Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Kebingungan Lisna


__ADS_3

Sandra pun keluar dan menuju pintu utama untuk mengambil baju Ralin.


"Sudah bangun nak?" tanya Baron yang sudah tampan dan rapih.


"Sudah yah." jawab Sandra sambil terus meneruskan langkah nya.


"Mau kemana? terus mamah kamu sudah bangun belum?" tanya Baron.


"Mamah lagi mandi dan aku mau ngambil baju ganti mamah ke luar." jawab Sandra.


"Di luar dimana?" tanya Baron sambil mengerutkan kening nya.


"Itu ada mbak Lisna yang nganterin baju nya, stop jangan tanya lagi Yah, kasihan mbak Lisna nungguin dari tadi di depan." jawab Sandra lalu pergi ke luar.


*


*


"Sebentar ya pak, aku keluar dulu." ucap Lisna.


"Baik non." jawab sopir taxi.


Lisna pun keluar dari taxi, dan dia melihat ke sekeliling rumah.


"Ini rumah siapa ya? kok ibu bisa ada di rumah ini." gumam Lisna.


Lisna pun terus melihat ke sekeliling rumah, selagi Lisna membelakangi ruman Baron, pintu pagar yang menjulang tinggi pun terbuka.


"Mbak Lisna ya," panggil Sandra.


"Iya saya." jawab Lisna sambil membalik kan tubuh nya.


"Non Sandra." teriak Lisna dengan tatapan kaget nya.


"Iya mbak." jawab Sandra sambil tersenyum.


""Non, kok non ada di sini? terus bu Ralin?" ucap Lisna sambil menatap heran Sandra.


"Nanti juga mbak tahu, sekarang mbak masuk saja dulu, oh iya ini buat ongkos taxi nya." ucap Sandra sambil memberikan uang dua lembar kepada Lisna


Lisna pun mengambil uang dari tangan Sandra lalu memberikan nya kepada sopir taxi.


"Pak ini ongkos nya, saya sampai di sini saja." ucap Lisna.


"Ini kebanyakan non." ucap sopir taxi sambil menerima uang nya.


"Ngga apa-apa pak ambil saja." ucap Lisna sambil tersenyum.

__ADS_1


"Makasih non." ucap sopir taxi sambil melajukan kembali mobil nya.


"Ya udah mbak ayo kita masuk." ajak Sandra sambil menarik tangan Lisna.


Lisna pun mengikuti langkah Sandra dari belakang dengan hati yang bertanya-tanya.


"Siapa itu nak?" tanya Baron sambil menatap wajah Lisna.


"Eh ayah, mbak kenalkan dia ayah ku, ayah ini mbak Lisna yang kerja di butik nya mamah." ucapan Sandra membuat kaget Lisna yang mendengar nya..


"Pagi om." ucap Lisna sambil mengulurkan tangan nya.


"Pagi, kamu yang antar baju buat istri saya ya?" tanya Baron sambil menerima uluran tangan Lisna.


"Iya om." jawab Lisna dengan heran, walaupun dia selalu menjawab pertanyaan dari Baron tapi di pikiran Lisna begitu banyak pertanyaan juga tentang mereka.


"Om ini bilang istri nya, sedangkan non Sandra bilang mamah, apa bu Ralin menikah dengan ayah nya non Sandra ya." gumam bathin Lisna.


"Ya sudah Yah, kita masuk kamar dulu takut mamah nungguin baju nya." ucap Sandra.


"Ya cepat lah, ayah tunggu di meja makan." ucap Baron.


Lisna pun mengikuti langkah Sandra dari belakang dengan banyak pertanyaan di benak nya.


Tidak lama Sandra dan Lisna masuk ke dalam kamar, Jev pun keluar kamar nya dengan wajah yang sudah tampan dan segar.


"Pagi juga nak, kamu kesiangan juga?" tanya Baron.


"Iya yah, aku hari ini ngga ke textile dulu ya Yah." ucap Jev.


"Ngga apa-apa ayah juga ngga kemana-mana hari ini." ucap Baron.


"Adek sama mamah belum pada bangun juga?" tanya Jev sambil melihat ke arah tangga.


"Mungkin lagi pada mandi." jawab Baron yang mendapatkan anggukan dari Jev tanda mengerti.


Sedangkan Sandra dan Lisna baru saja duduk di sofa yang ada di kamar nya Sandra, terdengar suara Ralin memanggil Sandra dari kamar mandi.


"Nak, sudah diambil belum baju mamah, kalau sudah tolong bawakan kesini dong." teriak Ralin dari kamar mandi.


"Iya mah sebentar." jawab Sandra sambil berdiri dan menghampiri kamar mandi.


"Apa aku sedang mimpi atau sedang berhalusinasi, kok bu Ralin juga manggil nak sama non Sandra? apa benar dugaanku kalau ayah nya non Sandra sudah menikah dengan bu Ralin? mereka seperti keluarga yang bahagia dan harmonis." gumam bathin Lisna.


"Mah ini baju nya." teriak Sandra sambil mengetuk pintu.


"Makasih sayang." jawab Ralin sambil mengambil baju nya dengan cara mengulurkan sebelah tangan, sedangkan tubuh nya bersembunyi di balik pintu.

__ADS_1


Sandra pun kembali duduk bersama Lisna setelah memberikan baju ganti kepada Ralin.


"Non Sandra, mbak kok jadi bingung ya dengan semua ini?" ucap Lisna sambil memandang Sandra.


"Bingung kenapa mbak?" tanya Sandra.


"Ayah non manggil bu Ralin istri, non sendiri manggil bu Ralin dengan pangilan mamah? apa ayah non Sandra dan bu Ralin sudah menikah?" tanya Lisna.


"Mereka sudah lama menikah mbak, tapi karena sesuatu, mereka terpisah dan akhir nya semalam mereka di pertemukan." jawab Sandra.


"Jadi suami nya bu Ralin yang selama di tunggu kehadiran nya itu ayah non Sandra?" tanya Lisna dengan wajah kaget nya.


"Iya mbak." jawab Sandra sambil tersenyum.


"Tapi bukan kah anak nya bu Ralin itu di bu," ucapan Lisna terhenti karena ada suara panggilan di ponsel nya.


"Angkat saja dulu mbak, siapa tahu penting." ucap Sandra.


"Kalau begitu mbak angkat telepon dulu ya." ucap Lisna sambil menerima panggilan yang ternyata dari Jev sang kekasih.


"Halo mas, ada apa?" tanya Lisna pelan tapi masih bisa di dengar oleh Sandra.


"Kamu lagi kerja ya?" tanya Jev.


"Aku hari ini ngga kerja mas, soalnya bu Ralin nya lagi ngga ada di butik." jawab Lisna.


"Mas jemput ya? mas kenalkan nanti sama keluarga mas." ucap Jev sambil tersenyum karena bu Ralin sekarang menjadi mamah nya dan ada di rumah bersama diri nya.


Jev sengaja ngga langsung mengatakan kepada Lisna, dia ingin memberikan surprise kepada Lisna kalau bu Ralin ada bersama nya.


"Aku ngga bisa sekarang mas, paling satu jam man lagi bisa." jawab Lastri.


"Oke deh kalau begitu, mas jemput ke kos san kamu aja ya." ucap Jev.


"Ngga usah mas, mas jemput aku di taman yang semalam saja, biar bolak balik nya tidak terlalu jauh." jawab Lisna.


"Oke deh kalau begitu, sampai jumpa nanti ya sayang." ucap Jev.


"Iya mas." jawab Lisna lalu memutuskan panggilan nya.


"Lis, makasih ya sudah mau antar baju nya kesini." ucap Ralin yang sudah keluar dari kamar mandi.


"Sama-sama bu, tapi aku masih bingung bu, kok ibu bersama non Sandra di sini." ucap Lisna sambil menatap Ralin dengan tatapan bingung nya.


"Cerita nya panjang Lis, yang jelas saya sudah bertemu dengan suami saya lagi." ucap Bu Ralin.


"Cerita nya nanti saja, sekarang kita ke ruang makan, ayah sudah menunggu dari tadi." ucap Sandra.

__ADS_1


"Ya sudah ayo kita kesana, ayo Lis." ajak Ralin, mereka bertiga pun keluar kamar nya menuju ruang makan.


__ADS_2