Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Masih Kesal


__ADS_3

Setelah Ralin menerima telepon dari Baron, Ralin pun keluar kamar dan menghampiri mereka bertiga sambil membawa baju yang senada buat mereka kenakan besok pas ijab kobul.


"Kalian udah pada mau pulang ya?" teriak Ralin dari atas tangga.


"Iya bu."


"Iya mah." Jawab Lisna dan Reni secara bersamaan.


"Tunggu dulu sebentar, besok pas ijab kobul kalian pakai baju ini ya, dan butik tutup selama dua hari." ucap Ralin sambil memberikan baju kepada Lisna dan Reni.


"Wah, aku juga di kasih bu." ucap Reni dengan mata yang berbinar, Inilah yang membuat Reni betah kerja di butik nya Ralin, Ralin suka memberi nya baju cuma-cuma.


"Iya dong, tapi untuk kamu ngga ada jas nya ya? Soalnya ibu ngga tahu kamu sudah punya pasangan atau belum."


"Ngga apa-apa bu, saya memang belum punya pasangan kok." jawab Reni sambil tersenyum.


"Dan ini buat kamu Lis, jas buat Jev dan ayah nanti diambil om Jay.'


"Makasih mah, kalau begitu kita pulang dulu."


"Hati-hati ya Lis, kalian berdua besok kesini pagi-pagi ya? Kan kalian mau bantu make up."


Ralin tidak mencari orang untuk merias wajah nya, karena Ralin tahu kalau Lisna juga jago dalam merias wajah.


"Siap bu."


"Siap mah."


Lisna dan Reni pun pulang setelah pamitan kepada Ralin dan Sandra.


"Besok kamu pakai ini ya sayang." ucap Ralin sambil memberikan sebuah gaun cantik buat Sandra.


"Makasih mah, ini bagus banget mah, baru kali ini aku punya gaun sebagus ini." Sandra sangat bahagia sekali memiliki gaun cantik dan indah itu.


"Mulai sekarang, kamu akan selalu mendapatkan nya sayang, butik ini butik kamu juga."

__ADS_1


"Makasih mah."


Ralin dan Sandra pun saling memeluk satu sama lain, mereka berdua merasa nyaman dalam pelukan nya, seakan-akan ada sesuatu yang membuat mereka ingin selalu bersama.


"Sungguh mamah merasa kalau kamu ini anak kandung mamah sayang, kamu dimana anakku, mamah ingin sekali bertemu sama kamu." gumam bathin Ralin.


"Kenapa aku merasa kalau mamah Ralin ini mamah kandung aku ya? Tidak Sandra, kamu jangan serakah, sudah beruntung kamu dianggap anak oleh mereka, kamu jangan menginginkan lebih, cukup nikmati saja saat ini." gumam bathin Sandra.


"Assalamualaikum."


Suara bel dan suara salam dari seseorang mengagetkan mereka.


"Pasti om Jay mau ngambil jas buat ayah." ucap Ralin sambil melepaskan pelukan nya.


"Biar aku yang buka mah."ucap Sandra sambil membuka pintu nya.


"Om Jay? Pasti mau ngambil jas buat ayah ya?" tanya Sandra setelah membuka pintu nya.


"Iya nak."


"Jay, ini saya sudah siapkan di dalam ada tiga jas dan satu baju wanita, di situ udah saya kasih nama jadi ngga bakal ketukar." ucap Ralin sambil memberikan sebuah tas yang berukuran sedang.


"Iya bu, kalau begitu saya langsung pamit, soalnya bos pesan kalau saya ngga boleh lama-lama." ucap Jay sambil menerima tas yang di berikan Ralin.


"Hati-hati Jay."


"Hati-hati om."


Jay pun kembali setelah mengambil pesanan bos nya.


"Biar aku yang kunci pintu nya mah." ucap Sandra.


"Kalau begitu mamah masuk kamar duluan, malam ini kamu tidur di kamar mamah ya."


"Iya mah siap, karena mulai besok kita ngga akan tidur bareng lagi, besok sudah mulai ada pawang nya."

__ADS_1


"Kamu ini, ada-ada saja." Ralin pun naik ke atas dan masuk ke dalam kamar nya.


Sandra pun mengunci pintu nya, setelah di rasa sudah terkunci, Sandra membalikan tubuh nya untuk menghampiri Ralin ke kamar nya.


Baru juga Sandra melangkahkan kaki nya, tiba-tiba suara bel kembali berbunyi.


"Kenapa om Jay balik lagi? Apa ada yang ketinggalan." gumam Sandra sambil kembali membuka pintu nya.


"Ada apa lagi om?" tanya Sandra sambil membuka pintu nya, betapa kaget nya Sandra ketika melihat seorang pria yang di kenal nya sedang berdiri sambil memegang bunga di tangan nya.


"Tuan Ken?" gumam Sandra sambil kembali menutup pintu nya, tapi sayang kaki Ken sudah berada diantara pintu dan menghalangi nya.


"Tunggu sebentar, saya minta waktu nya." ucap Ken sambil menahan pintu dengan kaki nya.


"Mau apa anda malam-malam datang kesini?" tanya Sandra dengan wajah yang masih kesal.


Ken berhasil membuka lebar-lebar pintu nya, dan Ken pun langsung bersimpuh di depan Sandra dengan tangan yang masih memegang bunga.


"Apa yang anda lakukan tuan, tolong anda berdiri dan silahkan kembali."


"Beri saya waktu sebentar, saya datang kesini untuk meminta maaf." ucap Ken sambil bersimpuh.


"Maaf? Maaf untuk apa? Bukan kah bagi anda itu sudah biasa? kenapa harus meminta maaf?"


"San, aku minta maaf, maafkan aku yang sudah buat kamu marah dan kecewa karena sikapku kemarin, aku tahu maaf ini ngga mampu untuk menebus kesalahanku, tapi satu hal yang perlu kamu tahu, kalau aku mencintai kamu dan aku berharap kamu mau memaafkan aku, aku janji aku tidak akan mengulangi nya lagi."


Sandra sedikit kaget setelah mendengar ucapan dari Ken, "Apa aku ngga salah dengar, apa benar dia mencintai aku." gumam bathin Sandra sambil terus menatap Ken yang masih bersimpuh di depan nya.


"Apa saya tidak salah dengar? Sudah berapa wanita yang anda perlakukan seperti ini?' Sandra tidak mau langsung merasa bahagia setelah mendengar kalau Ken mencintai nya, tapi Sandra ingin benar-benar memastikan nya.


"Tidak San, kamu tidak salah dengar, jujur kalau mencium wanita aku sering dan kamu wanita untuk kesekian kali nya, tapi wanita yang aku cintai hanya kamu, kamu wanita ketiga di hati ini setelah bunda dan mamah, kamu wanita pertama yang bisa meluluhkan hati ini, dan kamu adalah wanita pertama yang aku cintai, Sandra Angelie aku sangat mencintai kamu dan aku sangat takut kehilangan kamu, aku rela menerima hukuman dari kamu atas perbuatan yang telah aku lakukan kemarin, asal jangan pernah menjauhi aku."


Sandra sangat kaget mendengar semua penuturan yang di lontarkan Ken terhadap nya, Sandra sungguh bingung saat ini dengan perasaan nya, di satu sisi Sandra merasa kasihan dengan apa yang di lakukan Ken saat ini, di satu sisi Sandra masih kesal dengan apa yang dilakukan Ken terhadap nya, karena ketika Sandra membayangkan ciuman yang Ken lakukan kepada nya, muncul juga di benak nya kala Ken sedang mencium wanita lain nya.


Sandra ngga munafik, Sandra juga sedikit menikmati dan merasakan ciuman itu, tapi entah kenapa hati nya merasa kesal dan marah ketika wajah perempuan lain yang hadir dalam benak nya yang sedang di cium oleh Ken.

__ADS_1


__ADS_2