
Ken dan Sandra pun sampai di club dimana pesta diadakan.
Sandra membuka pintu mau turun duluan seperti biasa, tapi di cegah oleh Ken.
"Tunggu, kamu diam saja, malam ini biar saya yang menjadi kamu, kamu cukup melakukan apa yang ku perintahkan tadi." ucap Ken.
"Baik tuan Ken." jawab Sandra sambil mengangguk.
"Ubah panggilan kamu dengan panggilan Sayang." ucap Ken.
"Sa yang?" tanya Sandra dengan tergagap.
"Ya, S A Y A N G, Sayang, paham? awas kalau salah manggil." Ken pun mengeja kata sayang sambil mengulurkan tangan nya pada Sandra.
Sandra pun mengangguk sambil menerima uluran tangan Ken.
"Dan satu lagi, pakai cincin ini untuk meyakinkan mereka kalau kita sudah tunangan." ucap Ken sambil memberikan cincin kepada Sandra.
"Ya ampun, ini pasti cincin mahal, bagus sekali, ah andai saja cincin ini beneran di kasih kan sama aku, aku bahagia sekali, tapi ya sudah lah walaupun cuma bohongan yang penting aku pernah memakai cincin mahal." gumam bathin Sandra sambil memasangkan cincin ke jari manis nya.
Keduanya kini saling menggenggam dan ada desiran-desiran aneh pada keduanya.
"Perasaan apa ini? kenapa jantungku berdebar dikala tangan ku di sentuh tuan Ken." gumam bathin Sandra.
"Kenapa jantung ku berdebar dikala aku menyentuh nya? padahal sudah banyak wanita yang ku sentuh tapi baru kali ini aku merasakan jantung ku berdebar seperti ini." gumam bathin Ken.
"Kamu harus terlihat mesra dan terlihat kalau kita ini sepasang kekasih." ucap Ken.
Sandra hanya tersenyum sambil mengangguk kecil.
Mereka berdua masuk dan berjalan dengan bergandengan tangan membuat yang sudah hadir memusatkan perhatian nya.
"Mereka melihat kita." bisik Sandra pada Ken.
"Sudah abaikan saja, anggap saja mereka ngga ada." jawab Ken pelan.
"Hai bro, akhirnya lo datang juga." teriak Samuel sambil menjabat tangan ala -ala pria.
"Yang lain nya mana?" tanya Ken sambil melihat ke sekeliling club.
"Tuh mereka lagi pada kumpul di sana, ini siapa bro? cewek baru ya bro?" tanya Sam sambil menatap damba pada Sandra.
__ADS_1
"Kondisikan mata lo, dia calon istri gue, jadi lo jangan macam-macam sama dia." ucap Ken sambil menepuk bahu Sam.
"Serius? cantik benar, baru kali ini gue lihat cewek secantik dia ini." ucap Sam yang tanpa berkedip melihat Sandra.
"Bisa ngga sih mata lo itu di kondisikan, gue ngga suka ya lo liatin cewek gue." ucap Ken dengan nada kesal.
"Biasa nya juga kita cicipin bersama, kenapa sekarang lo sewot." ucap Sam.
"Itu biasa nya tapi yang ini dia spesial di hati gue, paham lo." ucap Ken.
"Ah, andai saja semua yang diucapkan tuan Ken sungguhan, betapa bahagia nya aku ini, tapi sayang semua ini hanya sandiwara semata." gumam bathin Sandra.
Sandra mengira kalau ucapan Ken hanya sandiwara semata, padahal itu tulus dari hati Ken yang terdalam.
"Yang punya acara nya kemana nih?" tanya Ken.
"Tuh lagi pada happy di ruang vvip." jawab Sam.
"Berati cewek ini beneran kekasih lo? gue kira hanya sandiwara saja biar lo ada pasangan datang kesini." ucap Sam
"Ya beneran lah, emang lo yang hidup nyaΒ penuh dengan sandiwara, mana pasangan lo?" tanya Ken.
"Sayang, ternyata kamu di sini? aku dari tadi nyariin kamu lo." ucap Sarah sambil memeluk Sam dan tidak sadar kalau yang bersama Sam adalah Ken.
"Sarah?" gumam Ken sambil tersenyum miring menatap Sam.
"Ken?" kamu di sini juga?" ucap Sarah yang kaget dan langsung melepaskan pelukan nya dari tubuh Sam.
Sam memang menyukai Sarah dari dulu, tapi sayang Sarah malah menyukai Ken sahabat nya.
"Ya, karena saya pun di undang, oh iya kenalkan ini calon istri saya." ucap Ken dengan tangan yang tidak lepas memeluk erat Sandra dari samping.
"Breng sek, ternyata kamu sekarang sudah ada perempuan lain? tadi nya aku akan membuat kamu kepanasan malah aku yang panas, mana cewek ini kelihatan nya berkelas lagi." gumam bathin Sarah sambil menatap sinis kepada Sandra.
"Wah akhirnya sahabat kita yang satu ini datang juga." teriak Agam sambil menggandeng pasangan nya menghampiri Ken dan Sam di ikuti Dafin bersama pasangan nya.
Datang lah, masa ngga." jawab Ken sambil tersenyum penuh dengan kemenangan, karena Sandra wanita tercantik malam ini diantara para wanita lain nya.
"Kenalkan ini Sandra, tunangan gue." ucap Ken sambil menatap mesra Sandra.
"Wah, gue ketinggalan berita, lo sudah punya tunangan?" tanya Agam.
__ADS_1
Sandra yang jadi bahan perbincangan mereka pun hanya tersenyum manis sambil mengangguk kecil.
"Kita duduk di sana yu Yang?" ajak Ken dengan mesra, Sandra pun hanya mengangguk dan tersenyum.
""Dulu sama aku mana ada mesra kayak gitu, yang ada selalu saja marah-marah, awas kamu ya, dasar pelacur." gumam bathin Sarah.
"Kita duduk di sana ayo." ajak Sam dan mereka semua pun kini duduk di satu meja bundar yang besar.
"Mas, aku mau ke toilet, toilet nya sebelah mana ya?" ucap Sandra.
"Aku antar ayo Yang," ucap Ken.
"Ngga usah mas, kamu tunjuk kin aja toilet nya dimana, masa mas mau ikut ke toilet perempuan." jawab Sandra.
"Biar aku saja yang antar." ucap Sarah.
Ken menatap tidak percaya, dia takut Sarah berbuat sesuatu kepada Sandra, tapi Ken langsung sadar kalau Sandra jago beladiri,.
"Baik lah." jawab Ken, "Kamu hati-hati sama dia." bisik Ken pada Sandra.
Sandra pun mengangguk mengerti, lalu pergi ke toilet bersama Sarah.
Sarah pun berjalan dengan penuh kewaspadaan yang tinggi.
Begitu Sandra masuk ke dalam toilet perempuan, Sandra langsung di dorong oleh Sarah dengan keras dari belakang, hingga membuat Sandra sedikit tersungkur ke depan.
"Dasar wanita murahan, berapa kamu dibayar Ken untuk menemani nya malam ini." teriak Sarah sambil mendorong tubuh Sandra.
"Di bayar? maksud kamu?" tanya Sandra pura-pura ngga paham.
"Kamu cewek bayaran kan, cewek yang di bayar hanya untuk berpura-pura menjadi tunangan nya?" tanya Sarah dengan tatapan sinis nya.
"Apa kamu tidak bisa melihat cincin di jari manisku ini nona? aku dan mas Ken sudah tunangan kemarin malam dan sebentar lagi kami akan menikah." jawab Sandra sambil memperlihatkan cincin nya kepada Sarah.
Hati Sarah begitu panas melihat sebuah cincin mahal melingkar di jari manis nya Sandra.
"Tidak mungkin, Ken baru saja putus denganku gara-gara ibu tiri nya yang sok menguasai itu." teriak Sarah.
"Apa ini belum menjadi suatu bukti untuk membuat kamu percaya nona?" tanya Sandra sambil tersenyum smirk.
"Tidak ini tidak mungkin, aku ngga akan membiarkan perempuan ini menjadi milik Ken." gumam bathin Sarah.
__ADS_1