Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Ke Bandara


__ADS_3

Baron lebih dulu bangun dari tidur nya, dia melihat istri dan anak angkat nya yang masih setia saling memeluk satu sama lain nya membuat bibir nya tersenyum.


"Kalian sudah seperti anak dan ibu kandung saja, wajah dan kulit kalian berdua sama, bahkan cara tidur kalian pun sama." gumam bathin Baron sambil menatap kedua nya.


"Mas sudah bangun." ucap Ralin yang melihat Baron sedang menatap nya.


"Sudah sayang, ayo kita siap-siap nanti kita ketinggalan pesawat."


"Mas saja duluan yang mandi."


"Ngga bareng saja Yang mandi nya?" goda Baron.


"Mas," ucap Ralin sambil melirik ke arah Sandra.


Baron pun tersenyum lalu masuk ke dalam kamar mandi.


"Nak, ayo bangun, mamah kan harus pergi nanti ketinggalan pesawat." Ralin pun membangunkan Sandra.


"Udah pagi ya mah, cepet amat pagi datang,."


Ralin pun tersenyum mendengar ucapan Sandra, "Cuma satu minggu kok sayang."


"Ya sudah Sandra mau mau mandi dan siap-siap." ucap Sandra lalu pergi ke kamar nya.


"Kamu ini dek, gangguin ayah sama mamah saja," ucap Jev ketika melihat Sandra masuk ke dalam kamar.


"Abang sudah bangun? Ya ngga apa-apalah bang, ayah juga ngga marah kok."


"Ya sudah mandi sana, abang tunggu di bawah."


"Iya bang, sekalian pesan buat sarapan ya." ucap Sandra lalau masuk ke dalam kamar mandi.


Jev hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah adik nya.


*


*


Kini mereka sudah berkumpul kembali di rumah Ralin untuk mengantarkan Ralin dan Baron ke bandara, termasuk Lisna.


"Kamu semalam aku hubungi kok ngga aktif?" tanya Ken.


"Semalam ponsel nya aku matikan sayang, dan aku juga langsung tidur." Sandra sengaja memanggil Ken dengan panggilan sayang biar Ken tidak marah karena semalam sudah mematikan ponsel nya.


Ken yang mendengar Sandra memanggil nya dengan panggilan sayang pun tersenyum sumringah.


"Gimana semalam? Pasti selalu nambah, ngga kebayang deh setelah puluhan tahun kalian berpisah dan sekarang di persatu kan kembali, berapa ronde semalam?" bisik Adriana.


"Boro-boro berkali-kali, sekali saja kita ngga melakukan nya." jawab Ralin.


"Kok bisa? Kamu lagi dapet?"


"Ngga."

__ADS_1


"Terus, kenapa kalian tidak melakukan nya?"


"Sebenar nya kita hampir melakukan nya, tapi Sandra datang dan ingin tidur bareng kita."


"Apa! Ha, ha, ha." teriak Adriana lalu tertawa terpingkal-pingkal membuat semua orang menatap nya dengan heran.


"Stop Na, lihat mereka semua melihat kesini." bisik Ralin.


"Maaf, aku hanya kaget saja." ucap Adriana sambil menahan tawa nya.


"Ya sudah sekarang kita berangkat." ucap pak Anthoni.


"Mah, naik mobil mas Ken ya sama aku." ucap Sandra sambil menggelayut manja di tangan Ralin.


"Bilang ayah mu saja nak." jawab Ralin sambil melirik ke arah Baron.


"Ya sudah kalau gitu ayah juga ikut mobil Ken saja." ucap Baron.


"Terus abang cuma berdua dong sama Lisna?" ucap Jev.


"Bukankah itu mau nya abang."


"Ngga enak saja dek, abang jalan berdua bareng calon istri naik mobil mamah, sedangkan pemilik mobil nya malah naik mobil orang lain."


"Dia calon adik ipar kamu bang, bukan orang lain lagi." ucap Baron.


Hati Ken sungguh bahagia dan berbunga-bunga ketika mendengar ucapan Baron, dirinya merasa sudah diakui sebagai bagian dari keluarga mereka.


"Sudah-sudah, mau berangkat tidak, nanti kita ketinggalan pesawat." ucap Ralin.


"Apa sih Na."


"Iya lah ngga sabar, semalam kan kita gagal produksi." bisik Baron pada Adriana, kembali Adriana tertawa setelah mendengar ucapan dari Baron.


"Kamu bisikin apaan mas?" tanya Ralin.


"Ngga sayang, mas ngga bisikin apa-apa."


"Terus kenapa Adriana tertawa?"


"Ngga tahu, tanya dia saja." jawab Baron sambil masuk ke dalam mobil Ken.


"Na, mas Baron bisikin apaan sama kamu barusan?" tanya Ralin yang masih penasaran.


"Ngga Lin, ngga bisikin apa-apa." jawab Adriana sambil menahan taawa nya, dia membayangkan mereka yang semalam di ganggu Sandra.


"Mah, buruan nanti terlambat lo." teriak Sandra yang sudah duduk manis di jok belakang.


Sandra memilih duduk di belakang karena dia ingin meluk Ralin sepanjang perjalanan nya ke bandra, sedangkan Baron lagi-lagi mengalah dan pasrah atas keinginan Sandra.


"Iya sayang." ucap Ralin lalu masuk ke dalam mobil.


Ketiga mobil pun melaju menuju bandara, sepanjang perjalanan Sandra terus memeluk Ralin, dan tidak menghiraukan Ken yang sejak tadi terus melihat nya dari arah kaca spion depan.

__ADS_1


*


*


"Kalau sudah sampai hubungi aku ya mah." ucap Sandra sambil memeluk Ralin yang sebentar lagi mau naik ke pesawat.


"Iya sayang, kamu hati-hati di rumah, jaga butik ya, kalau ada yang tidak mengerti tanya sama Lisna atau telepon mamah." ucap Ralin sambil mengelus rambut Sandra yang panjang.


"Abang, kamu jaga adek ya? Kalian tinggal di rumah mamah saja, kan rumah ayah sudah ada om Jay dan bu Murni."


"Baik mah."


"Selamat menikmati bulan madu kalian, jangan kasih kendor ya, soalnya di sana ngga bakalan ada yang mengganggu kalian lagi." ucap Adriana sambil menahan tawa nya.


"Kamu ini Na, ya sudah kita berangkat ya."


Baron dan Ralin pun akhir nya naik ke pesawat, ada rasa sedih di hati Sandra,.


"Sudah jangan sedih cuma satu minggu saja, ayo kita pulang." ajak Ken sambil memeluk Sandra dari samping.


"Nak mamah duluan ya? Soalnya papah mau langsung ke kantor." ucap Adriana.


"Iya mah, kita juga mau langsung pulang kok."


"Ya sudah aku antar kamu ke butik habis itu aku mau ke kantor." ucap Ken.


"Sayang temenin Sandra di butik ya? Aku mau ke textile dulu." ucap Jev.


"Oke yang." jawab Lisna sambil tersenyum menggoda.


"Jangan menggoda deh yang, ini masih di bandara."


"Menggoda apa? Kamu ini ada-ada saja."


"itu senyuman nya bikin aku ingin melahap bibir kamu."


"Mesum terus, sudah ayo kita pulang." ucap Sandra yang mendengar ucapan Jev.


"Kayak kamu ngga aja, buktinya kemarin kamu ngga sadar di tonton oleh kita semua.


"Abang, bisa ngga jangan di ungkit lagi." ucap Sandra dengan wajah yang sudah merah karena malu.


"Sudah kak, jangan menggoda Sandra lagi, kasihan." ucap Lisna.


"Marahin abang kakak ipar, dia memang suka usil."


"Mentang-mentang ada kakak ipar, sekarang bisa ngadu ya."


"Iya lah, pokok nya selama ayah dan mamah ngga ada, kakak ipar yang akan menjadi tempat aku bersandar."


"Terus kapan abang berduaan nya?"


"Selama mamah dan ayah pergi dilarang berduaan."

__ADS_1


"Tenang saja, nanti kalau aku sedang berduaan sama Sandra, abang baru bisa bermesraan lagi dengan kakak ipar." bisik Ken.


"Ide yang bagus." ucap Jev sambil tersenyum penuh arti.


__ADS_2