Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Kecewa


__ADS_3

Ralin berjalan masuk ke kantin rumah sakit untuk membeli cemilan, karena bagaimana pun tadi Ralin izin nya mau beli cemilan.


"Sayang, mau kemana? Sandra sama siapa?" Baron pun bertanya ketika dirinya melihat Ralin sedang berjalan masuk ke kantin.


Jev yang sedang membelakangi Ralin pun langsung membalik kan tubuh nya dan bertanya.


"Mah, adek sama siapa?"


"Tenang, adek lagi sama Ken, mamah sengaja keluar dari ruangan biar mereka bisa bicara berdua, terus ayah sama anak ini lagi pada ngapain di sini? Tadi katanya mau pulang?" Ralin balik bertanya dan duduk di antara mereka berdua.


"Lagi nunggu om Jay sambil minum kopi mah." Ralin pun ber oh ria sambil mengangguk.


"Mas, maaf kan sikap anak kita ya? Jangan terlalu diambil ke hati, mungkin dia masih shock dan kecewa setelah mendengar semua nya." terlihat sangat jelas oleh Ralin kalau Baron masih sedih dengan sikap Sandra.


"Iya sayang, mas juga lagi berusaha menerima nya, tapi mas ngga sanggup kalau terus-terusan harus seperti ini."


"Ayah sabar saja, nanti kita bantu menjelaskan nya secara perlahan, karena memang semenjak adek dihantui mimpi buruk itu, adek selalu membenci sosok ayah yang membuang bayi nya."


"Memang adek suka mimpi buruk apa bang?" Ralin pun penasaran.


"Dia sering mimpi ada seorang bayi yang di gendong oleh ayah nya yang mau dibuang, terus seorang perempuan yang mungkin beliau ibu dari si bayi itu menahan nya, tapi laki-laki yang sedang menggendong bayi nya tidak perduli dengan wanita itu dan terus saja pergi dengan membawa bayi nya, nah dari sering nya mimpi itu, adek benci sama orang yang suka menyia-nyiakan anak nya, dan sekarang setelah dia tahu cerita hidup nya dia shock dan kecewa, mungkin pikir adek kenapa semua itu terjadi kepada dirinya, jadi buat ayah, tolong bersabar menghadapi adek yang sekarang."


Ralin dan Baron saling menatap tak percaya, kenapa kejadian yang mereka alami dahulu masuk ke dalam mimpi nya Sandra.


"Mas," Ucap Ralin sambil memegang tangan Baron.


"Ngga apa-apa sayang, ini memang sudah menjadi hukuman buat aku, aku akan bersabar menunggu adek memaafkan dan menerima aku sebagai ayah kandung nya."


"Malam semua nya, maaf bos saya terlambat, tadi menjemput Lisna sama Reni dulu." ucap Jay yang sudah berdiri di belakang mereka bersama Reni dan Lisna.


"Sayang, kamu kemana saja? Kok baru kesini?" tanya Jev yang langsung berdiri dan memeluk Lisna.


"Kak, malu ih." bisik Lisna sambil melepaskan pelukan Jev.

__ADS_1


"Bu, maaf saya baru menjenguk, soalnya saya baru tahu tadi siang dari Lisna." ucap Reni sambil mencium telapak tangan Ralin dan Baron.


"Ngga apa-apa Ren, makasih ya sudah mau mampir kesini."


"Tapi ngomong-ngomong kok pada di sini? Terus Sandra siapa yang jagain?" tanya Reni dengan wajah penasaran nya.


"Ada Ken, kalau kalian mau menjenguk Sandra masuk saja, Sandra nya sudah sadar kok." ucap Ralin sambil tersenyum.


"Apa! Jadi Sandra sudah sadar." teriak mereka bertiga.


"Iya sudah semalam, ya sudah kita ke ruangan nya saja ayo." ajak Jev pada mereka.


"Bos." Jay ingin sekali melihat Sandra yang sudah sadar, tapi dirinya ngga enak dengan Baron, apalagi wajah Baron seperti yang lagi ada masalah.


"Pergi saja Jay sama mereka,. Aku tunggu di sini." ucap Baron tanpa melihat ke arah Jay.


"Kalau gitu kita ke kamar nya Sandra ya bu, pak." ucap Reni, Ralin dan Baron hanya mengangguk mengiyakan.


"Ada apa dengan si bos ya? Kok wajah nya seperti yang sedang menanggung beban yang berat banget." gumam bathin Jay sambil mengikuti langkah mereka.


*


*


"Sayang, itu kamu kan yang bicara? Oh Tuhan rupanya kamu sudah sadar, aku harus memanggil dokter dan menghubungi tante Ralin."


Ken pun ingin menekan bel darurat yang ada di ruangan itu, tapi tangan nya di tahan oleh tangan Sandra.


"Sayang, kamu beneran sudah sadar." teriak Ken lalu memeluk dan mencium seluruh wajah Sandra tanpa henti.


"Sayang udah, aku geli ih." ucap Sandra.


Ken pun menjauhkan wajah nya, lagi-lagi Ken mau menekan bel darurat.

__ADS_1


"Sayang mau apa kamu manggil dokter?" tanya Sandra sambil menahan tawa nya.


"Ya mau panggil dokter lah sayang, aku harus cepat memberi tahu dokter, sebentar aku akan memberitahu tante Ralin dulu." ucap Ken sambil mencari kontak Ralin di ponsel nya.


"Sayang ngga perlu, mereka semua sudah tahu kalau aku sudah sadar, karena aku memang sudah sadar dari semalam." ucap Sandra lalu tertawa bahagia karena sudah mengerjai Ken.


"Bagus, rupanya kamu mau ngerjain aku ya." ucap Ken sambil menggelitik pelan pinggang Sandra, Sandra yang masih dalam posisi terbaring pun langsung bangun dan duduk.


"Geli sayang, sudah cukup, ampun." ucap Sandra sambil terus tertawa.


"Ampun kan, mau lagi ngerjain aku hah? Aku sudah gelisah semalaman ingat kamu terus, kamu ternyata sudah sadar." Ken pun memeluk Sandra dari samping.


"Terima kasih Tuhan, engkau telah mendengar do*a kita semua, makasih sayang kamu sudah mau berjuang demi kita semua yang menyayangi kamu." Ken pun mencium pipi Sandra dengan penuh kerinduan dan kebahagiaan.


"Sayang, apa benar yang kamu ucapkan tadi?" tanya Sandra sambil menatap wajah tampan Ken.


"Ucapan yang mana?"


"Tadi pas aku pura-pura masih tidak sadar, kamu panjang kali lebar kali tinggi bicara, masa sudah lupa lagi."


"Berarti kamu tadi mendengar semua ucapan aku dong." Sandra pun mengangguk sambil tersenyum.


Ken menatap dalam mata Sandra, ada kerinduan yang sangat di dalam mata mereka berdua, dengan perlahan Jev mendekatkan wajah nya, Sandra yang merasakan hal yang sama pun memejamkan kedua mata nya.


Bibir mereka kini sudah saling menempel terasa kenyal dan hangat yang mereka rasakan berdua.


Ken sedikit demi sedikit mengerak kan bibir nya, Sandra yang sudah terbawa suasana pun mulai mengikuti gerakan yang di berikan Ken, mereka mencurahkan kerinduan lewat cumbuan panas mereka.


"Ayo kalian semua masuk." terdengar suara Jev dari luar sambil membuka pintu ruangan mengagetkan kedua nya, Sandra langsung menjauhkan wajah nya dari wajah Ken, begitu juga Ken melakukan hal yang sama dengan Sandra.


"Kalian sedang apa?" tanya Jev penuh curiga.


"Ngga, kita ngga ngapa-ngapain? Eh kak Lisna, Reni." ucap Sandra mengalihkan pertanyaan dari Jev.

__ADS_1


Mereka pun kini berkumpul dan saling melepaskan rindu, Ken sedikit kecewa dengan kedatangan mereka, karena dirinya belum puas melepaskan rasa rindu nya.


__ADS_2