
Semalaman Jev ngga bisa tidur karena memikirkan Sandra yang belum ada kabar nya.
Pagi hari begitu Jev terbangun, yang langsung dia lihat adalah kamar nya Sandra, dengan harapan kalau Sandra sedang tidur di kamar nya.
"Kamu dimana dek, dari kemarin kamu ngga pulang, terus abang harus nyari kamu kemana?" gumam Jev sambil duduk di tempat tidur Sandra.
"Aku harus cari kemana lagi? Apa aku harus kembali lagi ke rumah nya tuan Ken?"
"Tidak ada jalan lain lagi, aku harus ke rumah nya tuan Kendrick lagi."
Jev terus bergumam lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
Sedangkan Ken, pagi ini muka nya sangat kusut sekali karena terus kepikiran sama Sandra.
"Muka kamu kusut sekali nak? ada apa? Seperti nya kamu lagi ada masalah?" tanya bu Adriana sambil menyiapkan sarapan buat suami dan anak ya.
"Ken hanya kepikiran Sandra mah." jawab Ken sambil duduk di kursi nya.
"Baru juga di tinggal dua hari, muka nya sudah kusut begitu, gimana kalau Sandra ngga balik ke sini lagi." ucap bu Adriana sambil tersenyum menggoda Ken.
"Ya jangan dong mah, eh mah, aku minta alamat rumah nya Sandra dong?" pinta Ken.
"Mamah juga ngga tahu nak, kan mamah belum sempat berkunjung ke rumah nya Sandra."
"Kalau gitu, pertama kali mamah bertemu sama Sandra di mana? Nanti Ken cari dia di sana." ucap Ken.
"Pertama kali mamah bertemu dengan Sandra di dekat pasar xxxx, kenapa kamu ngga telepon Sandra saja?" bu Adriana pun memberikan solusi.
"Itu dia masalah nya mah, no ponsel Sandra ngga bisa di hubungi." jawab Ken dengan wajah sendu nya.
"Lo, kok ngga bisa di hubungi? Kalau ngga bisa di hubungi terus nanti mamah menghubungi Sandra lewat apa? Gimana kalau Sandra ngga balik lagi kesini?" bu Adriana pun khawatir karena takut Sandra ngga balik lagi.
"Mamah tenang saja, mungkin saat ini nak Sandra benar-benar ingin istirahat dan belum mau di ganggu siapa pun." pak Anthoni yang dari tadi diam saja mengeluarkan pendapat nya.
__ADS_1
"Mungkin juga ya pah, ya sudah kamu tahan dulu ketemu Sandra nya sampai minggu depan." ucap bu Adriana.
"Lama banget sih mah, aku kan udah kangen." gumam Ken dengan nada yang pelan, tapi bu Adriana masih bisa mendengar ucapan Ken.
"Berarti kamu menerima tawaran mamah dong nak?"
"Tawaran yang mana mah?" tanya Ken yang belum paham dengan pertanyaan mamah sambung nya.
"Itu lo nak, tawaran mamah kalau kamu harus menikah dengan Sandra." jawab bu Adriana.
Ken pun terdiam, dia belum yakin benar dengan hati nya, apa dia memang menyukai Sandra atau dia hanya menganggap Sandra hanya sebatas asisten pribadi nya saja.
"Kok kamu diam nak? Apa kamu belum yakin dengan hati kamu?" kembali bu Adriana bertanya.
"Iya mah, aku belum yakin kalau Sandra adalah orang yang akan menjadi pendamping aku, aku ngga mau salah pilih." jawab Ken.
"Nak, dengarkan mamah, kalau sehari saja kamu jauh dari Sandra, terus kamu merasa kangen yang luar biasa, itu tanda nya kamu sudah nyaman dengan kehadiran nya, terus kalau kamu merasa hati kamu marah kalau melihat Sandra berbincang dengan pria lain atau jalan bareng pria lain, berarti secara tidak langsung kamu sudah menyukai nya, sekarang tanya pada hati kamu sendiri, kamu rela ngga kalau misalkan Sandra menikah dengan pria lain?' tanya bu Adriana.
Betapa bahagia nya hati bu Adriana begitu mendengar jawaban dari anak sambung nya itu, entah kenapa bu Adriana ingin sekali Sandra menjadi istri nya Ken.
"Benarkah nak kamu mau menikah dengan Sandra? Tanya bu Adriana ingin memastikan nya lagi.
"Iya bu, aku siap menikahi Sandra." jawab Ken dengan jelas dan tegas.
"terimakasih nak, mamah bahagia sekali mendengar nya."
"Tapi kita jangan bahagia dulu mah, kita pikirkan dan kita cari dulu rumah nak Sandra, papah takut nya nak Sandra menolak pernikahan ini." ucap pak Anthoni.
Ken yang mendengar penuturan dari ayah nya pun langsung menampilkan wajah sedih nya kembali.
"Pah, jangan mematahkan semangat Ken dong, ya sudah kamu tenang saja ya nak, nanti mamah yang akan mencari tahu alamat nya Sandra." bu Adriana pun menenangkan Ken sambil mengelus rambut Ken dengan penuh kasih sayang.
"Ya sudah kalau begitu Ken berangkat dulu ya pah, mah." Ken pun pamit lalu mencium telapak tangan kedua orang tua nya.
__ADS_1
"Mah, kalau nak Sandra ngga kembali kesini gimana?" tanya pak Anthoni sedikit khawatir.
"Papah tenang saja, nanti mamah cari Sandra ke tempat di mana mamah bertemu dengan nya pertama kali." jawab bu Adriana.
*
*
"Ralin."
Baron melihat sosok seorang yang sangat dia rindukan selama ini, Baron pun seketika berdiri ingin menghampiri Ralin yang sedang membeli sesuatu di toko depan counter yang ia singgahi.
"Bos, ini ponsel yang bos mau, tapi harga nya masih tinggi." ucap pelayan counter kepada Baron.
Baron pun kembali duduk dan melihat ponsel yang di berikan pelayan counter tersebut.
"Ya sudah yang ini saja." ucap Baron sambil memberikan ATM nya.
Baron dengan hati tak tenang dan mata nya terus melihat ke toko seberang pun sudah ngga perduli dengan harga ponsel yang ada di tangan nya sekarang.
"Ini bos kartunya, pembayaran nya sudah selesai, terima kasih atas kunjungan anda, saya tunggu kedatangan nya kembali." ucap pelayan counter yang sedikit merasa aneh melihat tingkah laku Baron.
Baron tidak memperdulikan omongan pelayan itu, dia memasuk kan kembali kartu Atm nya ke dalam dompet lalu pergi dengan tergesa-gesa.
Baron setengah berlari masuk ke toko sepatu dan tas yang dia duga ada Ralin di sana.
Mata Baron pun terus menelisik area toko tersebut, sampai berputar-putar dia mencari sosok Ralin di dalam sana, tapi hasil nya nihil, dia tidak menemukan Ralin sama sekali.
"Apa dia sudah selesai belanja nya? Aku yakin kok kalau tadi itu Ralin, ya Tuhan, apa ini hukuman yang sedang aku jalani, sehingga aku susah banget untuk bertemu dengan Ralin? Aku mohon pertemukan aku dengan Ralin walaupun nantinya aku tahu kalau Ralin sudah berkeluarga." gumam Baron sambil terus mencari sosok Ralin di mall tersebut.
Sedangkan orang yang sedang di cari Baron, kini sudah berada di dalam mobil untuk kembali ke butiknya.
"Kenapa aku merasakan kehadiran mas Baron? Apa aku sangat merindukan nya? Mas, kamu memang telah berbuat jahat padaku, kamu sudah tega memisahkan aku dengan anakku, tapi entah kenapa hati ini sangat berharap sekali aku bertemu dengan kamu, kamu adalah orang yang sangat aku cintai dari dulu dan untuk selamanya."
__ADS_1