
"Permisi pak, siang ini kita ada janji sama Lins Fashion di cafe xxxx yang bapak minta." ucap Sani.
"Oke berangkat sekarang." jawab Jev sambil berdiri.
Jev pun pergi hanya berdua dengan Sani, karena Jay lagi ikut bersama Baron, Jev memang sudah di kasih fasilitas mobil oleh Baron untuk mempermudah perjalanan nya.
Sani pun merasa canggung karena harus satu mobil dengan Jev, tapi sebisa mungkin Sani bersikap seperti biasa.
"Andai aku jadi pasangan pak Jev, tapi ngga mungkin lah, mana mau dia sama aku yang hanya pekerja biasa, dan juga belum tentu pak Jev masih sendiri." gumam bathin Sani sambil terus melihat kearah depan.
"Cafe ini kan?" tanya Jev membuyarkan lamunan Sani.
"Iya pak cafe ini, saya sudah pesan ruang vip seperti yang bapak minta." jawab Sani.
"Ya sudah kalau gitu ayo kita masuk." ucap Jev sambil keluar dari mobil di ikuti oleh Sani.
Sani pun berjalan di belakang Jev memasuki cafe yang sudah dia pesan.
"Siang pak, tamu anda sudah menunggu di dalam." ucap pelayan cafe yang sudah mengenal Sani dari Barlin textile.
"Oke mbak terimakasih." jawab Jev dan langsung menuju ruangan diantar pelayan cafe.
"Silahkan pak." ucap pelayan itu sambil membuka pintu ruangan.
"Lisna."
"Kak Jev."
Ucap mereka berdua secara bersaman sambil saling menatap.
"Maaf kan kami telat bu." ucap Sani dengan sopan.
"Ngga apa-apa, kita juga belum lama kok." jawab Ralin.
"Kenalkan ini pak Jev pemilik dari Barlin textile." Sani pun memperkenalkan Jev kepada Ralin.
"Jevrack." ucap Jev sambil mengulurkan tangan nya.
"Ralin." ucap Ralin sambil menerima uluran tangan dari Jev.
"Anda sudah kenal Lisna?" tanya Ralin sambil menatap ke arah mereka berdua secara bergantian.
__ADS_1
"Ya bu, kebetulan waktu itu saya mendapat pertolongan dari pak Jev." jawab Lisna.
"Saya pikir pemilik Barlin Textile itu seusia dengan saya, ternyata masih muda, anda hebat masih muda sudah sukses." ucap Ralin sambil tersenyum ramah pada Jev.
"Tidak juga bu, ini semua milik ayah angkat saya, saya hanya menjalankan nya." jawab Jev.
"Baiklah kalau gitu kita langsung saja ke tujuan utama kita." ucap Ralin sambil melirik ke arah Jev dan Lisna.
"Kak Jev makin tampan saja, apalagi dengan setelan kerja seperti itu." gumam bathin Lisna sambil melirik ke arah Jev.
"Kamu makin cantik aja Lis." gumam bathin Jev sambil melirik ke arah Lisna.
"Seperti nya mereka saling menyukai." gumam bathin Ralin sambil melirik kearah Jev dan Lisna secara bergantian.
"Seperti nya pak Jev menyukai mbak Lisna." gumam bathin Sani.
"Ya sudah kalau gitu kita langsung saja ke masalah pekerjaan." ucap Ralin membuyarkan lamunan mereka.
Akhirnya mereka pun membicarakan masalah kerjasama diantara Barlin Textile dengan Lins Fashion.
"Bagaimana pak Jev?' tanya Ralin setelah menjelaskan semua nya.
"Masalah kontrak kerja nanti menyusul, nanti kamu buatkan kontrak kerja nya ya mbak Sani." ucap Jev.
"Baik pak." jawab Sani.
"Baiklah pertemuan kita untuk hari ini cukup sampai di sini saja, dan kami permisi kembali lagi ke tempat kerja kami." ucap Ralin sambil memberi kode pada pelayan untuk membayar bill nya.
"Ngga usah bu, biar saya saja yang bayar." ucap Jev sambil memberikan kartu ATM nya kepada pelayan cafe.
"Terimakasih banyak pak Jev atas kerja sama dan makan siang nya." ucap Ralin.
"Sama-sama bu, oh iya bu, apa boleh saya melihat-lihat ke butik ibu?" tanya Jev.
"Tentu saja boleh pak Jev, saya akan merasa sangat senang sekali." ucap Ralin sambil tersenyum.
"Mbak Sani kita ke tempat nya bu Ralin dulu ya, ngga ada pertemuan lagi kan?" ucap Jev.
"Ngga ada pak." jawab Sani.
Mereka pun meninggalkan cafe tersebut, mobil Jev mengikuti mobil Ralin dari belakang.
__ADS_1
"Lis, saya lihat kamu cocok deh sama pak Jev." ucap Ralin sambil tersenyum.
"Ah ibu ini, pak Jev sudah punya istri bu." jawab Lisna.
"Masa sih, tapi seperti nya dia masih sendiri kok, memang nya kamu tahu dari mana kalau pak Jev sudah punya istri?" tanya Ralin.
"Waktu itu saya mergokin pak Jev lagi teleponan sama seorang perempuan pakai panggil sayang lagi." jawab Lisna.
"Tapi kan belum tentu juga itu istri nya, bisa saja kan adik nya atau ibu nya." ucap Ralin.
"Entahlah bu, saya bingung, saya ngga mau banyak berharap juga." ucap Lisna.
"Berarti kamu berharap dong sama pak Jev?" tanya Ralin.
"Ya awal nya sih iya, tapi setelah saya mendengar dia lagi menghubungi seorang perempuan dari situ saya memilih untuk tidak berharap dan melupakan nya." jawab Lisna jujur.
Lisna dan Ralin memang sudah biasa saling mencurahkan isi hati mereka masing-masing, jadi Lisna sudah ngga canggung lagi sama Ralin.
"Tapi menurut saya dia juga menyukaimu lo, coba kamu pikir, apa pernah orang yang bekerja sama dengan butik kita ada yang langsung ingin melihat dan datang ke butik kita? ngga kan? tapi beda dengan pak Jev, dia langsung mengikuti kita dengan alasan ingin melihat-lihat butik kita, saya yakin bukan itu maksud dia ikut dengan kita." ucap Ralin.
"Iya juga ya bu? tapi apa maksud pak Jev ikut dengan kita ke butik ya bu?" tanya Lisna yang belum paham dengan semua ucapan dari Ralin.
"Tentu nya karena dia ingin tahu tempat kerja kamu dan ingin lebih dekat lagi dengan kamu, lihat saja ke depan nya pasti pak Jev ini sering datang ke butik kita." ucap Ralin.
Lisna pun terdiam mencerna semua ucapan dari Ralin.
"Tenang saja pak Jev ada di belakang kok ngga kesasar ngga usah di pikirin." ucap Ralin menggoda Lisna.
"Apa sih bu, saya ngga mikirin pak Jev kok." jawab Lisna.
"Kalau kamu ngga mikirin pak Jev, terus kamu mikirin apa? sampai-sampai kita sudah ada di depan butik kamu malah diam saja ngga turun-turun." ucap Ralin sambil membuka pintu mobil nya.
"Ya ampun, sudah sampai ya bu." ucap Lisna dengan wajah yang sudah merah karena malu lalu keluar dari mobil.
"Ini butik saya pak Jev, ayo silahkan masuk." ajak Ralin setelah melihat Jev keluar dari mobil nya.
"Bagus juga, lokasi nya sangat pas banget, dengan bangunan yang besar seperti ini hingga membuat nyaman orang yang datang ke butik." ucap Jev sambil melihat-lihat ke sekeliling butik.
"Silahkan duduk pak, mau minum apa?" tanya Ralin dengan sopan.
"Ngga perlu repot-repot bu Ralin, saya hanya meminta di temani sama pekerja ibu saja sebentar boleh?" ucap Jev.
__ADS_1