
"Tumben dia mau melakukan video call." gumam tante Ralin sambil menggulir icon warna hijau.
"Lin, kamu lihat itu." ucap Adriana sambil mengarahkan kamera nya ke arah Sandra yang sedang memukul para perampok.
"Na, itu Sandra yang sedang berantem?" tanya Ralin kaget melhat seorang wanita melawan dua pria sekaligus.
"Iya Lin, sepertinya mereka perampok, aku dan mas Antho ngga turun dari mobil, hanya Ken dan Sandra saja yang turun." jawab Adriana.
"Kamu cepetan telepon polisi Na, takut terjadi apa-apa nanti sama Sandra." ucap Ralin yang merasa khawatir dengan Sandra.
"Mas Antho sudah telepon tadi, mungkin masih dalah perjalanan." ucap Adriana.
Tante Ralin terus saja menatap ke arah layar ponsel nya, dia menyaksikan langsung Sandra mengalahkan ketiga preman tersebut.
"Ya Allah, kenapa setiap melihat dia hatiku berdebar, perasaan apa yang aku rasakan ini." gumam bathin Ralin sambil terus menatap Sandra.
"Lin, udah dulu ya? nanti kuhubungi lagi, seperti nya polisi sudah datang." ucap Adriana membuyarkan lamunan nya.
"Ya sudah, jangan lupa terus kasih kabar ya." ucap Ralin.
"Iya." jawab Adriana lalu meutuskan telepon nya.
*
*
"Sudah dua puluh tahunan kamu pergi, aku sudah mencari kamu kemana-mana, dimana kamu Ralin, aku mohon pertemukan aku dengan Ralin Tuhan, aku sangat menyesal dengan semua yang telah ku perbuat kepada nya." gumam Baron.
Baron tipe orang setia dari dulu, tapi karena memang pekerjaan nya saja yang sedikit membahayakan.
Semenjak di tinggal Ralin, Baron menjadi lebih dingin dan datar kepada perempuan, dia kini sudah mempunyai usaha di bidang texstil dan meninggalkan pekerjaan yang bartaruh dengan nyawa itu.
Banyak sekali perempuan yang ingin menjadi istri Baron, tapi Baron mengabaikan semua perempuan yang mendekati nya.
"Bos, waktunya makan siang, mau saya pesankan atau bos cari makan sendiri?" tanya Jay, tangan kanan nya Baron.
"Kita makan di cafe biasa saja lah." jawab Baron sambil berdiri.
__ADS_1
"Masih memikirkan istri bos ya?" tanya Jay.
"Ya, sampai kapan pun saya tidak akan melupakan nya, dia selalu dihati saya." jawab Baron.
"Bagaimana kalau istri bos itu sudah mempunyai pasangan lagi?" tanya Jay.
"Saya tidak akan percaya sebelum saya melihat sendiri dia bahagia dengan pasangan baru nya, kalau saya sudah melihat dia bahagia dengan pasangan baru nya, saya akan mundur dan melupakan nya." jawab Baron tegas.
"Bos ini kejam tapi setia sama istri ya." ucap Jay.
"Sudah lah ayo kita pergi makan siang." ajak Baron sambil melangkah.
Jay pun mengikuti langkah Baron dari belakang, para karyawan wanita selalu terpesona dengan Baron, meski usia Baron yang sudah tidak muda lagi, tapi kharisma Baron membuat para wanita tergiur dan ingin menjadi pendamping nya.
"Andaikan hati nya bisa luluh dengan ku, ah betapa bahagia nya aku ini." ucap Wini salah satu karyawan Baron.
"Mimpi lo ketinggian say, sampai kapan pun bos ngga bakalan melirik kita, dia itu tipe setia, dan dia masih mengharap kan istri nya." jawab Sani teman nya.
"Lagian suami keren gitu ditinggalin, kalau aku jadi istri nya ngga akan aku lepas kan." ucap Wini.
"Tapi sayang nya dia ngga milih kamu." ucap Sani sambil tertawa.
*
*
"Lastri, temani saya ke tempat biasa ya? biar ini di jaga sama Dara dulu." ucap tante Ralin.
"Baik bu." jawab Lastri sambil berdiri dan siap-siap untuk pergi dengan tante Ralin.
"Ya sudah ayo, sekalian kita nanti makan siang di luar saja." ucap tante Ralin sambil masuk ke dalam mobil nya.
Tante Ralin pun melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju tempat yang di tuju.
Jalanan selalu macet apalagi sekarang tante Ralin terjebak di lampu merah.
"Selalu saja kejebak lampu merah, kapan kalau aku pergi itu ngga pernah terjebak dalam situai ini." ucap Ralin.
__ADS_1
"Ya ngga aneh bu, apalagi jam makan siang begini, pasti selalu macet." jawab Lastri yang duduk di samping nya.
Tante Ralin pun memutar lagu-lagu lawas kesukaan nya, di tengah kemacetan ini tante Ralin mendengarkan lagu sambil mengenang masa-masa bersama Baron dulu.
Bibir tante Ralin sedikit tersenyum, dikala dia mengenang hal yang membuat nya lucu atas tingkah Baron dulu.
"Hal konyol seperti itu ngga akan pernah aku temui lagi, mungkin sekarang kamu sudah bahagia dengan pasangan baru kamu mas." gumam bathin tanyte Ralin.
"Ibu kalau tersenyum seperti itu semakin cantik, tetapi kenapa ibu masih menutup hati nya untuk para lelaki, padahal yang mau sama ibu dari kalangan bos semua, sepertnya ibu masih berharap mantan suami nya dulu kembali pada dirinya." gumam bathin Lastri yang memang sudah tahu tentang kehidupan tante Ralin.
"Kamu kenapa menatap saya seperti itu Las?" tanya Ralin sambil melirik ke arah Lastri yang memang sedang menatap dirinya.
"Ibu kalau lagi tersenyum seperti itu sangat cantik sekali." ucap Lastri jujur.
"Kamu ini Las, cantik darimana saya sudah tua begini." jawab tante Ralin sambil melajukan sedikit mobil nya.
"Beneran bu, ibu itu sangat cantik sekali, apalagi kalau sedang tersenyum, saya saja yang perempuan kagum sama ibu, apalagi laki-laki, pantesan saja banyak sekali yang mau mendekati ibu." ucap Lastri.
"Mereka mendekati saya hanya untuk main-main saja, saya ngga suka." ucap tante Ralin.
"Maaf kalau saya sudah lancang, apa ibu masih berharap suami ibu untuk kembali?" tanya Lastri yang penasaran.
"Entahlah Las, tapi untuk saat ini saya ngga mau ada siapa pun di samping saya." jawab tante Ralin.
"Ibu bisa mencoba membuka hati ibu sedikit demi sedikit, ibu jangan terlalu berharap sama mantan suami ibu itu, siapa tahu dia juga sudah bahagia dengan istri baru nya." ucap Lastri.
"Saya ngga akan percaya sebelum saya melihat dia bahagia bersama istri baru nya, lagian diantara kita ngga ada kata pisah." jawab tante Ralin.
"Seandainya ibu melihat suami ibu itu sudah bahagia dengan istri barunya, apa yang akan ibu lakukan?" tanya Lastri.
Mungkin untuk sebagian orang Lastri ngga sopan ingin mengetahui mas;alah pribadi bos nya, tapi Lastri sudah dianggap seperti adik oleh Ralin, jadi Ralin ngga merasa keberatan dengan semua pertanyaan yang dilontarkan Lastri kepada dirinya.
"Saya ngga akan berharap lagi dan saya akan minta cerai dengan baik-baik, dan mungkin setelah tahu semua nya saya akan mulai membuka hati saya untuk pria lain." jawab tante Ralin.
Baron tanpa sengaja melihat ke arah samping, terlihat sosok wanita yang selama ini dia cari.
"Ralin." gumam Baron sambil terus menatap kearah mobi di samping nya.
__ADS_1
Begitu Baron ingin membuka kaca mobil nya, mobil Ralin sudah melesat pergi dengan kecepatan sedikit tinggi.