Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Pura-Pura


__ADS_3

Jam pulang yang di tunggu-tunggu Ken akhirnya tiba juga, dengan penuh senyuman Ken berjalan menuju parkiran, dia kangen sama Sandra, walaupun setahu dia Sandra masih belum sadar, tapi dirinya sangat bahagia sekali, karena dia akan menemui wanita yang sangat di cintai nya, Ken melajukan mobil nya dengan hati yang bahagia, tidak lupa Ken membeli sebuket bunga spesial buat Sandra.


Sambil bersenandung Ken melewati lorong-lorong rumah sakit yang sudah mulai sepi, dia membayangkan kalau Sandra sudah Sadar dan tersenyum melihat nya begitu dirinya masuk ke dalam ruangan.


Sandra yang sedang bermain ponsel barunya melirik kearah pintu yang baru sedikit terbuka, Ken tidak melihat Sandra yang melihat nya karena lagi balas chat dari Adriana mamah sambung nya.


Sandra berinisiatif untuk pura-pura tidur, Sandra yakin kalau Ken belum mengetahui kalau dirinya sudah sadar, karena sebelum Adriana pulang, Sandra berpesan kepada Adriana jangan memberitahu Ken kalau dirinya sudah sadar.


Di ruangan itu memang sepi, dan yang ada hanya Sandra seorang diri, karena Ralin yang lagi di kamar mandi, sedangkan Jev sudah di perbolehkan pulang dan saat ini Jev sedang menemani ayah nya di kantin sambil nunggu Jay menjemput nya.


Jev melihat ke dalam ruangan sambil berjalan menghampiri Sandra yang lagi memejamkan kedua mata nya, Jev duduk di kursi yang sudah tersedia dan menyimpan bunga di samping Sandra.


"Kok kamu sendirian sih sayang, yang lain pada kemana?" gumam Jev sambil melihat ke sekitar ruangan, terdengar gemericik air di dalam kamar mandi dan Ken menduga kalau Ralin sedang di kamar mandi.


Jev memegang erat tangan Sandra sambil mengajak Sandra berbicara, "Sayang, aku datang, maaf kemarin malam aku pulang dan tidak menemani kamu, soalnya ayah menyuruh aku pulang karena ada meeting penting pagi nya, kamu tahu ngga sayang, satu hari ini serasa setahun saking lamanya aku menunggu jam untuk pulang, dari semenjak aku mulai bekerja, baru kali ini aku menunggu untuk pulang, kenapa coba? Itu karena aku sudah kangen ingin bertemu kamu, dan aku sangat berharap sekali begitu aku datang dan membuka pintu ruangan ini, aku melihat kamu sedang tersenyum kepada ku, tapi semuanya tidak sesuai dengan ekspetasi ku, kamu masih setia dengan tidur panjang kamu." Ken pun mencium tangan Sandra dengan penuh kelembutan.


Sandra menahan senyuman nya karena takut ketahuan kalau dirinya sudah sadar, sungguh hati Sandra sangat bahagia sekali mendengar semua penuturan yang diucapkan oleh Ken.


"Aku sudah sadar sayang, tapi maaf, aku ingin membuat kamu surprise, aku ingin tahu reaksi kamu ketika aku sudah membuka mata ini." gumam bathin Sandra sambil menahan senyuman nya.

__ADS_1


"Oh ya sayang, kamu masih ingat ngga sama wanita yang ngaku-ngaku hamil anak aku sewaktu sebelum kamu di culik sama si mafia tengil itu? ayah nya datang sama aku memohon-mohon agar aku tidak memutuskan kerja sama dengan perusahaan nya, dan kamu tahu ngga sayang, masa wanita itu langsung mau memberikan keperawanan nya asal aku mau melanjutkan kerja sama dengan perusahaan ayah nya, dasar keluarga gila mereka semua, hanya demi sebuah kerja sama mereka mau melakukan apa saja."


Ken terus bercerita, dia menceritakan segala yang telah terjadi selama Sandra tidak sadar.


Pintu kamar mandi pun terbuka menampak kan Ralin yang sudah terlihat segar.


"Lo ada kamu Ken? Kapan datang?" tanya Ralin lalu menutup pintu kamar mandi nya.


"Sepulang kerja aku langsung kesini tante, saya kira begitu saya masuk akan di sambut dengan senyuman Sandra, tapi ternyata Sandra masih betah dengan tidur nya." Ken pun mencium telapak tangan Sandra.


Baru saja Ralin mau memberitahu keadaan Sandra, terlihat Sandra mengangkat satu jari nya yang dia tempelkan di bibir nya, Ralin yang melihat kode dari Sandra pun kembali menutup mulut nya, dan tidak jadi memberitahukan Ken.


"Ya kita sabar saja nak, kita semua juga sangat menginginkan Sandra cepat sadar."


"Oh ya tan, om sama bang Jev pada kemana?" tanya Ken penasaran.


"Jev lagi nganter om tadi."


"memang nya bang Jev sudah bisa keluar ruangan?"

__ADS_1


"Alhamdulilah Jev sudah bisa pulang, tapi dia masih mau menunggu Sandra dan menemani tante di sini."


"Alhamdulilah kalau abang sudah di perbolehkan pulang, tapi kapan Sandra akan bangun tante, aku kangen sama senyuman nya."


"Sabar saja nak, ya sudah kebetulan kamu ada di sini, tante mau titip Sandra sebentar ya, tante mau beli cemilan ke kantin." Ralin sengaja beralasan membeli cemilan untuk memberikan ruang dan waktu buat mereka berdua.


"Baik tante, tante tenang saja, Sandra akan aman dnegan saya."


Ralin pun pergi setelah pura-pura izin kepada Sandra seperti yang sebelum-sebelum nya Ralin lakukan di kala Ralin mau keluar.


"Tante Ralin kok kelihatan tidak terlalu sedih lagi ya? terus tumben sekali mau meninggalkan Sandra, biasanya tante ngga mau jauh-jauh dari Sandra." gumam Ken yang masih bisa di dengar oleh Sandra.


"Kamu ngga tahu saja mas, mamah sudah ngga sedih lagi karena aku memang sudah sadar." gumam bathin Sandra yang masih setia dengan kepura-puraan nya.


Ken kembali duduk di samping Sandra dan tidak lupa Ken selalu memegang tangan nya dan mencium nya dengan lembut.


"Sayang, perasaan aku kok aneh ya? tante Ralin itu paling ngga mau meninggalkan kamu sedetik pun, bahkan aku ngga punya waktu untuk berbicara sama kamu, walau hanya sekedar memegang tangan kamu seperti ini pun susah sekali karena tangan kamu dia yang pegang terus, dia rela ngga makan dan minum yang penting dia setia berada di samping kamu, menemani kamu, tapi kenapa hari ini tante Ralin berbeda? Dia bahkan mau meninggalkan kamu hanya untuk membeli cemilan,"


Semua yang diucapkan terdengar jelas oleh Sandra membuat Sandra hampir tertawa.

__ADS_1


"Sayang bangun dong, aku kangen kamu, aku janji kalau kamu sudah sadar nanti, apa pun yang kamu inginkan akan aku penuhi, jujur awal mamah mengenalkan kamu sama aku waktu itu, aku membenci kamu, tapi aku juga ngga tahu alasan kenapa aku membenci kamu, tapi sekarang aku sangat mencintai kamu, aku tidak ingin jauh dari kamu, aku tidak ingin kehilangan kamu, I Love You." bisik Ken tepat di telinga Sandra.


"I Love You to, hunny."


__ADS_2