
"Aku tidak mau kena tamparan untuk kedua kali nya." gumam bathin Ken sambil mengecup kening nya Sandra dengan lembut.
"Cup," hangat dan begitu kenyal terasa di kening nya Sandra.
"Kok di kening sih, kenapa ngga di bibir sih, aku kan ingin merasakan bibir kamu lagi." gumam bathin Sandra dengan sedikit kecewa.
"Kamu ini mau nya apa sih Sandra, kemarin aku yang membuat Ken mencium bibir kamu, kamu malah menampar nya, sekarang aku membuat Ken cium kening kamu, eh kamu malah mau di bibir, pusing aku yang nulis nya." curhatan othor ya bestie, jangan terlalu serius nanti tegang🤣.
Sandra membuka kedua matanya dengan tatapan sedikit kecewa.
"Terimakasih kamu sudah mau memaafkan aku, terima kasih juga kamu sudah mau menjadi pasangan aku, terima kasih kamu sudah membuat malam ini menjadi lebih indah dari malam kemarin, i love u." ucap Ken sambil tersenyum manis.
"I love u to, hunny." Sandra pun membalas ucapan Ken lalu mencium bibir Ken sebentar, karena Sandra masih malu-malu meong, apalagi Sandra tahu kalau othor nya lagi ngintip.
Ken pun menatap mesra kepada Sandra, lalu Ken mencoba kembali mendekat kan wajah nya ke wajah Sandra.
"Masa bodo lah di tampar lagi juga, yang penting aku merasakan kembali bibir nya, thor tolong jaga di situ ya? Takut nya ada yang mengganggu aku lagi cium bibir nya Sandra." gumam bathin Ken.
Sandra yang memang berharap bisa kembali merasakan bibir Ken pun kembali memejamkan kedua matanya.
"Di bibir dong, aku kan ingin merasakan nya kembali, kalau kemarin aku nya belum siap jadi emosi, ya ampun apa yang sedang aku pikirkan? Kenapa aku sekarang jadi mesum begini, ini semua gara-gara othor yang suka ngajak aku nonton drakor." gumam bathin Sandra.
"Wah rese ya kalian berdua ini, kenapa kalian pada nyalahin aku sih, ya udah aku ngambek nih, ngga akan aku lanjut nih cerita."
"Yaelah thor gitu aja marah, ayo buruan lanjut thor, pegel nih bibir."
Hangat dan kenyal yang di rasakan kedua bibir mereka, Sandra terdiam merasakan kehangatan bibir Ken hingga merasuk ke seluruh tubuh nya.
Ken yang merasa Sandra diam dan seolah-olah memberi tanda untuk dirinya melanjutkan ciuman nya pun mulai menggerak kan bibir nya.
Dengan gerakan lembut Ken memainkan bibir nya, hingga Sandra pun mulai mengikuti menggerak kan bibir nya.
__ADS_1
"Nak, kenapa kamu belum masuk kamar." teriak Ralin dari atas tangga, dirinya secara perlahan berlari ke atas di saat Ken dan Sandra sedang saling menatap, Ralin pura-pura kalau dirinya baru saja keluar dari kamar.
Ken dan Sandra yang mendengar suara teriakan Ralin dari atas pun langsung melepaskan pagutan nya dan sedikit menjaga jarak diantara kedua nya.
"Mamah."
"Tante."
Gumam mereka berdua sambil mengusap bibir masing-masing.
"Selamat dari tamparan, tapi tidak selamat dari tante Ralin." gumam bathin Ken.
"Aduh, mamah lihat ngga ya tadi aku sedang ciuman dengan mas Ken?' mas, ah lucu sekali ya aku manggil dia dengan panggilan mas." gumam bathin Sandra.
"Lo, ada nak Ken? Kenapa ngga di bawa masuk nak?" tanya Sandra yang masih mode pura-pura.
"Saya hanya mampir sebentar saja kok tan, ada yang ingin saya bicarakan sama Sandra." ucap Ken dengan nada dan gaya yang di buat santai.
"I, iya mah, tu, eh Ken cuma sebentar kok." Sandra pun merasa salah tingkah di hadapan Ralin.
"Sudah kok tan aku sudah selesai, kalau begitu aku permisi karena sudah malam."
"Tunggu sebentar nak, untung kamu datang kesini, tadinya tante mau nyuruh orang besok pagi." ucap Sandra sambil mengambil tiga buah paper bag yang sudah Ralin siapkan.
"Iya tan, kenapa?"
"Ini tolong kasih buat papah sama mamah kamu untuk di kenakan besok siang, dan ini jas khusus kamu pakai besok, awas kalau ngga di pakai." ucap Ralin sambil memberikan paper bag nya.
"Terimakasih tante, nanti aku kasih kan sama papah dan mamah, baiklah kalau begitu aku permisi." Ken pun mencium telapak tangan Ralin lalu melangkah untuk pulang.
Sebelum keluar dari rumah Ralin dia sempat berbisik kepada Sandra.
__ADS_1
"Good night hunny, aku pulang ya." bisik Ken lalu pergi meninggalkan Ralin dan Sandra.
Sandra hanya mengangguk dan tersenyum mendengar bisikan dari Ken, "Hati-hati hunny." gumam bathin Sandra lalu menutup dan mengunci pintu nya rapat-rapat.
"Rupanya ada yang lagi bahagia malam ini." ucap Ralin sambil menatap Sandra.
"Apa sih mah, ya sudah ayo kita tidur, besok kan mamah mau nikah." Sandra pun mengalihkan pembicaraan Sandra.
"Kamu berhutang cerita sama mamah." ucap Ralin sambil mengikuti langkah Sandra dari belakang.
"Ngga ada yang harus di ceritakan mah, sekarang lebih baik kita tidur."
Sandra pun membaringkan tubuh nya di atas kasur Ralin.
"Mamah bahagia melihat kamu bahagia seperti ini, tidak seperti malam kemarin, lo nak bagus sekali kalung nya, ini kalung mahal lo, dan hanya beberapa orang saja yang memiliki nya." ucap Ralin pura-pura kaget melihat kalung yang di pakai Sandra.
"Iya mah, tadi di kasih mas Ken." jawab Sandra yang tanpa sadar memanggil Ken dengan panggilan mas di depan Ralin.
"Mas? sejak kapan kamu memanggil Ken dengan panggilan mas?" tanya Ralin yang masih mode pura-pura.
Sandra pun merutuki dirinya yang keceplosan bicara. "Ampun dah ini bibir, ngga bisa diajak kompromi banget." gumam bathin Sandra.
"Sebenar nya, aku dan mas Ken sudah jadian mah, ternyata selama ini mas Ken mencintai Sandra." ucap Sandra dengan wajah yang sudah merah karena malu.
"Benarkah? Mamah ikut senang dan bahagia sayang, Ken memang pria baik, dia pekerja keras dan bertanggung jawab seperti papah nya."
"Tapi aku kok masih sedikit ragu ya mah?"
"Apa yang harus di ragukan lagi sayang? Ken mencintai kamu, dan orang tua nya Ken pun sejak awal sudah berharap kamu akan menjadi menantu nya di rumah mereka, sudah jangan diragukan lagi, sekarang kita tidur untuk menuju esok yang bahagia."
Ralin pun memeluk erat tubuh Sandra, begitupun juga Sandra yang membalas pelukan dari Ralin.
__ADS_1
Mereka dua wanita yang ada ikatan darah, tapi sampai detik ini keduanya masih belum menyadari nya.
Entah apa yang akan terjadi jika mereka tahu kalau orang yang mereka cari dan selalu mereka rindukan ternyata selama ini selalu bersama.