
"Siapa dia sayang?" kini mereka berdua sudah berada di dalam kamar hotel.
Ken sangat cemburu melihat Sandra menyapa dan tersenyum kepada Mark, Ken ngga rela Sandra memberikan senyuman kepada pria lain selain dirinya.
"Dia pria siang tadi yang menyenggol aku sayang, ternyata dia itu orang Indonesia lo." Sandra belum sadar kalau Ken lagi cemburu, karena menurut nya ngga ada yang harus di cemburui.
"Oh jadi diam-diam kamu ketemuan sama dia, mulai besok kita ngga keluar dari kamar." Ken merajuk.
"Mas, aku tidak sengaja ketemu Mark tadi, kamu ngga usah seperti itu lah, lagian aku ini istri kamu masa iya aku jalan sama pria lain." Sandra mulai kesal dengan Ken.
"Aku ngga mau kamu di tatap pria lain, dan kamu ngga boleh senyum kepada pria lain, kamu hanya boleh senyum kepada mas seorang."
Sumpah demi apa pun Sandra ingin sekali berteriak dan ingin sekali meremas wajah Ken.
"Mas, dengarkan aku, aku ini sekarang sudah menjadi istri mas, semua nya aku serahkan hanya untuk mas seorang, jadi mas ngga usah khawatirkan aku, cintaku hanya untuk mas seorang." Sandra mencium seluruh wajah Ken membuat Ken tersenyum.
"Aku percaya sayang, aku hanya cemburu saja kalau ada pria yang menatap kamu." akhir nya Ken pun mengakui kalau dirinya sedang cemburu.
"Oh jadi mas cemburu?" Ken hanya mengangguk.
"Mas ngga usah cemburu, mas percaya sama aku, hanya mas pria satu-satu nya yang aku cintai dan aku sayangi di dunia ini setelah ayah sama abang."
"Berarti bukan satu-satu nya kalau begitu." ucap Ken dengan wajah di tekuk, Sandra tertawa melihat wajah Ken seperti itu.
*
*
Mark terus mengintai Sandra, dia sampai rela tidak menyewakan satu kamar yang di sebelah kamar Sandra hanya untuk dirinya.
Ingin sekali Mark mengetuk pintu kamar Sandra, tapi Mark bingung mau mencari alasan apa.
"Aku ngga bisa tidur cantik, aku teringat wajah kamu, tapi siapa ya pria di samping nya tadi, apa dia kekasih nya? Ah masa bodoh, aku ngga perduli siapa dia, yang penting aku mau wanita cantik itu, baru kali ini aku menyukai wanita seperti ini, aku harus mendapat kan nya." gumam Mark sambil menatap pemandangan dari atas balkon, sesekali dirinya melihat ke arah balkon kamar yang di tempati oleh Sandra.
__ADS_1
Sedangkan di kamar Sandra, mereka berdua sudah terlelap sambil berpelukan, malam ini tidak ada olah raga malam karena kondisi Sandra yang sedang capek, Ken tidak memaksa karena dirinya pun ngga mau kalau Sandra sampai sakit karena ke capek an.
Hingga pagi menjelang mereka masih berpelukan manja di atas tempat tidur.
Perlahan Sandra membuka matanya, Sandra tersenyum melhat wajah damai suami nya, perlahan Sandra mengecup bibir Ken.
"Kenapa cuma sebentar?" Ken sebenar nya sudah bangun, tapi dia masih betah memeluk Sandra.
"Aku lapar sayang."
"Ya sudah kita pesan makanan nya." Ken bangun dan meraih ponsel nya.
"Kalau gitu aku mandi duluan ya sayang, kamu jangan kemana-mana." Ken pun bangun dan masuk ke dalam kamar mandi.
Sandra tersenyum, dia sangat bahagia sekali menjadi istri Ken, meski kadang Sandra suka kesal dengan sikap cemburu Ken.
Suara bel berbunyi membuyarkan lamunan Sandra.
"Cepat banget datang nya." gumam Sandra sambil membuka pintu kamar nya.
"Mark? Kenapa kesini?"
"Saya hanya mau mengantarkan sarapan untuk wanita cantik seperti kamu."
"Cantik dan seksi." gumam bathin Mark dengan tatapan mendamba nya.
"Makasih Mark." karena merasa ngga enak Sandra pun mengambil makanan yang di berikan oleh Mark.
"Seperti nya kamu baru bangun." Mark menerobos masuk ke dalam.
"Mark, kenapa masuk? Ini kamar saya, dan anda ngga berhak untuk masuk ke kamar saya."
"Saya hanya ingin memastikan kamu tidur di hotel ini sama siapa." Mark melihat ke arah sekitar kamar.
__ADS_1
"Seperti nya dia sendirian di kamar ini." bathin Mark sambil tersenyum penuh arti.
"Saya di sini sama."
"Makanan ya sudah sampai ya sayang." ucap Ken yang baru keluar dari kamar mandi.
"Anda." ucap Ken yang kaget melihat Mark sudah ada di dalam kamar nya.
"Sayang, temani Mark dulu ya, aku mau mandi dulu, ngga enak badan ini lengket, habis semalam kamu ngga membiarkan aku istirahat dengan tenang sih." ucap Sandra sambil memberikan kode dengan lirikan mata nya lalu mencium bibir Ken dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Brengsek, ternyata dia sudah tidur dengan pria ini." gumam bathin Mark sambil menahan amarah nya.
Sandra bukan anak kecil lagi, dia tahu arti tatapan dari Mark seorang pria dewasa, apalagi dengan tidak sopan nya Mark masuk ke kamar nya yang tanpa izin.
"Silahkan duduk, maaf kamar nya masih berantakan, maklum kami di sini lagi bulan madu, jadi paham kan apa yang selalu di lakukan oleh pengantin baru." ucap Ken dengan santai, Ken sengaja bicara seperti itu, karena Ken ingin semua pria di dunia ini tahu kalau Sandra adalah milik nya seorang.
"Apa! Jadi mereka sudah menikah, bodoh, kamu Mark, kenapa kamu ngga cari tahu dulu, kalau begini kan kamu sendiri yang malu." gumam bathin Mark merutuki dirinya.
Mark memang seorang pria yang belum mau terikat dengan salah satu wanita, dia masih sering gonta ganti pasangan, tapi begitu melihat Sandra, timbul dalam dirinya untuk mengakhiri masa sendiri nya, dia ingin serius dengan Sandra, dia ingin menjadikan Sandra pendamping dalam hidup nya, tapi semua impian nya harus hancur ketika mendengar kalau Sandra ada di hotel nya ini sedang melakukan bulan madu.
"Jadi, kalian ini pengantin baru." ucap Mark sambil duduk, dia berusaha tenang untuk menghilangkan rasa malu nya.
"Ya, kita baru mau satu minggu menikah, dan besok kita akan melanjutkan bulan madu kita ke Paris."
"Wow, ternyata kalian melakukan bulan madu tidak hanya di sini saja rupa nya."
"Ya, kita mau mengunjungi tiga tempat, pertama disini, besok kita ke Paris, selanjut nya kita ke Turki."
"Wah selamat kalau begitu, jaga dan sayangi istri anda yang cantik itu, kalau anda menyakiti nya, saya orang pertama yang akan mengobati rasa sakit nya."
"Sudah ku duga," gumam bathin Ken sambil tersenyum.
"Anda tenang saja tuan, saya sangat mencintai dan menyayangi nya, jadi saya akan selalu menjaga nya agar tidak ada pria mata keranjang yang ingin merebut nya dari saya."
__ADS_1
Mark merasa tersindir dengan ucapan Ken, tanpa banyak bicara lagi Mark undur diri pamit dan meninggalkan kamar yang di tempati Ken sama Sandra.