masuk ke dalam kamar pun terdiam di ambang pintu sambil menatap Sandra yang sedang menghampiri Baron.


"Katakan padaku kenapa anda ngga mau di bawa ke rumah sakit? Apa anda mau meninggalkan aku yang baru anda temukan? Apa anda memang sudah ngga sayang sama aku lagi." ucap Sandra dengan linangan air mata nya.


Baron pun dengan perlahan bangun dan berusaha untuk duduk, Ralin dan Jev yang melihat Baron akan bangun pun membantu nya.


"Adek, maafkan ayah nak, biar ini menjadi hukuman buat ayah, kalau memang hukuman ayah harus membuat ayah mati, ayah rela menerima nya, dan sampai kapan pun ayah akan selalu menyayangi kalian semuanya." ucap Baron dengan suara pelan dan menahan tangisan nya.


"Anda tidak boleh mati, kalau sampai itu terjadi, aku tidak akan memaafkan anda."


Bibir Baron sedikit tersenyum mendengar ucapan dari Sandra, walaupun Sandra belum kembali memanggilnya dengan panggilan ayah, tapi setidak nya Sandra sudah memaafkan nya.


"Anda tahu? Betapa sakit nya hati aku dikala aku tahu kalau orang yang akhir-akhir ini aku sayang ternyata orang yang sudah membuang aku sewaktu bayi, di mana perasaan anda waktu itu, dimana?' teriak Sandra.


Semua yang ada di di dalam kamar Baron, termasuk bu Murni terdiam mendengarkan apa yang akan selanjutnya Sandra ucapkan, mereka tahu kini Sandra hanya ingin meluapkan amarah nya kepada ayah nya.


"Maafkan ayah nak, waktu itu ayah di butakan oleh keadaan, hubungan ayah yang tidak di restui oleh orang tua ibu kamu membuat ayah melakukan apa pun yang penting ayah bisa memberikan kehidupan yang layak buat ibu kamu, karena ayah ingin membuktikan kepada keluarga nya kalau ayah bisa membahagiakan ibu kamu, ayah masuk ke dunia hitam dengan bayaran tinggi asal ayah mau melakukan apa yang mereka perintahkan, bahkan membunuh pun pernah ayah lakukan, waktu itu ayah gelap mata dan di pikiran ayah hanya anak laki-laki lah yang bisa melakukan pekerjaan yang sedang ayah jalani, makanya begitu ayah pulang dan melihat kalau anak ayah seorang perempuan, tanpa pikir panjang ayah membawa nya dan membuang anak ayah ke tengah hutan, tapi semalaman ayah berpikir dengan keadaan kamu yang di tengah hutan sendirian pasti kedinginan dan kelaparan membuat ayah kembali lagi pagi nya ke hutan untuk membawa kamu kembali, tapi kamu sudah tidak ada, dari situ lah penyesalan ayah tumbuh, istri ayah yang ayah sayangi dan ayah cintai sudah pergi meninggalkan ayah karena perlakuan kasar ayah, ayah terpuruk sampai ayah sakit dan berada di ujung kematian, tapi ada Jay yang selalu setia menjaga dan menemani ayah, Jay selalu memberi semangat hingga ayah bisa menjadi sekarang, ayah sangat berharap kita akan kumpul bersama lagi, apalagi sekarang ayah punya dua anak yang akan mengisi masa tua ayah, untuk saat ini ayah tidak menginginkan apa-apa, ayah hanya ingin kamu memaafkan ayah, dan kembali memanggil ayah dengan panggilan ayah." ucap Baron panjang lebar, dan tak terasa air mata nya sudah meluncur, semua yang mendengar cerita dari Baron pun ikut menitik kan air mata nya.


"Ayah." ucap Sandra lalau memeluk erat tubuh Baron sambil menangis, ayah dan anak itu berpelukan sambil menangis, kedua nya mencurah kan semua rasa dalam pelukan dan tangisan.

__ADS_1


"Maafkan aku ayah, aku sudah egois dan tidak mau mendengar alasan nya." ucap Sandra dalam tangisan nya.


"Ayah sudah memaafkan kamu nak, maafkan ayah juga yang sudah membuat kamu menderita selama puluhan tahun ini."


Semua yang melihat nya ikut tersenyum melihat anak dan ayah kembali saling memaafkan.


Ralin menghampiri dan memeluk suami dan anak nya, "Terimakasih kalian sudah mau saling memaafkan." ucap Ralin.


Sungguh pemandangan yang sangat indah untuk malam ini, mereka sangat bahagia melihat satu keluarga yang terpisah kini kembali bersatu.


"Nak, kamu ngga mau memeluk kita?" ucap Baron sambil menatap Jev.


Jev pun menghampiri dan masuk ke dalam pelukan mereka, Jev merasa bahagia dirinya di terima di keluarga ini.


"Ayo nak Ken, kita bawa bos ke rumah sakit." ucap Jay membuat mereka melepaskan pelukan nya.


"Ya bos lah, kan bos yang sakit, apalagi bos ngga mau makan sampai pingsan, kalau ngga di bawa ke rumah sakit, nanti bos makin parah." Jay sengaja sedikit mencairkan suasana.


"Ngga, saya ngga sakit, kata siapa saya ngga mau makan, bu Murni tolong ambilkan makan buat saya." ucap Baron dengan penuh semangat.


"Baik pak."


"Yang banyak bu." teriak Baron.

__ADS_1


Semua yang ada di dalam ruangan pun tersenyum melihat Baron yang kembali semangat dan mau makan.


"Sini nak, ayah masih kangen." ucap Baron lalu memeluk Sandra.


"Ken, mulai sekarang kamu punya saingan tuh." Jev menggoda Ken.


"Kak, jangan membuat masalah lagi." ucap Lisna.


"Bu, kalau gitu kita pergi keluar saja yuk, percuma di sini juga, suami ibu sudah melupakan ibu, mending ibu ikut saya." ucap Jay menggoda Baron.


"Kamu jangan macam-macam Jay, kamu sudah punya bu Murni, dia milik saya." ucap Baron dengan tatapan tajam nya.


"Kalau sudah kembali menyeramkan, berarti memang sudah sembuh." semua yang mendengar ucapan dari Jay pun tertawa.


"Ini tuan." ucap bu Murni dengan makanan yang penuh di tangan nya.


Ralin mengambil piring yang sudah berisi makanan dari tangan bu Murni lalu menyuapi Baron.


"Sini mah, biar aku yang suapin ayah." Sandra pun mengambil makanan nya dari tangan Ralin dan memberikan suapan kepada ayah nya.


Sungguh sangat indah sekali bagi orang yang melihat nya, sesekali Ralin mengusap air mata nya yang masih sempat keluar kembali, dirinya tidak menyangka hari ini akan tiba, selama puluhan tahun Ralin mendambakan suasana seperti ini.


"Mah," ucap Jev lalau memeluk Ralin dengan sangat erat.

__ADS_1


"Makash sayang, kamu sudah menjaga adek, dan sekarang kamu sudah membawa adek kehadapan kami berdua, entah mamah harus membalas nya dengan apa, begitu banyak pertolongan yang kamu berikan untuk keluarga mamah." ucap Ralin sambil memeluk erat Jev.


"Balas semuanya dengan kasih sayang mamah sama aku," ucap Jev sambil tersenyum.


__ADS_2