Bos Dan Aku

Bos Dan Aku
Benci


__ADS_3

Selepas kepergian Baron dan Jev, Ralin pun masuk ke dalam dan langsung menuju kamar nya.


"Kok ngga ada, apa di kamar nya." gumam Ralin sambil melihat sekeliling kamar nya.


Ralin pun membalik kan tubuh nya lalu menuku kamar sebelah.


Sedangkan Sandra sedang termenung di atas tempat tidur nya sambil membayangkan ciuman dirinya bersama Ken.


"Brengsek, emang nya aku cewek apaan yang langsung di sosor gitu? Dia pikir aku sama kali dengan perempuan yang selama ini dia cium sembarangan."


"Tapi kenapa bibir nya tuan Ken masih terasa aja, manis dan hangat." gumam bathin Sandra sambil menjilat bibir nya.


"Ah, kenapa aku jadi berpikir mesum seperti ini, pantas saja di film-film korea sering ada adegan ciuman nya, ternyata bikin nagih."


"Stop Sandra, yang dia cium itu bukan kamu saja, tapi perempuan lain pun banyak yang sudah di cium sama dia, aku benci kamu tuan Ken, benci."


Entah kenapa ada rasa marah dan kesal ketika Sandra membayangkan Ken mencium perempuan lain.


"Nak, kamu di dalam? Apa mamah boleh masuk?" teriak Ralin sambil mengetuk pintu kamar Sandra.


"Masuk saja mah ngga di kunci kok." jawab Sandra sambil bersandar di tempat tidur nya.


Ralin pun membuka pintu lalu masuk dan menghampiri Sandra ke tempat tidur.


"Ada masalah apa nak? Kamu bisa cerita sama mamah?" tanya Ralin sambil duduk di samping Sandra.


Sandra terdiam, dia bingung harus bercerita dari mana, selama ini dirinya kalau ada masalah selalu dia pendam sendiri atau cerita sedikit kepada Jev kakak angkat nya.


Melihat Sandra yang hanya diam, Ralin pun memeluk dan membelai Sandra dengan penuh kasih dan kelembutan.


"Kalau kamu belum siap dan belum bisa percaya sama mamah ngga apa-apa, tapi asal kamu tahu, mamah akan selalu siap jadi sandaran kamu, mamah akan siap jadi teman curhatan kamu dan mamah akan selalu siap dalam kondisi apapun untuk kamu." ucap Ralin sambil membelai lembut kepala Sandra.


Sandra yang merasakan kenyamanan dari Ralin pun dengan perlahan menyandarkan kepala nya ke pundak Ralin.

__ADS_1


"Apa aku salah mah kalau aku sudah menampar laki-laki yang mencuri ciuman pertama aku?" Sandra pun memberanikan diri untuk bertanya kepada Ralin.


"What! Jangan bilang yang mencuri ciuman kamu itu Ken?" sungguh Ralin kaget dengan pertanyaan dari Sandra.


"Memang dia yang sudah mencuri ciuman pertama ku mah." jawab Sandra sambil sedikit mengangguk.


"Apa kalian saling mencintai?"


"Kita hanya sebatas atasan dan bawahan saja kok mah, tapi karena tuan Ken sudah mengambil ciuman pertama ku, aku memutuskan untuk berhenti bekerja dengan nya."


"Jadi kamu mengundurkan diri?" lagi-lagi Ralin kaget mendengar ucapan dari Sandra, Sandra hanya mengangguk saja tanda meng iya kan.


"Lagian dia ngga sopan banget sih mah, masa langsung nyium aku, di bibir lagi." ucap Sandra dengan nada manja nya.


"Ya sudah kalau itu memang sudah keputusan kamu, mamah dan ayah ngga bakalan maksa, tapi coba deh kamu pikir, kenapa Ken sampai melakukan itu semua sama kamu."


"Dia kan udah biasa mah nyium-nyium bibir perempuan, dia pikir aku sama dengan wanita-wanita yang pernah dia cium selama ini. Aku benci tuan Ken."


"Jangan terlalu membenci orang lain nak? Apalagi lawan jenis." ucap Ralin yang masih setia pundak nya menahan kepala Sandra.


"Memang nya kenapa mah?"


"Nanti kamu bisa suka dan mencintai nya lo nak." jawab Sandra sambil tersenyum.


"Ngga mungkin, tuan Ken hanya ingin bermain-main saja sama wanita, dia tidak akan pernah serius, buktinya selama ini dia ngga pernah punya pasangan yang setia."


"Nak, dengarkan mamah, seorang pria yang selalu bermain-main dengan para wanita, dia itu sebenar nya lagi mencari seseorang yang serius dan yang akan membuat nyaman dirinya, setelah mendapatkan nya mamah yakin kalau dia akan selalu mencintai dan menjaga nya, dan mamah lihat sebenar nya Ken itu menyukai kamu lo."


"Iya tuan Ken suka sama aku, suka nyosor." ucap Sandra dengan nada kesal nya, Ralin hanya tersenyum mendengar nya.


"Asal kamu tahu ya nak, selama kamu mengambil cuti, Ken itu kelimpungan mencari kamu, dia ngga mau makan, bahkan teman-teman nya ngajak keluar pun dia ngga mau, keseharian dia hanya diam melamun di dalam kamar, itu semua karena dia memikirkan kamu."


"Darimana mamah tahu?"

__ADS_1


"Kamu lupa ya nak, kan mamah nya Ken sahabat mamah, jadi mamah akan selalu tahu tentang Ken."


"Masa iya sih tuan Ken suka sama aku, tidak, dia hanya ingin mempermainkan aku saja." gumam bathin Sandra.


"Nak, andaikan kamu sama Ken, mamah sangat bahagia sekali, entah kenapa mamah ingin kalian itu bersatu." ucap Ralin kembali.


"Mah, please deh, jangan jodohin aku sama tuan Ken ya? aku ngga suka dengan cara nya yang suka nyosor itu."


"Mamah ngga menjodohkan kamu, itu hanya keinginan mamah saja, kalau kamu ngga suka mamah juga ngga bakalan maksa."


"Beneran ya mah, mamah jangan jodoh-jodoh kan aku, awas kalau jodohin aku di belakang aku, aku akan pulang ke rumah ayah." Sandra pun sedikit mengancam Sandra.


"Kalau gitu mau mamah jodohin aja ah." ucap Ralin sambil tersenyum.


"Mamah! dah lah besok aku pulang ke rumah ayah saja." ucap Sandra lalu membaringkan tubuh nya membelakangi Sandra.


"Kalau mau pulang ke rumah ayah tunggu dua hari lagi ya nak, kita sama-sama pulang kesana nya." ucap Ralin sambil mengelus lembut kepala Sandra.


"Maksud mamah?" tanya Sandra sambil kembali membalikan tubuh nya dan menatap wajah Ralin.


"Ya, kita pulang sama-sama, karena lusa mamah menikah dengan ayah angkat mu."


"Serius mah? jadi kalian mau kembali bersatu dua hari lagi? Bukan nya minggu depan?"


"Ya sayang, mamah dan ayah akan kembali bersatu dua hari lagi, karena ayah kamu ingin di percepat."


"Ah terima kasih Tuhan, akhirnya ayah menemukan kembali kebahagiaan nya."Sandra langsung memeluk erat tubuh Ralin.


"Bagaimana kalau malam ini mamah yang tidur di sini, besok malam aku yang tidur di kamar mamah, karena malam-malam selanjut nya mamah sudah ada pawang nya, jangankan untuk tidur bareng seperti sekarang, kita ngobrol berdua saja seperti nya ngga akan bisa, pawang mamah kan sangat bucin sama mamah." ucap Sandra sambil terus memeluk Ralin.


Sandra pun tertawa," kamu ini bisa saja, ya sudah mamah tidur sama kamu di sini sekarang."


Sandra pun tidur kembali dengan Ralin, sungguh ikatan bathin yang sangat kuat, sehingga mereka seperti tidak mau di pisahkan satu sama lain nya.

__ADS_1


__ADS_2