Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Mirip


__ADS_3

"Hai Adriana. apa kabar." teriak tante Ralin yang melihat sahabat nya itu masuk ke dalam butik nya.


"Hai juga Lin, alhamdulilah aku baik-baik saja, gimana butik nya?" bu Adriana pun bertanya balik ke tante Ralin, sambil berpelukan.


"Ya, seperti yang kamu lihat Na." jawab tante Ralin sambil melepaskan pelukan nya.


"Begini nih, kalau kedua sahabat ketemu, sampai-sampai suami nya pun terlupakan." Pak Anthoni pun protes.


"Ya ampun mas, maaf aku sedikit melupakan mu." jawab bu Adriana sambil menggandeng tangan suami nya.


"Gimana kabar mu Lin?" tanya pak Anthoni sambil menjabat tangan tante Ralin.


"Alhamdulilah mas aku baik, eh Ken ternyata lama ngga bertemu kamu semakin tampan aja deh." ucap tante Ralin sambil menatap ke arah Ken.


"Tante bisa saja, tante juga semakin tua semakin cantik lo." jawab Ken sambil mencium telapak tangan tante Ralin.


"Kamu ini Ken, bisa saja menggombal nya, ini siapa? pacar kamu ya Ken? tanya dokter Ralin sambil menatap mata Sandra.


Ada perasaan aneh pada diri tante Ralin, seakan-akan tante Ralin pernah melihat nya, tapi entah dimana.


"Kenapa aku merasakan sesuatu ketika tante ini menatapku, seakan-akan aku pernah menatap nya, tapi dimana ya?" gumam bathin Sandra yang merasakan hal yang sama dengan perasaan tante Ralin.


"Kok aku merasa pernah melihat nya, tapi dimana ya?" gumam bathin tante Ralin sambil terus menatap Sandra.


"Oh iya Lin, kenalkan ini Sandra, asisten pribadi nya Ken." ucap bu Adriana mengenalkan Sandra kepada sahabat nya.


"Asisten pribadi? jadi sekarang Ken sudah punya sisten perempuan, cantik lagi." ucap Raln.


"Ya, dia ini Sandra yang telah mengalah kan preman yang sudah menjambret tas aku." jawab bu Adriana.


"Wow hebat, sejak kapan kamu bisa mengalahkan preman nak?" tanya tante Ralin.


"Sejak kecil tante." jawab Sandra sambil mencium telapak tangan Sandra.


Diantara kedua nya sama-sama merasakan sesuatu, dan sama-sama merasa nyaman disaat mereka berdekatan, hingga tangan Sandra pun di genggam tante Sandra dengan erat.

__ADS_1


"Kenapa aku merasakan kehadiran anakku? apa karena aku sangat merindukan nya? seandainya saja anak ku masih ada, mungkin seumuran dengan anak gadis ini." tante Ralin pun terus bertanya-tanya di dalam hati nya.


"Kenapa aku merasakan sosok seorang ibu pada diri tante Ralin ini? apa karena aku mengharapkan kehadiran nya." gumam bathin Sandra.


Mereka berdua seperti ada ikatan bathin, yang membuat mereka merasa nyaman.


"Baju model apa yang akan kalian pesan?" tanya tante Ralin yang masih memegang erat tangan Sandra sambil duduk di sofa, dan posisi nya Sandra duduk di samping tante Ralin.


"Aku butuh baju buat Sandra, sesuai aja dengan kerjaan sebagai seorang asisten." jawab bu Adriana.


"Lastri." teriak tante Ralin kepada pegawai nya.


"Iya bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya Lastri setelah ada di depan tante Ralin.


"Tolong kamu pilihkan baju untuk Sandra dengan propesi sebagai asisten." ucap tante Ralin.


"Baik bu, ayo non saya temani mencari baju yang cocok buat non." ajak Lastri dengan sopan.


Sandra pun di temani Lastri mencari baju yang cocok buat dirinya kerja.


"Aku juga merasakan seperti apa yang kamu rasakan Lin." jawab bu Adriana.


Mereka berdua pun terus berbincang sambil menatap ke arah Sandra, sedangkan pak Antoni dan Ken sibuk dengan ponsel nya masing-masing.


Sandra pun mencoba baju yang di sarankan oleh Lastri. Lastri sudah lama bekerja dengan tante Ralin, dia bekerja semenjak butik tante Ralin baru buka dan baru dirintis nya, jadi Lastri tahu baju apa saja yang cocok di pakai oleh klien nya.


"Bu Ralin, bagaimana kalau dengan yang ini, cocok tidak?" tanya Lastri sambil membawa Sandra di samping nya.


Tante Ralin dan bu Adriana pun melirik ke arah Sandra di ikuti dengan tatapan pak Anthoni dan tatapan dari Ken.


"Cocok sekali, itu pas untuk dijadikan baju kerja Sandra, bagaimana menurut papah?." bu Adriana meminta pendapat kepada suami nya.


"Cocok mah, keren itu." jawab pak Anthoni.


"Keren juga dia kalau pakai baju mahal, tapi masih terlihat anak jalanan nya." gumam bathin Kendrick.

__ADS_1


"Ya sudah ambil beberapa model seperti itu tapi beda warna." ucap bu Adriana.


"Lastri, tolong ambilkan beberapa baju model seperti itu dengan berbeda warna ya." ucap tante Ralin pada Lastri.


"Baik bu, akan saya siap kan." jawab Lastri lalu membalikan tubuh nya mau mencari apa yang di minta tante Ralin.


"Oh ya sebentar Las, tolong kamu carikan sebuah dres yang menurut kamu cocok buat Sandra, dan tolong kamu make up sedikit dia, seperti nya cantik sekali." ucap tante Ralin.


"Baik bu, akan saya buat non Sandra lebih cantik lagi." jawab Lastri semangat.


Lastri ini paling senang membuat seseorang berubah, dia memang bercita-cita ingin menjadi perias pengantin, tapi karena sudah terlanjur ikut dengan tante Ralin maka Lastri memilih dengan tante Ralin yang sudah menolong nya dari awal.


"Mau di rubah gimana pun tetap saja anak jalanan." gumam bathin Ken sambil tersenyum smirk nya.


"Kenapa kamu menyuruh nya memakai dres Lin? kan kalau dres itu buat ke pesta bukan untuk sorang asisten" ucap bu Adriana.


"Aku hanya ingin meyakin kan diriku saja, kalau aku belum pernah melihat nya." jawab tante Ralin.


"Kamu masih penasaran sama Sandra, ini pertemuan pertama kali lo, masa kita udah menganggap dia orang yang kita kenal." jawab bu Adriana.


"Memang nya kalian pernah bertemu dengan Sandra sebelum nya?" tanya pak Anthoni yang mendengar pembicaraan merek berdua.


"Justru itu, aku baru pertama kali ini bertemu Sandra, tapi perasaan aku mengatakan kalau aku mengenal nya." jawab tante Ralin.


"Bu, saya sudah make over nona Sandra, saya yakin anda semua yang melihat nya akan kagum dengan kecantikan nya, tapi kenapa saya merasa nona Sandra ini ada kemiripan sama ibu sedikit." ucap Lastri sambil menatap tante Ralin atasan nya.


"Benar-benar mirip." gumam bathin Lastri sambil menatap wajah tante Ralin.


"Ah kamu ini bisa saja Las, coba suruh keluar Sandra nya." ucap tante Ralin.


Dengan perasaan yang bergetar tante Ralin dan bu Adriana menunggu momen Sandra keluar dari kamar pas yang ada di butik nya.


Sandra pun keluar di dampingi Lastri, sungguh Sandra benar-benar sangat cantik sekali, sampai yang melihat nya tidak mengenali nya.


"Wajah nya." gumam bathin tante Ralin sambil menatap ke arah Sandra.

__ADS_1


__ADS_2